The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 67


__ADS_3

"Kalau sudah datang suruh mereka keruangan biasa dan kenalkan dia salah satu rekanku,panggil dia nona juga"ujar Ariel berpesan dan sekaligus juga memperkenalkan Shasa pada para penjaga di depannya.


"Baik nona"ucap para penjaga disana


"Halo nona"sapa para penjaga pada Shasa sambil membungkuk sebentar kemudian berdiri lagi seperti semula.


"Ya halo"balas Shasa menyapa balik orang orang yang baru ia temui itu,jujur saja Shasa saat ini sedikit bergidik ngeri melihat tampang para penjaga itu yang cukup menyeramkan menurutnya.Berbeda jauh dengan orang kepercayaannya siapa lagi kalau bukan pak Can yang menurutnya memiliki wajah yang cukup rupawan,bahkan Kay saja sering iseng menggoda orang kepercayaannya itu jika bertemu.


"Kalau gitu saya keruangan biasa dulu,ayo Sha"Pamit Ariel dari sana,ia memegang pergelangan tangan Shasa kemudian menariknya pergi dari sana.


"Ri"


"Hm"


"Siapa tadi yang lo tanyain sama penjaga di depan udah datang atau enggak?"tanya Shasa,langkahnya masih terus mengikuti Ariel.


"Rekan rekan gue"jawab Ariel yang fokus berjalan ke depan.


"Rekan ya,Rion apa Leo nih?"tanya Shasa.


Ariel menghentikan jalannya sebentar kemudian langsung menoleh ke arah Shasa yang sedang ada disampingnya,ia menatap sahabatnya itu sejenak.


"Entah sejauh mana lo tau semuanya"ujar Ariel kemudian langsung melanjutkan langkahnya lagi.


"Gak banyak tapi gue cuma tau garis besarnya aja"saut Shasa yang saat ini berjalan di samping Ariel.


"Hmm,bisa dipercaya"komen Ariel dengan nada sedikit ragu dengan perkataannya sendiri.


"Seriusan gue cuma tau garis besarnya doang,gue gak bohong soal itu"ujar Shasa yang mengetahui sahabatnya itu ragu akan apa yang ia bilang tadi.


"Kenapa berhenti?"tanya Shasa pada Ariel karena gadis itu tiba tiba berhenti begitu saja.


"Kita sampai"jawab Ariel


Ariel memutar knop pintu dan mendorongnya ke depan sehingga pintu didepannya itu terbuka.


"Ayo masuk"ajak Ariel pada Shasa untuk masuk kedalam ruangan dibalik pintu itu.


Shasa menuruti perkataan Ariel untuk masuk kedalam ruangan didepannya itu,sedangkan Ariel sendiri menyusul masuk setelahnya kemudian menutup pintu ruangan itu kembali,


Shasa langsung duduk disalah satu kursi disana tanpa menunggu Ariel menyuruhnya duduk karena ia yakin nanti juga sahabatnya itu akan menyuruhnya duduk juga.


Setelah menutup pintu kembali Ariel menyusul Shasa duduk salah satu kursi tepat di samping sahabatnya itu.

__ADS_1


"Berapa banyak ruangan dalam bangunan ini?"tanya Shasa pada Ariel,matanya terus menelusuri sudut demi sudut ruangan.


"Gak tau"jawab Ariel.


"Jumlah penjaga atau orang orang disini?"tanya Shasa


"Gak tau"jawab Ariel kembali.


Mata Shasa menyergit heran pada Ariel yang sedang memasang tampang datar disampingnya.


"Trus apa yang lo tau?"tanyanya.


"Gak ada,ini bukan tempat punya gue tapi Rion"jawab Ariel pada Shasa.


"Oke satu pertanyaan lagi dan yang ini jangan lo jawab gak tau,awas lo"ujar Shasa pada Ariel,ia hendak mengajukan pertanyaan lagi.


"Apa?"saut Ariel singkat.


"Ada ruang sandra atau penyiksaan gak?"ucap Shasa mengajukan pertanyaannya.


"Ada"jawab Ariel singkat.


"Gue udah yakin pasti lo tau kalau udah berhubungan soal itu"ujar Shasa.


"Katanya tadi yang terakhir"ujar Ariel pada Shasa.


"Gak jadi itu yang terakhir,gue masih punya banyak pertanyaan soalnya.Udah jawab"ucap Shasa,membatalkan perkataannya tadi.


Sedangkan Ariel hanya bisa menatap malas sahabatnya itu.


"Sejauh ini baru satu atau dua gue lupa"jawab Ariel.


"Lo pernah turun tangan?"tanya Shasa yang masih terus berlanjut mengajukan pertanyaan


pada Ariel.


"Belum masih anak buah gue,mereka yang gue suruh bersihin"jawab Ariel.


"Bagus deh kalau gitu,sebisa mungkin jangan ngotorin tangan lo sendiri apalagi cuma buat bersihin tikus sama kecoak doang cukup suruh orang-orang lo aja.Kecuali kalau udah ngehadapin ketua koloninya baru lo ikut tutun tangan,itupun kalau orang-orang lo udah gak bisa nanganin"ujar Shasa mengingatkan Ariel.


"Gue tau kok"saut Ariel singkat.


Setelah itu Shasa masih terus menghujani Ariel dengan beragam pertanyaan,sedangkan Ariel yang menjadi sasaran pertanyaan itu hanya bisa pasrah saja menjawab satu persatu pertanyaan yang Shasa berikan padanya.

__ADS_1


Kita tinggalkan Ariel dan Shasa yang sedang ada di ruangan itu untuk sementara waktu,


sekarang kita kembali ke area pintu masuk gedung tua alias markas mereka itu.Disana terdapat Rion dan Leo yang baru saja datang,


terlihat dari keduanya yang masih menggunakan seragam sekolah lengkap hanya dasi keduanya saja yang sudah tidak dikenakan ditambah baju mereka yang sudah dilapisi dengan jaket guna menutupi sebagian besar baju seragam mereka.


"Selamat datang bos"sapa dua orang penjaga yang telat ada didepan pintu masuk pada kedua pemuda itu.


"Gimana keadaan markas aman?"tanya Rion pada kedua penjaga itu.


"Aman bos,cuma tadi ada nona muda datang kesini"jawab salah satu penjaga pada Rion,selain itu sang penjaga juga memberi tahu kehadiran Ariel di markas mereka itu.


"Benarkah,dimana dia sekarang?"kali ini Leo yang bertanya.


"Saat ini nona muda ada di ruangan biasa tempat bos biasa berkumpul dan tadi nona muda berpesan pada kami kalau bos berdua sudah datang disuruh untuk menemuinya " jawab penjaga itu.


"Baiklah,terima kasih"ucap Leo.


"Ada satu lagi bos"ujar penjaga itu lagi.


"Satu lagi?apa?"tanya Rion


"Kali ini nona muda gak datang sendiri kayak biasanya tapi bersama satu orang perempuan"lapor penjaga itu.


"Siapa?"tanya Rion


"Saya gak kenal bos,tapi perempuan itu sepertinya seumuran dengan nona muda dan sepertinya itu salah satu sahabat nona muda mungkin.Karena nona muda meminta kami semua memanggil gadis perempuan yang bersamanya itu dengan panggilan yang sama dengannya"jelas penjaga lain pada Rion dan Leo.


"Baiklah,kalau begitu kami pergi dulu.Kalian tetap berjaga dengan baik"ujar Rion pada kedua penjaga itu.


"Baik bos"saut dua penjaga itu dengan tegas.


"Yuk keruangan sekarang"ajak Rion pada Leo.


"Hm"saut Leo.


Setelah itu keduanya langsung berjalan memasuki gedung yang merupakan markas mereka itu untuk segera menuju keruangan yang dimaksud penjaga tadi.


"Kira kira siapa yang Riel bawa kesini ya?"tanya Leo penasaran.


"Gak tau,tapi yang jelas gak mungkin kembaran atau dua sahabatnya"jawab Rion.


"kalau itu sih emang gak mungkin,tapi siapa ya kalau kata penjaga didepan tadi sih katanya anak cewek seumuran Riel"ujar Leo.

__ADS_1


"Udahlah gak usah dipikirin,bentar lagi juga kita bakal tau siapa"ucap Rion pada Leo.


__ADS_2