The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 131


__ADS_3

~Indonesia~


Didalam sebuah ruangan yang penuh dengan berbagai jenis peralatan elektronik terdapat dua remaja berbeda jenis kelamin sedang fokus berkutat pada komputer yang ada dihadapan mereka masing masing,kedua remaja itu adalah Shasa dan Rion.


Jika biasanya hampir selalu ada keributan atau perdebatan yang terjadi diantara mereka berdua kalau tengah berada ditempat yang sama kali ini terlihat sangat berbeda,tidak ada satupun diantara keduanya yang mengeluarkan satu katapun.Seolah olah keduanya tengah ada dalam dunia masing masing,hanya suara keyboard komputer saja yang terdengar bersautan akibat ditekan oleh jari jari keduanya dengan cepat.Posisi duduk keduanya saling membelakangi alias saling memunggungi satu sama lain,makanya keduanya terlihat tak saling mengusik satu sama lain.


Drt...drt...drt...suara ponsel salah satu dari mereka berbunyi,itu adalah ponsel milik Shasa.Huf...adis itu menghela nafas kasar akibat sedikit kesal akibat konsentarsinya menjadi terganggu akibat suara yang ditimbulkn oleh ponselnya itu,dengan terpaksa gadis itu menghentikan kegiatannya sebentar untuk menjawab panggilan telepon yang masuk itu.


"Halo,ini siapa?"ujar Shasa,tanpa banyak basa basi menanyakan siapa yang menelponnya.


"Ini saya nona muda,pak Can"ujar orang yang menelponnya itu memperkenalkan diri.


Shasa langsung melihat kelayar ponsel dimana nama kontak yang menghubunginya itu tertera,Shasa jadi tak begitu kesal saat tau kalau yang menghubunginya itu adalah orang kepercayaan sekaligus tangan kanannya yaitu pak Can.


"Maaf pak Can,saya tidak membaca nama kontaknya terlebih dahulu"ucap Shasa meminta maaf kepada orang kepercayaannya itu.


"Tak masalah nona muda,saya rasa anda pasti sedang sibuk hingga tak sempat melihat nama kontak orang menghubungi anda"saut pak Can dari tempatnya yang entah dimana sekarang.


"Pak Can tau saja,jadi ada apa pak Can menghubungi Shasa?"tanya Shasa,ia menanyakan tujuan pak Can menghubunginya.


"Saya dan tim baru saja mendapatkan informasi baru nona,dan saya yakin ini akan menjadi kabar gembira untuk anda dan juga nona Ariel"jawab pak Can.


Btw pak Can udah tau kalau nona mudanya itu sudah bergabung dalam misi Ariel dan tentunya pak Can serta timnya juga akan membantu kedua gadis itu menyelesaikan pekerjaan mereka.


"Benarkah,apa itu pak Can?"tanya Shasa terdengar sangat antusias ingin mengetahui informasi apa yang di dapatkan pak Can.


"Kami berhasil melacak tempat dimana kemungkinan besar tuan Frank bersembunyi saat ini"ujar pak Can.


"Brak...Benarkah?!"Shasa refleks memukul meja didepannya saking senangnya mendengar informasi yang disampaikan pak Can kepadanya.

__ADS_1


"Lo kenapa sih Sha,brisik tau ganggu kosentrasi gue"ujar Rion yang merasa terusik dengan suara brisik yang ditimbulkan oleh gadis itu saat memukul meja barusan.


"Sorry,diem lo ada informasi penting ini"ujar Shasa kepada Rion.


"Informasi apaan emang?"tanya Rion ingin tau.


"Tutup mulut lo dulu"suruh Shasa kepada Rion.


"Nona berbicara dengan saya?"tanya pak Can kepada majikan mudanya itu.


"Enggak kok pak Can,tadi Shasa ngomong sama rekan Shasa"ujar Shasa kepada pak Can,ia melirik Rion yang sudah diam menutup mulut rapat rapat dengan telapak tangan cowok itu.


"Jadi dimana letak tempat yang pak Can maksud tadi?"tanya Shasa pada pak Can.


"Saya akan mengirimkan detail informasi dan denah tempat yang saya dan tim temukan nona,supaya nona muda bisa lebih memahami dan mudah mempelajarinya"ujar pak Can.


"Tunggu sebentar nona,akan tim saya kirim"ujar pak Can.


"Apakah sudah masuk nona?"tanya pak Can setelah jeda beberapa saat.


"Tunggu pak Can,akan Shasa periksa dulu"ujar Shasa,gadis itu segera mengutak atik komputernya memeriksa apakah ada data baru yang masuk ke komputernya itu.


"Sudah pak Can"ujar Shasa.


"Baiklah nona muda sampai disini dulu,saya dan tim harus kembali melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi"ujar pak Can.


"Baiklah,akhiri telpon ini"balas Shasa.


Setelah itu pak Can menutup panggilan itu, Shasa meletakkan ponselnya diatas meja kembali kemudian berbalik menghadap ke Rion.

__ADS_1


"Sini balik arah kursi lo"suruh Shasa kepada Rion,kemudian ia kembali duduk pada kursinya sendiri.


Rion langsung menuruti perkataan Shasa,ia memutar arah kursinya menghadap komputer milik Shasa dan menggeser letak kursinya itu tepat disebelah kursi yang diduduki oleh Shasa.


"Pak Can baru dapat dan ngirim kegue informasi penting yang kalau tepat bakal menambah presentase selesainya misi kita sampai 80%"ujar Shasa membuka semua dokumen yang baru dikirim oleh pak Can kepadanya.Setelah semua data sudah ditampilkan,Rion langsung membaca dan menelisik isi infirmasi yang terpangpang jelas dilayar monitor komputer milik cewek disebelahnya ini.


Senyum Rion terbit setelah membaca semuanya,ia langsung memutar balik kursi Shasa kearah komputernya berada


"Dan kalau digabungin dengan informasi yang gue dapat,persentasenya bakal jadi 99%"ujar Rion menunjukkan sesuatu yang ada dimonitor komputerny kepada Shasa.


"Wah ini mah bakal jadi 100%"ujar Shasa menarik dua sisi bibirnya keatas menampilkan senyuman bahagianya.


"99%itu adalah keberhasilan mutlak kita,sedangkan sisa yang 1%lagi itu adalah kumpulan nasib apes atau sial yang kita temui nanti"jelas Rion kepada Shasa.


"Benar juga"saut Shasa merasa perincian Rion persentase keberhasilan misi mereka ada benernya juga.


"Jadi kita tunggu apalagi?"ujar Shasa menatap Rion.


"Ayo segera kasih tau informasi penting ini ke Leo dan Ariel"ajak Rion dan Shasa langsung mengangguk setuju.


Keduanya kompak menyalin semua informasi temuan mereka pada laptop kecil masing masing,setelah selesai kedua remaja itu segera keluar meninggalkan ruangan kerja mereka itu untuk pergi menemui Leo dan Shasa.


Disisi lain Leo dan Ariel tengah berada disebuah ruangan latihan yang ada dimarkas mereka itu,keduanya saat ini tengah berlatih bertarung saling melawan satu sama lain diatas sebuah ring.Keduanya terlihat sama sama menggunakan baju kaos lengan pendek dan celana khusus olahraga,mereka latihan dengan menggunakan tangan kosong.


Leo dan Ariel terlihat saling memberikan menyerang dan tangkisan terhadap serangan masing masing,keduanya terlihat sama sama memiliki basic bertarung yang kuat.keringat sudah terlihat memenuhi dan membasahi pakaian masing masing,namun belum ada salah satu diantara mereka yang berniat mengalah untuk mengakhiri latihan mereka itu.


Hah...hah...hah...nafas Ariel memburu keluar karena sudah merasa kelelahan,ia akui kalau dalam bertarung seperti ini Rion bukan lawan yang seimbang untuknya.Cowok itu punya kekuatan dan energi yang lebih besar darinya, sedangkan dirinya sendiri unggul dalam hal kecepatan dan kelihaian membaca gerakan cowok itu.


"Kamu kelihatannya sudah kelelahan Riel,mau istirahat?"tanya Leo menatap gadis dihadapannya itu sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2