The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 144


__ADS_3

~Francis~


Bruk....


"Aduh Sakit"keluh Aurel saat tiba tiba tanpa sengaja lutut kirinya terhantuk pinggiran meja saat hendak berdiri dari sofa tempatnya duduk karena ingin berancak dari ruang keluarga.


"Ada apa nona muda?"tanya salah seorang pelayan datang menghampirinya,pelayan yang tadi posisinya tak jauh dari Aurel. Pelayan itu langsung menghampiri gadis itu saat sang pelayan mendengar anak majikannya itu,mengeluh kesakitan.


"Tak ada apa apa,kaki saya hanya terhantuk meja saja"jawab Aurel


"Benarkah nona,apa ada yang terluka?apa perlu saya obati?"tanya pelayan itu tampak khawatir.


"Tidak perlu dan kaki saya tidak terluka,sana kembali lanjutkan pekerjaanmu saja"saut Aurel.


"Baik nona"balas pelayan itu langsung membungkuk sebentar sebelum beranjak dari sana untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi ia tinggalkan.


"Cks kenapa gue ceroboh banget,sampai terhantuk.Lutut gue lebam lagi"gumam Aurel mengusap ngusap lututnya yang terasa sedikit ngilu akibat terhantuk cukup keras tadi.


Ia segera melanjutkan niatnya tadi untuk meninggalkan ruang keluarga menuju kekamarnya,sesampai dikamarnya Aurel langsung menghempaskan dirinya sendiri diatas kasur.Gadis itu berbaring telentang menatap layar ponsel ditangannya,ia mendengus kesal karena belum ada satupun notifikasi dari kembaran dan dua sahabatnya.


"Ini mereka bertiga gak ada niat buat hubungin atau setidaknya kirim pesan buat ngasih kabar atau enggak nanya kabar gue sih?"ujar Aurel saat tak menemukan satupun pesan atau riwayat dari tiga pemilik kontak didaftar kontak hpnya.


"Mana gue kangen sama Riri"gumam Aurel.


Sebenarnya rencana awalnya,Aurel akan kembali ke Indonesia hari ini.Tapi tidak ada angin tak ada hujan,papanya memintanya untuk stay disini untuk beberapa hari dan tentunya mamanya langsung setuju saja dengan keputusan mendadak papanya itu. Alasannya?katanya sih supaya Aurel bisa menemani sang mama agar tidak merasa kesepian dimansion karena sang papa yang sibuk bekerja.Kenyataannya?kenyataannya malah sebaliknya,malah Aurel yang harus merasa kesepian karena mamanya secara mendadak punya pekerjaan yang harus diurus dikota sebelah untuk beberapa hari sedangkan papanya juga memutuskan menginap dikantor saja untuk menghemat waktu yang terpakai untuk bolak balik.

__ADS_1


Tak sampai disitu saja,Aurel sempat meminta izin untuk jadi pulang hari ini meskipun jadwal keberangkatannya malam ia tak masalah.Tapi lagi dan lagi takdir tak membiarkan gadis itu untuk meninggalkan mansion karena papanya tak menyetujui hal itu,papanya ingin supaya Aurel kembali keindonesia menggunakan Jet pribadi keluarga Wyle.Dan ternyata Jet itu saat ini sedang ada dibengkel untuk pemerikasaan rutin dan juga untuk mengganti beberapa komponen,yang benar saja itu artinya ia memang harus tinggal sendirian dimansion megah keluarganya itu hanya dengan ditemani oleh para penjaga dan pelayan.


Aurel melempar ponsel genggamnya keatas kasur kemudian bangkit dari posisi berbaringnya turun dari atas tempat tidur itu,ia kembali keluar meninggalkan kamarnya. Tanpa tujuan yang pasti Aurel mengikuti kemana langkah kakinya membawanya dan tak disangka sangka langkah kakinya malah membawa dirinya memasuki kamar sang kembaran yang hanya berjalak sekitar sepuluh langkah dari pintu kamarnya, mungkin karena efek rindu yang besar akan kembarannya itu makanya ia malah kesini.


Aurel memutar knop pintu kamar Ariel untuk membukanya,tapi ternyata tak bisa dibuka karena pintu itu dikunci.Gadis itu duduk dilantai sambil bersandar didepan pintu kamar kembarannya itu,Aurel mengambil nafas panjang siap mengambil ancang ancang.


"KETUA PELAYAN"Aurel berteriak memanggil pelayan.


Tap...tap...tap...tak berselang lama hanya beberapa detik setelah Aurel berteriak, langsung terdengar suara langkah orang berlari mendekat ketempatnya berada saat ini.


"Ya ampun nona,anda kenapa?kenapa bisa duduk dilantai seperti ini?"ujar seseorang yang datang menghampirinya itu langsung berjongkok untuk memeriksa keadaannya,


orang yang datang itu adalah ketua pelayan.


"Lalu ada apa nona memanggil saya?dan kenapa nona duduk diatas lantai seperti ini?"tanya ketua pelayan itu.


"Bibi ketua pelayan disinikan?"ujar Aurel menjawab pertanyaan ketua pelayan itu dengan pertanyaan.


"Iya nona saya ketua pelayan disini,bukankah anda sudah tau atau mungkin anda lupa" jawab ketua pelayan itu.


"Aku sudah tau kalau bibi itu ketua pelayan disini tapi aku bertanya hanya untuk memastikan saja,siapa tau udah ganti pas aku tidak disini"ujar Aurel.


"Kalau ganti itu artinya bibi dipecat dong non"ujar ketua pelayan itu.


"Iya juga sih"gumam Aurel mendengar perkataan ketua pelayan itu,kenapa ia jadi keliatan bego gini ya.

__ADS_1


"Jadi nona perlu apa memanggil saya kesini?"tanya ketua pelayan itu sekali lagi menanyakan tujuannya dipanggil oleh majikan mudanya itu.


"Bibi pasti pegang kunci cadangan semua ruangan dikamar inikan?"tanya Aurel


"Iya nona,tuan memberikannya kepada saya untuk digunakan dalam keadaan darurat sejak kejadian yang menimpa nona muda waktu itu"jawab ketua pelayan itu.


"Kalau begitu bisa bibi bukakan pintu kamar kembaranku"ujar Aurel.


"Tentu saja nona"jawab ketua pelayan itu mengiyakan.


"Baguslah,tolong bukakan pintu kamarnya Riri ya"pinta Aurel,gadis itu menggeser posisinya yang bersandar didepan pintu kamar Ariel menjadi kesamping dan tentunya masih setia dengan posisi duduknya diatas lantai.


"Baik nona,tapi bukankah lebih baik nona berdiri saja dan tidak duduk dilantai"ujar ketua pelayan itu.


"Aku sedang malas berdiri bi,jadi aku duduk disini saja.Lagi pula lantainya terlihat bersih"saut Aurel menolak untuk berdiri dari lantai itu.


"Nona memang benar kalau lantainya memang terlihat bersih karena rutin fibersihkan oleh rekan rekan pelayan saya,tapi tetap saja pasti ada kuman disana karena sering dilalui orang.Jadi lebih baik nona tidak duduk disana supaya terhindar dari kuman" ujar ketua pelayan itu masih berusaha membujuk nonanya ini.


"Tidak mau bi,lebih baik bibi cepat bukakan pintu kamar Riri supaya saya bisa cepat masuk.Jadi tak perlu duduk dilantai lagi"ujarAurel.


"Baik nona"ujar ketua pelayan itu akhirnya mengalah dan dengan cepat membuka pintu kamar kembaran nonanya ini,ia memang selalu membawa kunci cadangan semua kamar utama dan beberapa kunci ruangan penting bersamnya.Selain supaya ia tak perlu repot bolak balik untuk mengambil kunci kunci itu jika diperlukan,tapi juga sebagai jaga jaga jika ada oknum oknum bertangan gatal yang berniat jahat jika memegang kunci kunci penting itu.


Ceklek...suara kunci pintu kamar Ariel berhasil dibuka oleh ketua pelayan itu


"Sudah saya bukakan nona"ujar ketua pelayan itu kepada majikan mudanya yang masih setia duduk dilantai keramik itu.

__ADS_1


__ADS_2