
Srek...srek...kriet...kriet...
Suara grasak grusuk dari sebuah ruangan kecil nan gelap disalah satu bagian lambung kapal terdengar,suara itu berasal dari deritan kaki dari kursi yang berusaha digerakkan bergesekan dengan lantai.
"Hais,kenapa susah sekali"suara bariton seorang laki laki bergumam terdengar ditengah gelapnya ruangan.
"Akhirnya terlepas juga,saatnya mencari jalan keluar dan mencari nona muda Shasa"suara laki laki itu terdengar kembali.Sosok laki laki itu bangkit dari posisinya yang tadi berada diatas lantai setelah ia berhasil menjatuhkan kursi tempat dirinya sendiri diikat,dan berhasil melepaskan semua ikatan yang ada ditubuhnya.
Sosok pemilik suara itu siapa lagi kalau bukan pak Can, tangan kanan sekaligus bodyguard penjaga pribadinya Shasa.
Kenapa pak Can bisa sampai terkurung dirungan gelap itu?masih ingat saat penyergapan yang mereka lakukan dimarkas komplotannya tuan Frank,disaat mereka semua semua tiba tiba diserang oleh asap penenang sehingga mereka semua jatuh pingsan?pak Can juga ikut terkena dampak itu,laki laki paruh baya itu jatuh pingsan dan kehilangan kesadarannya,setelah itu ia ikut dibawa oleh anak buahnya tuan Frank ketempat ini.
Dengan bantuan indra peraba,pak Can menyentuh dan meraba raba perlahan dinding ruangan itu guna mencari pintu keluar dari sana.Hal ini dilakukan karena ruangan yang ia tempati saat ini sangat gelap,tak butuh waktu lama bagi pak Can menemukan letak pintu keluar.
Setelah mengetahui pasti letak pintu keluar, pak Can tidak langsung bergerak keluar begitu saja.Perlahan ia tempelkan salah satu telinganya kepermukaan pintu,mencoba mendengarkan apakah ada pergerakan atau suara seseorang diluar sana.Tidak ada,baguslah.
Pak Can menjauh mundur beberapa langkah dari depan pintu ruangan itu kemudian mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu yang hampir 100% pasti terkunci,itu kalau orang yang mengurungnya disana tidak bodoh sih.
__ADS_1
BRAK...suara pintu yang didobrak paksa oleh pak Can dengan sekali pergerakan,tangan kanan Shasa itu berhasil keluar.Pak Can tersenyum sinis melihat pintu yang rusak akibat ulahnya,dan juga saat melihat tidak ada satupun orang yang berjaga disekitar sana.
*Mengurungku disangkar besi saja masih perlu diwaspadai,sekarang mereka mengurungku diruangan seperti itu tanpa penjagaan?benar benar bodoh*batin pak Can.
Tanpa tunggu lama lagi,pak Can langsung mengangkat langkah kakinya menjauhi ruangan tempatnya dikurung itu.Tujuan utamanya saat ini hanya dua,mencari keberadaan kedua nona muda dan juga mencari seorang pengkhianat yang telah berani menyusup ditimnya.Tentu pak Can tidak akan berjalan tenang begitu saja,mata laki laki paruh baya itu tak pernah berhenti bergerak seperti mata elang memperhatikan dengan waspada keadaan disekitar tempat yang ia lalui.Selama menelusuri lorong sempit ditempatnya berada dalam waktu yang cukup lama,pak Can akhirnya bisa menebak tempat keberadaannya.
*Ah pantas saja tempat ini sedikit berbeda, rupanya saat ini aku sedang berada didalam kapal*batin pak Can.
"Hahaha....kau kalah"
"Sial,kenapa aku kalah lagi sih"
"Hari ini pasti bukan hari keberuntunganmu"
Pak Can menghentikan langkahnya didepan sebuah pintu,indra pendengarannya menangkap beberapa suara orang yang berasal dari balik pintu ruangan yang berada disampingnya itu.Laki laki itu langsung mengubah arahnya tepat menghadap kearah pintu ruangan yang terlihat sedikit terbuka alias tidak dikunci,pak Can bersemirik.
*Dua iblis kecil bisa menunggu,lebih baik bermain dengan mereka dulu*batin laki laki itu.
__ADS_1
Pak Can melakukan sedikit peregangan pada otot tangannya lalu kemudian mengenakan sepasang sarung tangan hitam yang tergantung dirantai kecil dibagian pinggang samping celananya.
Tok...tok...tok...
Pak Can mengetuk pintu ruangan itu meski terlihat jelas pintu ruangan itu yg tidak dikunci dan bahkan tidak ditutup dengan baik, seperkian detik dari ketukan itu langsung terdengar suara suara kembali dari dalam.
"Siapa yang negetuk pintu?"
"Gak tau,anggota yang lain kali"
"MASUK AJA"suara teriakan terdengar dari dalam.
Tok...tok...tok...pak Can mengetuk pintu kembali.
suara langkah kaki terdengar mendekati pintu dari dalam
"Sia.."
__ADS_1
Buk...buk...pukulan bertubi tubi langsung dilayangkan dengan keras oleh pak Can kepada orang yang muncul dari balik pintu itu.