The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 185


__ADS_3

Srek...srek...AKH...


Tangan Shasa bergerak dengan cepat menggerakkan pisau kecil ditangannya menoreh permukaan kulit wajah laki laki itu,satu sayatan diujung mata,satu sayatan didahu dan dekat lehel,satu sayatan dipipi.


Sayatan itu tidak terlalu dalam menembus kulit tapi pasti cukup dalam untuk meninggalkan bekas,laki laki itu seketika langsung tak sadarkan diri.


"Jika anda kuat pasti anda akan selamat, semua sayatan pisauku itu akan mengingatkanmu untuk tidak macam macam kedepannya jika masih selamat"ujar Shasa pelan sambil menatap tubuh tak berdaya dihadapannya itu.


"Nona Muda!"


Shasa langsung berbalik badan dan menoleh kebelakang,langsung tampak sosok seorang laki laki yang menjadi penjaga sekaligus tangan kanannya berlari mendekat menghampirinya.Itu adalah pak Can.


Pak Can sampai dan berdiri dihadapan Shasa dan terlihat mulai mengamati kondisi nona mudanya itu


"Nona muda,baik baik saja?"tanya pak Can seperti hendak memastikan.


"Pak Can masih bertanya?tentu saja"jawab Shasa,gadis itu kembali berbalik menatap laki laki yang baru saja terkapar pingsan akibat keganasan pisau ditangannya.


"Nampaknya nyawa orang itu belum pergi dari tubuhnya"suara pak Can bicara.


"Memang"jawab Shasa.


"Kenapa nona muda tidak menghabisinya?ingin dijadikan mainan dimarkaskah?"tanya pak Can kepada Shasa.


"Tidak,aku akan melepaskannya"jawab Shasa, dan jawaban itu tentu langsung membuat pak Can kaget.


"Nona muda sedang bercanda?"tanya pak Can terdengar tak percaya.


"Apa Shasa terdengar sedang bercanda pak Can?"tanya Shasa datar.


"Tidak nona muda,anda terdengar tidak sedang bercanda.Tapi jawaban anda sedikit mengejutkan,tak biasanya"ujar pak Can menjelaskan kenapa ia sampai bertanya begitu.

__ADS_1


"Suruh salah anggota pak Can membawa orang itu kerumah sakit,tapi jangan kerumah sakit besar.Urus semua biaya rumah sakitnya, lakukan dengan cara bersih.Saya tak mau berurusan dengannya lagi"ujar Shasa memberi perintah kepada pak Can,setelah itu gadis muda itu langsung berbalik melangkah pergi menjauh dari sana dan kembali mendekat ketitik kedatangannya.


Pak Can tentu langsung segera menyusulnya, namun sebelum itu pak Can menghubungi anak buahnya terlebih dahulu untuk mengurus satu satu anggota yang selamat dari gangster kecil yang baru saja mereka bantai.


Mobil_ _


Hujan yang mengguyur kota paris sudah tak sederas tadi,dengan sudah menggunakan pakaian bersih dan tak bernoda sedikitpun kini Shasa tengah dalam perjalanan pulang ke mansion keluarganya.Tentu saja gadis itu tak mengendarai mobil yang tengah ia naiki ini sendiri,ada pak Can yang menyetir didepan sedangkan ia duduk dikursi penumpang dibelakang.Sejak memasuki mobil tadi,gadis yang masih sangat muda itu tampak hanya diam saja tak bersuara sedikitpun.


"Nona muda,bolehkah saya bertanya sesuatu?"ujar pak Can meminta izin.


"Ya,pak Can tanyakan saja"saut Shasa memberi izin.


"Kalau boleh tahu,kenapa nona muda meloloskan orang tadi.Bukankah itu tak seperti cara kerja nona biasanya?selain itu juga,membebaskan orang itu bukankah akan dapat menimbulkan masalah lain dikemudian hari jika dia kembali untuk membalas dendam kepada nona?"tanya pak Can panjang lebar, untuk menuntaskan rasa penasarannya.


"Jujur saja pak Can,aku sendiri meragukan keputusanku tadi.Lagi pula tak ada salahnya memberi kesempatan untuk satu orang dan jika orang itu memang memang datang lagi suatu saat nanti,Shasa yakin akan bisa membereskannya"ujar Shasa menjawab pertanyaan dari tangan kanannya itu.


"Begitu rupanya,baiklah saya paham nona muda.Dan saya akan meminta semua anggota yang mengetahui orang itu masih selamat,untuk menyembunyikannya dari tuan besar.Tentu nona muda Shasa tidak mau diomeli oleh ayah nona bukan?"ujar pak Can.


"Sama sama nona muda"saut pak Can.


Gadis muda yang baru berusia 12 tahun itu menatap keluar jendela kaca mobil


"S-saya mo-mohon a-mpuni s-saya,s-saya m-asih punya o-rang tua yang harus saya r-rawat.Saya mohon,s-saya berjanji akan berhenti"


Kata kata orang itu terlintas dikepala Shasa


*Kenapa aku masih saja lemah jika menyangkut orang tua?*batin Shasa yang tak habis pikir dengan dirinya.


*Sudahlah,mari kita lihat bagaimana masa depan*batin gadis itu lagi,matanya memandang jauh keluar kaca jendela mobil yang masih berjalan itu.


~FlasBack off~

__ADS_1


Akh...lamunan Shasa saat memutar kembali memory masa lalunya langsung terhenti setelah mendengar ringisan kesakitan dari Ariel,gadis itu dengan segera berusaha menoleh kesamping memeriksa kondisi Ariel.


*Tunggu seberapa lama gue ngelamun, kenapa Riri tambah babak belur gitu*batin Shasa kaget setelah melihat kondisi sahabatnya itu.


Hhihihi....Hahaha....tiba tiba saja gadis itu langsung terkekeh dan tertawa setelah menyadari sesuatu,semua orang yang ada disana tentu kaget melihat gadis yang menjadi paling muda disana itu tiba tiba tertawa padahal tidak ada yang lucu menurut mereka.


"Sahabat macam apa yang tertawa saat sahabatnya kesakitan?"suara tuan Frank terdengar,membuat Shasa langsung menghentikan tawanya saat itu juga.


"Saya bukan karena melihat sahabat saya yang kesakitan tuan Frank bajingan"ujar Shasa


Oke,tuan Frank sudah tak mengindahkan mulut gadis yang selalu mengeluarkan kata kata untuk merendahkan dan menghinanya sejak tadi.


"Saya tertawa karena merasa lucu setelah menyadari ternyata selama ini kami semua salah sangka akan satu hal,yaitu yang kami hadapi ternyata bukan cuma orang orang yang berkaitan dengan anggota keluarga Wyle saja.Tapi ternyata berkaitan dengan orang dari sebuah kisah masa lalu saya dulu"lanjut Shasa.


"Maksud lo Sha?"tanya Rion dan Leo berbarengan,mungkin kalau mulut keenam temannya yang lain tidak ditutup mungkin mereka akan ikut menanyakan hal yang sama.Ariel?gadis itu memang tak bertanya karena tahu kalau Shasa pasti akan menjelaskannya,lagi pula rasa sakit ditubuhnya akibat dihajar berulang kali oleh tuan Frank membuatnya harus menghemat energi.


"Gue sadar sekarang kenapa tuan bertopeng disebelahku ini sejak tadi selalu menatapku dengan sorot mata yang aneh dan selalu tersenyum penuh makna kepada gue,haha...


ternyata itu anda"ujar Shasa langsung menatap kearah laki laki bertopeng yang berdiri disalah satu sisi sampingnya itu.


"Bagaimana luka dari goresan pisauku beberapa tahun yang lalu?masih meninggalkan bekas?sepertinya iya ya.Kalau tidak mana mungkin anda harus repot repot menggunakan topeng jelek itu"lanjut gadis itu sambil tersenyum.


Prok...prok...prok...suara tepuk tangan dari tuan frank langsung terdengar memenuhi ruangan itu.


"Kenapa orang bodoh itu bertepuk tangan?" Shasa bertanya dengan polosnya.


"Diem Sha,nanti itu orang ngamuk woi"ujar Rion sepelan mungkin kepada Shasa.


*Mulut Shasa kayaknya emang gak bisa dikontrol deh,kalau udah berhubungan sama sipayah frank*batin Leo.


"Sepertinya gadis kecil-mu sudah mengenalimu Astor"ujar tuan Frank yang menghiraukan perkataan Shasa.

__ADS_1


__ADS_2