The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 124


__ADS_3

"Gue gak peduli lo berdua mau minum atau enggak,tapi intinya gue paling gak suka namanya pembohong"ujar Ariel terdengar sangat dingin dan datar.


Leo dan Rion meneguk air liur mereka sendiri saking gugupnya dengan tatapan dan aura yang penuh mengintimidasi dari gadis yang sedang melipat kedua tangannya didepan itu, sedangkan Shasa kembali mengubah posisi tempat duduknya sedikit menjauh dari sang sahabat.Posisi gadis itu saat ini berada dibagian samping tepat ditengah tengah posisi tempat Leo-Rion yang duduk berhadapan Ariel,dengan santainya ia mengemili sisa kerupuk ditoples sambil kepalanya secara bergantian menoleh kiri kanan menonton dengan tenang.


*Nontonin orang yang lagi terintimidasi sama auranya Riri,emang paling seru.Vibenya mirip mirip kayak film horor comedy gitu*ujarnya dalam hati,kriuk...kriuk...kriuk...suara kerupuk dikunyah oleh Shasa.


"Riel,ki..ki..kita minta maaf.A..aku sama Rion gak maksud bohong kok,cu..cuman.."ujar Leo dengan tergagap gagap meminta maaf kepada Ariel,tapi belum selesai ia bicara sudah dipotong oleh gadis itu.


"Cuman apa?"tanya Ariel dingin.


"Ka..kalau aku Cu..cuma pengen jaga image aja gitu,makannya kita bohong"lanjut Leo


"Tapi itu bukan ide aku kok Riel,itu idenya Rion"ujar Leo langsung menunjuk Rion disebelahnya.


Rion langsung tersentak kaget karena Leo menunjuk dan mengatakan kalau itu semua adalah idenya*beneran mampus gue ini mah*pikirnya.


Sedangkan Ariel langsung memfokuskan pandngannya kearah Rion.


"Rion"panggilnya,membuat cowok itu melihat kearahnya takut takut.


"Maaf Ri,gue kasih ide gitu karena gue gak mau seandainya lo tau gue suka minum alkohol nanti lo kasih tau sama papa gue.Kalau papa gue sampai tau kalau gue sering minum nanti dia marah,papa gue belum bolehin gue minum alkohol sebelum gue lulus SMA"ujar Rion menjelaskan alasan kenapa ia mengajak Leo untuk berbohong kepada Ariel mengatakan bahwa mereka tidak suka dan tidak kuat minum alkohol,


tentunya Leo langsung setuju akan hal itu.


"Huf...oke gue maafin,lain kali jangan pernah bohong lagi.Gue gak suka pembohong"ujar Ariel memaafkan kedua cowok itu untuk saat ini.Setelah itu ia beranjak berdiri dari posisi duduknya,setelah itu langsung pergi dari atap markas itu.


Leo dan Rion menghela nafas mereka setelah Ariel pergi dari sana,gak lagi lagi deh mereka bohong sama cewek itu.


"Yah kok udahan sih,gak ada sesi baku hantam atau sesi berdarahnya dulu sih"ujar Shasa terdengar kecewa dengan apa yang baru saja terhari,begitu juga dengan ekspresinya yang terlihat tak kalah kecewanya.

__ADS_1


"Maksud lo,lo berharap supaya gue sama Leo dihajar gitu sama Riri?!"tanya Rion menatap gadis itu dengan kesal.


"Iya"jawab Shasa santai


"Tapi bukan lo sama Leo sih,cukup lo aja dihajar sama Riri gue udah pasti puas dan terhibur kok"lanjut Shasa menatap balik Rion sengit.


*Gue susulin Riel kedalam aja ah,dari pada liat dua bocah ini ribut*pikir Leo langsung beranjak dari atap markas setelah merasakan ada tanda tanda kalau dua bocah didekatnya itu akan memulai pergeluatan mereka kembali.Baiklah mari kita kembali ke Rion dan Shasa sedang memulai pergelutan mereka dengan adu tatapan yang sengit.


"Apa lo natap gue kayak gitu?"ujar Rion


"Lo yang duluan natap gue,ya gue baleslah"saut Shasa.


"Alah alesan,bilang aja gue ganteng makannya lo jadi terpesona akan kegantengan gue ini makanya lo natep gue kayak gitu"balas Rion.


"Dih pede amat lo,muka burik gitu bikin gue terpesona?mustahil!"Shasa langsung membantah perkataan cowok dengan tingkat kepedean level dewa itu,mendengatnya saja membuat Shasa ingin muntah.


"Enak aja muka tampan gue ini dibilang burik,muka lo yang burik"saut Leo tak terima dibilang burik.


"Tampan dari hongkong!"seru Shasa.


"Untung lo cewek kalau enggak"


"Kalau enggak apa hah?!"


"Kalau enggak udah gue hajar lo!"


"Hajar aja sini,emang lo kira gue bakal takut gitu lo hajar"ujar Shasa bangkit langsung berdiri.


"Wah kayaknya lo bener mau dihajar ya!"saut Rion ikut bangkit dan berdiri.

__ADS_1


"Ayo sini!"ujar Shasa mulai menggulung lengan baju yang ia pakai bersiap untuk maju.


"Lo aja sini yang maju!masa gue sebagai cowok nyerang cewek duluan sih"tolak Rion dan menyuruh Shasa untuk menyerangnya terlebih dahulu.


"Oke lo yang minta"ujar Shasa berjalan mendekat kearah dan Buk...suara pukulan tinju Shasa melayang langsung kearah perut Rion dengan kencang.


"Akh...sialan!kok lo mukulnya beneran sih?"ujar Rion memegangi perutnya yang terasa sakit akibat ditinju oleh gadis yang saat ini berdiri dihadapannya sambil tersenyum miring.


"Kan lo yang nyuruh gue buat nyerang lo duluan,lemah banget lo dipukul gitu aja kesakitan"saut Shasa melipat kedua tangannya didepan sambil memandang remeh kepada cowok yang sedang menunduk kesakitan akibat terjena tinjuannya.


"Oh jadi kita beneran kelahi nih?Oke kalau itu mau lo"ujar Rion kepada Shasa.


Cowok itu langsung kembali berdiri tegak menatap Shasa tajam kemudian mulai melangkah mendekat kearah gadis itu dan Hap Rion langsung menggendong gadis itu dengan gaya Bridal Style dengan kedua lengannya.


"Woi turunin gue!"teriak Shasa langsung memberontak agar Rion menurunkannya, namun keliatannya itu sama sekali tak berpengaruh bagi Rion.


"Diem lo atau gue jatuhin kelantai"ancam Rion membuat Shasa langsung diam,bisa remuk tulangnya kalau sampai berbenturan dengan kerasnya lantai atap markas yang terbuat dari beton itu.


Setelah cewek yang dalam gendongannya itu diam,Rion langsung mulai melangkahkan kakinya mendekat ketepi atap yang sama sekali tidak memiliki pembatas itu.Menyadari hal itu Shasa langsung memberontak lagi digendongan Rion kembali.


"Woi lo mau apain gue!,kok dibawa kepinggir sih"ujar Shasa makin berontak.


"Mau gue lempar kebawah dari sini"jawab Rion sambil menyeringai.


Shasa mulai panik ketakutan mendengar ucapan cowok itu,apalagi saat Rion sudah berdiri tepat dipinggir atap,bahkan saat ia melihat kebawah ia sudah tak melibat lantai lagi melainkan tanah yang terlihat sangat jauh dari posisinya saat ini.Shasa yang tadinya berontak langsung mengaitkan kedua tangannya keleher Rion dengan erat,mukanya langsung memucat.


"Minta Maaf atau gue lempar lo kebawah"ujar Rion meminta Shasa yang berada pada gendongannya itu untuk minta maaf kepadanya.


"Gak mau,gue gak punya salah sama lo"jawab Shasa menolak untuk meminta maaf ke Rion,padahal dirinya sedang menahan ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2