
Ariel menatap pantulan dirinya di kaca,ia menggunakan baju kaos hitam lengan pendek serta dilapisi jaket kulit hitam dan juga celana jeans panjang hitam.Dari penampilannya sudah bisa dipastikan gadis itu hendak pergi ke suatu tempat,setelah semua penampilannya sudah dirasa pas baru ia beranjak dari depan cermin.
Ariel meraih hp dan kunci mobil miliknya di atas nakas kemudian berjalan meninggalkan kamarnya,dengan langkah santai ia berjalan dan berhenti tepat di depan sebuah kamar.
Ia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar itu beberapa kali dan langsung terdengar sautan dari dalam kamar di depannya itu.
"MASUK AJA SHASA GAK KUNCI KOK!"suruh si pemilik kamar yang tidak lain adalah Shasa.
"Ada apa Ri,ke kamar Shasa?"tanya Shasa pada Ariel yang baru memasuki kamarnya.
"Lagi apa?"tanya Ariel balik bertanya
"Lagi nonton film desney,kenapa?"jawab Shasa.
"Udah nontonnya,sana ganti baju! lalu ikut gue pergi"suruh Ariel pada Shasa yang sedang tiduran tengkurap di atas tempat tidurnya dan sebuah laptop yang menyala di hadapannya.
"Gak mau ah,film kartunnya belum selesai"
Ujar Shasa menolak ajakan Ariel,film kartun yang ia tonton baru setengah jalan jadi tanggung kalau dilanjutin.
"Nanti aja nontonnya,sekarang ikut gue dulu"ucap Ariel yang masih mencoba membujuk sahabatnya itu.
"Emangnya Riri mau ajak Shasa kemana sih?" tanya Shasa sedikit kesal karena waktu menontonnya terganggu.
"Katanya lo mau tau soal misi gue,kalau gak mau gak usah"jawab Ariel,ia mulai membalikkan badannya berniat meninggalkan kamar itu.
"Eh iya gue ikut,bilang kek dari tadi"ujar Shasa mencegah Ariel yang hendak pergi dari kamarnya dan bisa kalian lihat gaya bicaranya langsung berubah drastis.
"Buruan ganti baju!"suruh Ariel lagi,tidak jadi beranjak dari sana.
__ADS_1
"Tunggu gue bentar"pinta Shasa langsung bangun dari posisi tengkurap nya kemudian mengambil bajunya dari lemari lalu masuk keruang ganti untuk mengganti bajunya.
Sedangkan Ariel sendiri memilih untuk duduk di pinggir kasur Shasa sambil menonton film kartun yang masih diputar di monitor laptop milik sahabatnya itu,sembari menunggu Shasa selesai bersiap siap.
"Ayo ri,gue udah siap"ujar Shasa yang sudah selesai bersiap siap,penampilannya saat ini tak beda jauh dengan Ariel yaitu memakai kaos lengan pendek berwarna abu abu di lapisi jaket kulit coklat dan juga celana panjang yang warnanya selaras dengan warna bajunya.
"Hm"saut Ariel beranjak dari atas kasur tapi sebelum itu ia mematikan laptop milik Shasa itu dulu.
Setelah itu keduanya keluar dari dalam kamar Shasa setelah itu sang pemilik kamar langsung mengunci kamarnya dari luar.
"Kenapa dikunci?"tanya Ariel dengan heran melihat tingkah Shasa yang tidak biasanya mengunci kamarnya saat dia gak ada didalam.
"Buat jaga jaga aja,ada sesuatu didalam yang bahaya kalau ada yang gak sengaja nemuin"
jawab Shasa.
"Jangan bilang..."
"Untung ini perumahan elit,jadi kemungkinan dirazia kecil"komen Ariel pada Shasa,kedua
nya saat sedang berjalan menuruni tangga.
"Makanya gue ngerasa aman,sama kayak data rahasia di komputer dalam kamar lo yang punya pengamanan elit jadi lo bisa tenang kayak gini"ujar Shasa,Ariel melirik sinis pada sahabatnya itu.
"Gak usah sinis gitu liriknya,gue cuma gak sengaja nemuin kemarin waktu make komputer lo.Tapi seperti gue bilang tadi pengamanan nya terlalu elit jadi gak bisa diakses"ucap Shasa yang menyadari lirikan sinis dari Ariel padanya.
"Eh ini kita gak izin ke Kay sama Rere?"tanya Shasa pada Ariel sesampainya mereka dilantai bawah.
Ariel menghentikan langkahnya,ia lupa akan hal itu.
__ADS_1
"Lupakan lo?yau dah kita nitip pesan aja sama salah satu pelayan,biar mereka yang bilang nanti sama yang lain kalau mereka nanyain. Gimana?"tanya Shasa memberikan usul dan Ariel sendiri hanya mengangguk sekilas memberi tanda kalau ia setuju akan hal itu.
"Tunggu bentar disini,biar gue samperin pelayan dulu mungkin mereka lagi di dapur sekarang"suruh Shasa menyuruh Ariel menunggunya dan lagi lagi Ariel hanya mengangguk saja.
"Yuk,gue udah nitip pesan"ujar Shasa sekembalinya dirinya dari dapur.
Sekarang disini lah mereka saat ini yaitu didalam mobil milik Ariel yang saat ini melaju cukup kencang menelusuri jalanan kota yang lumayan lengang karena saat ini masih termasuk jam kerja mayoritas para pekerja di kantor,posisi duduk keduanya saat ini yaitu Ariel yang berada di kursi pengemudi sedangkan Shasa duduk di samping Ariel.
Sebenarnya tadi Shasa ingin sekali mengendarai mobil miliknya sendiri saja tapi Ariel langsung melarangnya karena menurut sahabatnya itu akan ribet nantinya,Shasa memperhatikan lingkungan sekitar jalanan yang mereka lalui dari jendela mobil.
Suasana lingkungan pada pinggir jalanan yang mereka lalui saat ini masih terlihat sangat asing bagi Shasa karena seingatnya ia belum pernah melewati jalanan itu.
"Kita mau kemana sih Ri? Gue belum pernah deh lewat sini"tanya Shasa akhirnya,sungguh ia sangat penasaran sejak tadi hendak kemana sebenarnya Ariel membawanya saat ini.
"Ke suatu tempat dimana gue bisa jawab pertanyaan lo dengan bebas dan aman tentunya"jawab Ariel yang masih fokus melihat jalan di depannya,tak lama kemudian Ariel membelokkan kemudinya memasuki sebuah persimpangan yang semakin sepi dan tak lama kemudian berhenti disebuah bangunan berbentuk gedung yang terbengkalai alias tak terurus.
"Ri lo gak ada niatan buat nutup mulut gue kan?"tanya Shasa sedikit khawatir melihat kawasannya saat ini berada,ia menatap tajam Ariel.
"Enggaklah,bisa ngajak perang keluarga Kimberly kalau tiba tiba pewaris utama bisnis mereka hilang selamanya"jawab Ariel santai,ia melihat sahabatnya itu masih dalam posisi mempertahankan diri.
"Ayo keluar"ajak Ariel langsung keluar duluan dari dalam mobilnya dan langsung disusul oleh Shasa dengan sedikit takut takut dan waspada dalam saat yang bersamaan.
Gadis itu berjalan mengikuti Ariel dari belakang mendekat kearah pintu masuk gedung itu.
"Selamat datang nona muda"sapa beberapa orang pria berbadan besar yang berdiri di dekat pintu masuk,biasa langsung Shasa tebak kalau mereka itu penjaga disana.
"Hm,mereka sudah datang?"tanya Ariel setelah menyahuti sapaan orang orang itu dengan deheman saja dan jangan lupa muka datar sekaligus dinginnya.
"Be...belum nona"jawab salah satu diantara mereka dengan sedikit takut takut.
__ADS_1
"Kalau sudah datang suruh mereka keruangan biasa dan kenalkan dia salah satu rekanku,panggil dia nona juga"ujar Ariel berpesan dan sekaligus juga memperkenalkan Shasa pada para penjaga di depannya.