
Tes...tetes air mata jatuh dipunggung tangan Ariel yang dari tadi mencengkram lengan tuan Frank,itu adalah air mata gadis itu.Padahal sejak tadi Ariel tak mengeluarkan setitikpun air matanya saat kesakitan akan serangan pukulan dari tuan Frank,tapi kini mendengar perkataan papanya itu mampu membuat air mata serta kekuatan dan kepercayaan dirinya luruh seketika.
Menjadi pewarisku tidak boleh lemah apalagi menangis,nona muda Ariel.
Saya tidak butuh gadis lemah,yang saya butuhkan adalah pewaris yang kuat.
Bunuh diri?kau pengecut nona muda,orang pengecut bukan darah daging dan pewaris Wyle.
Lakukan tugasmu dengan baik,tak peduli itu membahayakan dirimu pewarisku.
Lebih baik anda mati dari pada gagal menjadi pewarisku,tidak berguna.
Seketika bayangan dari perkataan papanya selama ini mulai berputar satu persatu didalam kepalanya,Ariel tersenyum miring.
*Aku hanya pewaris bukan putrinya,pewaris bisa digantikan?*batin gadis itu.
Mama serta kedua orang tua Shasa masih terdengar membujuk dicampur berdebat dengan papanya,sedangkan tuan Frank masih setia menantikan keputusan orang orang sambil tetap menodongkan pistol dikepalanya.
Tap...tap...Ariel melangkah mundur yang tentunya otomatis membuat tuan Frank juga ikut terdorong melangkah mundur ketepian kapal,gadis itu kini seolah tak merasakan sakit pada kakinya yang terkilir.
"Apa yang kau lakukan gadis kecil?"suara tuan Frank terdengar.
Ketiga orang dewasa yang tadinya sibuk berdebat itu langsung menatap kembali kearah mereka.
"Riri sayang,jangan melangkah mundur"panik sang mama.
"Riri,apa yang kamu lakukan?"tanya tuan Kimberly ikut panik.
Semuanya panik bahkan para bawahan juga ikut panik melihat pergerakan nona muda mereka itu,mereka mengambil sikap siaga semuanya.Hanya satu yang tetap pada ekspresi dinginnya yaitu tuan Wyle papa dari gadis itu.
__ADS_1
"Berhenti melangkah mundur,gadis kecil"ujar tuan Frank menahan pergerakan Ariel dengan sekuat tenaga,mereka benar benar berada dipinggir sekarang.
"Sepertinya tujuan rencana kedua anda akan terjadi"ujar Ariel pelan setengah berbisik, namun tuan Frank masih bisa mendengarnya dan langsung paham.
"Kalian terlalu lama mengambil keputusan tuan tuan dan nyonya nyonya,terutama anda tuan Wyle.Namun saya kini tak perlu keputusan kalian lagi,gadis ini sudah memilih"ujar tuan Frank dengan senyuman mencurigakan.
"Apa maksudnya Lion?"tanya Hera kepada suaminya.
"Ariel keponakanku sayang,apa maksud bajingan itu?"tanya tuan Kimberly yang merasa ada yang tidak beres.
Tuan Frank menurunkan pistol yang menodong dikepala Ariel,laki laki itu mengambil pisau lipat dengan tangan lain yang tadinya mencekal leher Ariel sedangkan tangannya yang memegang pistol tadi menggantikannya.
Pisau kecil yang tajam nan mengkilap itu diarahkan tepat kearah Ariel oleh tuan Frank, sedangkan pitol itu dengan sedikimian rupa diarahkan tuan Frank tepat menyasar kepalanya sendiri.
"Lion,sepertinya putri kalian dalam bahaya"ujar Nyonya Kimberly melihat pisau yang mengarah ke putri sahabatnya itu.
"Lion ayo lakukan sesuatu,jangan diam saja.Selamatkan putriku sialan!"ujar nyonya Wyle yang merasa was was,ia menggoyang goyangkan lengan suaminya menyadarkan dari diam.
"Saya tidak macam macam tuan Wyle,hanya satu macam saja dan ini pilihan pewarismu" ujar tuan Frank.
Tuan Wyle langsung menatap putrinya yang sejak tadi menundukan kepala
"NONA ARIEL,Pilihan Apa Maksudnya?Jangan Gegabah"tanya Tuan Wyle.
Ariel menaikkan kepalanya yang menunduk beberapa saat yang lalu kemudian menatap papanya.
Deg...Tuan Wyle langsung tersentak saat puttinya menatap dirinya dengan tatapan berbeda,tatapan kekecawaan dan putus keputus asaan yang dalam.Detak jantung laki laki paruh baya itu langsung meningkat drastis setelah mendengar perkataan putrinya itu
"Riri hanya menjalankan keputusan papa barusan"jawab Ariel sambil tetap pada senyuman kosongnya.
__ADS_1
Belum sempat tuan Wyle dan yang lainnya mencerna maksud perkataan gadis itu
Jleb...Dor...pisau sudah menusuk gadis itu disusul suara tembakan tuan Frank pada kepalanya sendiri,seperkian detik kemudian tubuh kedua orang berbeda usia itu langsung melayang jatuh dari tepian deck kapal menuju lautan.
"PUTRIKU!"teriakan Mamanya terdengar histeris.
BYURR....Tubuh Ariel menghantam permukaan air laut bersamaan dengan tuan Frank,cekalan pada lehernya sudah terlepas.
Ia tak mengetahui dan tak peduli kemana tubuh tuan Frank terbawa arus laut,yang jelas ia akan segera tenggelam jika tak berusaha berenang naik.
Gelembung gelembung udara terlihat keluar dari hidung Ariel,hanya air laut yang kini ia bisa lihat.Tak seperti reaksi orang yang tenggelam yang akan bergerak panik berusaha menyelamatkan diri,Ariel hanya terdiam pasrah menyadari dirinya semakin tenggelam.Jangan lupakan bekas tusukan pisau yang barusan ia terima terus menimbulkan rasa sakit,dan darah yang mengalir bercampur dengan air laut.
Bukan!ini bukan karena ikatan rantai yang mengikat kedua kaki dan tangannya,tapi gadis itu seakan sudah pasrah dengan apapun yang akan terjadi.
"Papa,tolong Riri!"
"Riri belum bisa berenang dilaut"
kedua kaki dan tangan seorang gadis kecil terus bergerak didalam air sesaat setelah dengan sengaja sang papa menjatuhkannya kedalam air laut yang dalam tanpa menggunakan alat bantu apapun
"Nic"
"Syukurlah nona muda tidak apa apa"
"Maaf saya baru bisa membantu nona setelah tuan pergi dengan boatnya"
Kembali sebuah potongan memory masa kecilnya terputar kembali,seiring pandangannya mulai memudar.
Byur....seseorang melompat kedalam laut.
__ADS_1
Bayangan seseorang berenang menuju kearahnya dan berusaha meraihnya,Ariel tak bisa mengenali siapa itu tapi yang jelas orang itu seolah menangkap tubuhnya dan matanya tertutup sempurna bersamaan dengan hilangnya kesadaran.