
"Halo semuanya"sapa Shasa setiba dimeja itu kepada para sahabat dan teman temannya yang lain.
"Hai Shasa"balas Miko dkk menyapa balik Shasa.
Ariel dan Shasa duduk di dua kursi kosong yang tersisa disana.
"Kamu sama Shasa kemana Ri,pas disuruh keluar dari kelas sama guru matematika?" tanya Aurel pada Ariel kembarannya.
"Rooftoof sekolah"jawab Ariel menoleh kearah Aurel.
"Kalian berdua kok gak balik balik ke kelas sih,padahal kan lo berdua disuruh keluar cuma pas pelajaran MTK doang bukan sampai istirahat?"giliran Kayla kali yang bertanya pada kedua sahabatnya yang baru datang itu.
"Nanggung"jawab Ariel singkat.
"Nanggung apaan dua mata pelajaran loh itu,bukan lima menit jadi bilang aja kalian berdua sengaja bolos sampai jam istirahat"ujar Mia menanggapi jawaban Ariel.
"Mana ada Shasa sama Riri sengaja bolos, Tapi Shasa sama Riri tadi cuma gak sadar sekaligus gak denger bel bunyi aja saking asiknya ngobrol di rooftoof sekolah"ujar Shasa.
"Sama aja itu mah"ujar Rion ikut masuk dalam pembicaraan cewek cewek itu.
__ADS_1
"ih..mana ada sama beda tau,Mia bilang kan Shasa sama Riri sengaja sedangkan kita gak sengaja lewatin pelajaran selanjutnya"ujar Shasa kepada Rion.
"Iya beda tapi akhirnya kan sama,kalian tetep aja bolos"balas Rion.
"Beda ih,kita cuma gak masuk kelas bukan bolos.Kok Rion rewel banget sih"bantah Shasa terlihat kesal dengan Rion.
*liat aja nanti ya pas di markas,gue jadiin ayam geprek itu bocah*ujar Shasa dalam hatinya.
*Kesel kan lo?gak bisa ngamuk kan?rasain tuh nahan emosi hahaha*Rion dalam hatinya tertawa puas membuat Shasa kesal,emang sengaja dia tuh.
"Sama aja"ujar Rion masih melanjutkan kegiatannya membuat Shasa kesal dan emosi.
"Rion udah,jangan sampai Shasa ngambek"ujar Aurel pada Rion,meminta cowok itu untuk berhenti mengajak Shasa berdebat.
"Biarin aja kalau Shasa ngambek Rel,ADUH..."Rion mengaduh kesakitan.
"Kenapa lo Rion,kesakitan gitu?"tanya Miko pada Rion
"Siapa yang nendang kaki gue Woi?!sakit tau gak mana kayaknya yang kena tulang kering gue lagi"ujar Rion sambil mengusap usap kakinya yang sepertinya ditendang oleh seseorang.
__ADS_1
"Gue,kenapa?"saut Ariel datar sambil menatap tajam kearah Rion.
"lo Ri,kok kaki gue ditendang?sakit tau"tanya Rion berusaha setenang mungkin padahal mah dia takut itu kena tatapan tajam nan dingin dari Ariel.
"Jangan cari masalah sama sahabat gue"ujar Ariel dengan menekan setiap katanya pada Rion,gadis itu terlihat mengusap pucuk kepala Shasa supaya gadis itu tidak kesal lagi sambil matanya masih menatap tajam kearah Rion.
"Eh i iya Ri,sorry"ujar Rion langsung kicep seketika,bisa gawat kalau pawang Shasa yang satu itu udah turun tangan kayak gini.
"Gila kok lo tiba tiba jadi pucet gitu Rion?"tanya Ryan yang sebenarnya bertujuan ngeledek Rion.
"Mana ada muka gue pucet,gak kok"bantah Rion,padahal muka dia emang pucat seketika saat Ariel berbicara padanya tadi.
"Muka lo pucet pasti takut sama Ariel kan?"ujar Miko,dia tau pasti akan hal itu karena dirinya sendiri baru merasakannya kemarin.
"Udah udah gak usah bahas itu lagi"ujar Aurel
"Ngomong-ngomong Shasa sama Riri gak pesen makanan?"tanya Aurel pada keduanya.
"Enggak Re,soalnya tadi Shasa sama Riri udah makan duluan tadi"jawab Shasa menggelengkan kepalanya begitu juga Ariel yang terlihat ikut menggelengkan kepalanya juga.
__ADS_1