
"Tunggu,Shasa sama Rion gak tau?"tanya Mia yang nampak heran saat menyadari kalau kedua orang itu ikut bertanya tadi.
"Enggak,gue gak tau"jawab Shasa.
"Gue juga"jawab Rion.
Kemudian keduanya kompak menoleh kearah Ariel dan Leo yang nampak kompak mengukir smirik dibibir mereka.
"Gue sih gak kaget kalau lo punya plan B Ri, tapi kok lo gak ngasih tau sih Ri?"protes Shasa.
"Lo gak nanya"jawab Ariel asal.
"Apa isi rencana plan B lo berdua?"tanya Rion kepada Ariel dan Leo.
__ADS_1
Baru saja Leo ingin membuka mulut hendak menjawab pertanyaan dari Rion itu,tapi indra pendengarannya menangkap sebuah suara pergerakan diarea luar sell tempat mereka semua dikurung.
Tap...tap...tap...
"Gak usah dijelasin,kita semua pasti nanti tahu sendiri apa.Tutup mulut kalian,ada yang datang"ujar Shasa langsung memberi intruksi kepada semuanya,rupanya gadis itu juga menyadari apa yang didengar oleh Leo.
Tap...tap...tap...suara langkah kaki semakin mendekat saja,arah pandang semua remaja itu terfokus pada sebuah pintu yang tertutup tepat diantara bagian tengah ruangan yang merupakan jarak antara kedua sel terpisah mereka.
Ceklek...Kriet...suara kunci pintu dibuka dan pintu yang perlahan dibuka dari luar,disisi sel berpenghuni enam orang terlihat mereka menelan ludah berat karena gugup. Sedangkan penghuni sel sisi satunya terlihat memasang ekspresi yang sangat tidak bersahabat kepada siapapun orang yang akan masuk melalui pintu itu,seperkian detik kemudian masuklah dua laki laki dengan beberapa orang lainnya yang mengikuti dari belakang kedua laki laki itu.
Ariel,Rion,dan Leo langsung mengenali laki laki paruh baya sialan dengan setelan jas formal itu,jika ketiga temannya terfokus pada kehadiran tuan Frank maka berbeda dengan Shasa.Entah kenapa pusat fokus Shasa malah lebih tertarik pada laki laki lain yang menggunakan topeng persis berdiri disebelah tuan frank,bukan apa apa tapi bekas luka dileher laki laki itu sepertinya dia pernah kenal dimasa lalu.Shasa terkesiap saat laki laki bertopeng itu tiba tiba menatap balik kearahnya kemudian tersenyum penuh misteri,hanya beberapa detik setelah itu laki laki bertopeng itu kembali melihat kearah lain.
*Sepertinya gue pernah ketemu sama orang bertopeng itu,tapi dimana ya?*batin Shasa, gadis itu mulai mencoba menggali memori lamanya.
__ADS_1
"Sepertinya kalian semua terkejut melihat kedatangan kami"ujar tuan Frank sambil menatap satu persatu kesepuluh remaja yang terkurung disell itu,dan berakhir menatap sang tamu utamanya.
"Selamat malam nona muda Ariel Wyle, bagaimana dengan fasilitas yang kami berikan kepada tamu kami.Apakah nona muda suka?"ujar tuan frank kepada Ariel.
"Lumayan,tapi sepertinya anda sedikit meragukan tempat anda sendiri"jawab Ariel datar.
"Kenapa nona muda berkata seperti itu? Saya tidak pernah meragukan tempat saya"tanya tuan frank yang penasaran dengan apa isi otak gadis muda yang menjadi salah satu tamunya itu.
"Itu karena anda sampai repot repot mengikat tamu anda sendiri dengan rantai padahal besi sell dihadapan kami ini sudah bagus, bukankah sudah jelas"jawab Ariel dengan semiriknya.
"Jelas apa tuh Ri?"tanya Shasa menyambung.
"Jelas mereka gak percaya diri bisa menahan kita tanpa harus menggunakan rantai"Rion menyaut.
__ADS_1
"Kayaknya para domba pengecut takut serigala pemburu lepas"sambung Leo lagi.
Hahaha....setelah itu suara tawa dari penghuni sisi sell berempat itu tertawa dengan nada meledek,sedangkan keenam teman mereka yang ada disisi satunya hanya bisa menahan nafas melihat keberanian keempat orang itu.