The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 29


__ADS_3

Saat ini adalah jam pulang sekolah Aurel dkk dan Miko dkk sudah berada diparkiran bersiap untuk pulang,mereka saling berpamitan satu sama lain.


"kita duluan ya guys"pamit Miko dkk+Mia pada Aurel dkk.


"Oke"jawab Aurel dkk-Mia tentunya.


Satu persatu mobil yang mereka kendarai meninggalkan parkiran melaju kearah gerbang dan akhirnya meninggalkan kawasan sekolah.


Tak jauh dari sana terdapat seseorang didalam sebuah mobil yang terparkir dipinggir jalan tampak memperhatikan kepergian remaja remaja itu khususnya salah satu diantaranya,sedangkan yang jadi objek pengamatannya itu tidak menyadari bahwa ia sedang diawasi bahkan saat mobilnya melaju melewati mobil yang terparkir itu ia sama sekali tidak curiga.


Setelah objek pengamatannya sudah tak terlihat lagi,orang yang tampak berpakaian rap seperti pekerja kantoran umumnya yaitu menggunakan kemeja lengan panjang berwarna krem ditambah dasi tidak ada yang mencurigakan dari penampilannya.Orang itu mengambil telepon genggam yang ada di sakunya lalu mencari nomor kontak tujuannya setelah itu menekan icon memanggil pada layar telepon itu untuk menghubungi seseorang.


Tut...tut...tut...bunyi telepon yang sedang menghubungkan panggilan yang dituju.


"Halo Bos"sapa orang tersebut sesaat setelah panggilannya diterima dan ternyata orang yang ia hubungi adalah bosnya.


"Bagaimana?"tanya sang bos


"Saya mau kasih kabar bos,bener bos dia ada disini bukan cuma dia aja tapi kembarannya juga"ucap orang itu melapor apa yang ia lihat pada bosnya.


"Benarkah,jadi maksudmu kedua putri kembar tuan Wyle ada di negara ini saat ini bukan hanya pewarisnya saja?"ucap sang bos memastikan apa yang baru ia dengar,si bos itu cukup terkejut dengan informasi yang baru ia dapatkan dari orang suruhannya.

__ADS_1


"Iya bos,saya bisa pastikan itu karena saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri bos"ucap orang suruhan itu meyakinkan sang bos akan informasi yang ia dapatkan.


"Baiklah kalau begitu terus awasi mereka jangan sampai lengah,laporkan semua informasi yang kamu dapatkan pada saya khusunya tentang gadis pewaris utama itu paham"suruh Si bos pada orang suruhannya itu.


"Siap bos"jawab orang suruhan itu,setelah itu akhirnya telepon tersebut ditutup oleh sang bos.


Disisi lain seorang pria paruh baya berdarah asing sedang tersenyum jahat setelah mendapat telepon dari salah seorang suruhannya dan mendapat sebuah informasi untuknya.


"Ternyata benar anak itu ada di negara ini sekarang dan hal yang paling tidak terduga kembarannya juga,manarik sekali sepertinya kita harus bermain main dulu Hahaha"ucap Pria paruh baya itu sambil tertawa kencang.


Tok…tok…tok…suara ketukan pintu ruangan tempat pria paruh itu berada terdengar


"MASUK!"suruh nya


"Ini saya bos,Ada apa kenapa bos memanggil saya"tanya orang suruhan itu pada bosnya.


"Ada yang harus kamu lakukan untuk saya dan pastikan itu terlaksana sesuai yang saya rencanakan kalau tidak bersiaplah nyawamu taruhannya"ucap pria paruh baya itu sedikit bengis pada orang suruhannya.


Sedangkan anak buahnya sekarang hanya bisa menelan ludahnya takut akan ancaman bosnya yang tidak mungkin main main.


"Baik bos,apa yang harus saya lakukan bos?"tanya anak buah itu akhirnya ingin mengetahui tugas yang akan diberikan bosnya padanya.

__ADS_1


"Itu......"


~Skip~


Dikediaman Aurel dkk.Shasa sedang berada didalam kamarnya,ia sedang teleponan dengan kedua orang tuanya.


"Hello mom dad"sapa Shasa semangat melalui teleponnya.


"Hello baby,how are you?"jawab mommy nya dari seberang sana.


"Im fine mom,mom Shasa kangen"ucap Shasa manja pada sang mommy.


"Mommy sama Dady juga kangen sama kamu sayang"jawab mommy nya.


"Kamu sih,ide banget pergi jauh dari rumah"tambah Dady nya.


"Ya kan,Shasa juga gak mau jauh jauh dari sahabat Shasa"ucap Shasa,ia membuka pintu balkon kamarnya lalu pergi menuju pagar pinggir balkon dan bersandar di sana.


Shasa mengabiskan waktu cukup lama untuk ngobrol dengan orang tuanya,ia menceritakan pengalamannya tinggal di indonesia dan orang tuanya senantiasa mendengarkannya dari seberang sana.Setelah puas ngobrol dengan orang tuanya Shasa menutup teleponnya.


Tapi ia tidak langsung beranjak dari balkon kamarnya itu,ia memilih melihat suasana dari atas sana sampai arah pandangannya tidak sengaja tertuju pada sebuah mobil van hitam di seberang jalan hampir tepat didepan rumahnya.Awalnya ia merasa biasa saja namun entah kenapa lama lama Shasa merasa sedikit curiga pada mobil itu,bagaimana tidak curiga karena beberapa saat setelah ia melihat mobil itu sang pemilik mobil menurunkan kaca mobilnya kemudian mulai memperhatikan kearah gerbang rumah tempat tinggalnya dengan gelagat aneh kemudian mobil itu pergi dari sana.

__ADS_1


Shasa sedikit khawatir akan hal itu bagaimana kalau orang yang ada didalam mobil yang tadi ia lihat punya niat buruk padanya dan sahabatnya,kelihatannya ia harus meminta orang untuk menyelidiki hal ini.


__ADS_2