The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 164


__ADS_3

Tap...tap...tap...seorang yang berpakaian seperti seorang bodyguard berlari menghampiri tempat Tuan dan Nyonya Wyle.


"Permisi Tuan Nyonya,saya mendapat kabar terbaru tentang nona Aurel"lapor bodyguard yang baru datang itu.


"Kabar apa itu?"tanya Tuan Wyle dengan suara dingin dan penuh penekanan.


"Mobil yang tadi digunakan oleh nona Aurel dan bodyguard yang bersama ditemukan dibandara,sepertinya nona Aurel ingin pergi keIndonesia"lapor bodyguard itu.


"Sialan,berarti maksudmu bodyguard yang bersama putriku itu bekerja sama untuk membantu putriku pergi?"tanya tuan Wyle.


"Benar tuan,saya mendapat informasi pemesanan tiket pesawat menuju keIndonesia atas nama Crey.Dan Crey itu adalah nama bodyguard yang bersama nona Aurel tuan"ujar bodyguard itu melaporkan informasi yang ia dapat dari pihak bandara kepada tuannya.


"Tidak ada pilihan lain,Siapkan Pesawat Pribadiku.Saya akan menyusul mereka ke Indonesia"ujar tuan Wyle memberi perintah.


"Baik tuan"jawab bodyguard itu sambil membungkukkan badannya kemudian langsung pergi dari sana untuk segera melaksanakan tugas baru yang baru saja ia dapatkan.


"Kalian Semua Bubar"suruh tuan Wyle kepada para bawahannya yang lain yang berkumpul disana.


"Aku akan ikut denganmu"ujar Hera kepada suaminya.Setelah mengatakan hal itu,wanita itu langsung beranjak dari sana menuju kekamarnya tanpa menunggu balasan dari suaminya.


"Apa?tidak kau tidak boleh"ujar tuan Wyle segera menyusul sang istri kekamar pribadi mereka.


Hera memasuki kamarnya dan sang suami dengan tergesa gesa,wanita dua anak itu segera membuka lemari besar disana kemudian mengeluarkan koper kecil dari dalam sana.Wanita itu mengemas dengan cepat beberapa baju miliknya dan sang suami kedalam koper itu.


Brak...pintu kamar itu terbuka dengan cukup keras.


"Apa yang sedang kamu lakukan Hera?"tanya tuan Wyle kepada istrinya.


"Kenapa kamu masih bertanya Lion,tentu saja sedang mengemasi barang kita untuk dibawa keIndonesia"ujar Hera menjawab pertanyaan suaminya tanpa menoleh dan menghentikan kegiatannya saat ini.


"Kita,tidak!cukup barangku saja"ujar tuan Wyle

__ADS_1


"Kenapa?"tanya Hera


"Kamu tidak perlu ikut,cukup tinggal dimandion ini saja"jawab tuan Wyle.


"Tidak,aku akan tetap ikut"ujar Hera tanpa peduli dengan sorot mata suaminya itu yang sudah mulai menajam.


"Aku tak akan mengizinkamu Hera"ujar tuan Wyle.


"Atas dasar apa kamu bisa melarangku Lion?"tanya Hera.


"Tentu saja karena aku suamimu Hera,jadi aku berhak melarangmu"jawab tuan Wyle.


Srek...suara resleting koper yang ditarik sehingga koper tertutup sempurna,Hera mendirikan posisi koper itu disebelahnya kemudian menatap kearah suaminya.


"Suamiku?Kau tidak akan bisa mengatakan hal itu lagi Lion,kalau kamu berani melarang ku untuk ikut"ujar Hera balas menatap suaminya itu.


"Apa maksud perkataanmu itu?"tanya tuan Wyle yang mulai was was dengan perkataan istrinya itu.


"Aku akan ajukan surat perceraian kita hari ini juga,jika kamu berani melarangku untuk ikut menyusul kedua putriku"jelas Hera kepada sang suami.


"Tidak,kamu tidak boleh meninggalkanku"ujar tuan Wyle dengan cepat.


"Aku bisa melakukan hal itu kalau aku mau Lion,jadi sekarang keputusannya ada ditanganmu"ujar Hera sambil tersenyum alias bersemirik kepada Lion Wyle sang suami.


Huh...Tuan Wyle menghela nafasnya berat,ia menatap kedua bola mata sang istri.Disana laki laki dingin nan keras itu bisa menemukan tatapan keyakinan pada kedua bola mata istrinya,gawat kalau begini pikirnya tapi jika istrinya ikut maka akan lebih gawat


"Kumohon tetaplah disini dan jangan membantah,disana berbahaya sayang"ujar tuan Wyle mulai menggunakan nada memohon kepada istrinya itu.


"Berbahaya apa?bukankah kita hanya menyusul kedua putri kita saja.Lagi pula aku baru sadar,kenapa kamu melarang Aurel ke Indonesia?"tanya Hera mulai menyadari kejanggalan itu,mata wanita itu sedikit terbelalak setelah mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Hera menatap suaminya itu dengan tatapan yang sulit untuk tuan Wyle artikan

__ADS_1


"Jangan bilang,kamu menyuruh putri bungsuku untuk melakukan sesuatu yang berbahaya berhubungan dengan bisnis peruahaanmu itu lagi Lion"Wanita itu mulai berbicara dengan nada dingin.


"Benar"jawab tuan Wyle cepat,laki laki itu tahu pasti sang istri sedang masuk mode marah kepadanya.


"Apa kali ini,apa tugas yang kau berikan kepada Ariel putri bungsuku tuan Wyle?"tanya Hera,wanita itu enggan memanggil nama suaminya sekarang.


"Aku hanya menuruhnya menangkap pengkhinat perusahaanku yang kabur keIndonesia beberapa waktu lalu dengan komplotannya,hanya itu sayang tidak lebih"ujar tuan Wyle.


"Hanya itu?Hanya itu kau bilang?"Hera sudah tidak tahu harus berkata apalagi kepada laki laki yang berstatus suaminya ini.


"Hera dengar ini hanya..."


"Hanya apa Lion?!Apa kau benar benar berniat ingin membuatku kehilangan Ariel Lion?APA MENURUTMU TIDAK CUKUP DENGAN INSIDEN PERCOBAAN BUNUH DIRINYA?!" Emosi Hera meledak,wanita itu sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Hera menunjuk suaminya yang terdiam menatapnya


"Kau kau,bukankah kau sudah berjanji padaku untuk tak akan melibatkan Ariel dalam perusahaanmu itu sampai dia benar benar siap melakukannya dengan lapang dada?


Kamu juga sudah berjanji kepada putri kita Aurel Lion,kamu sudah berjanji kepada Aurel untuk tidak akan memaksa kembarannya lagi.


Dan sekarang ternyata kamu mengingkari janjimu sendiri Lion,kamu mengingkari janjimu kepada istri dan putrimu sendiri"suara wanita itu terdengar sangat lirih dan penuh kekecewaan.


Tuan Wyle menatap istrinya itu yang tengah menatapnya penuh kekecewaan dan amarah itu dengan dalam.


"Maaf"hanya kata itu saja yang berhasil keluar dari mulutnya dari ribuan kata yang sudah ia susun dipikirannya untuk diutarakan kepada sang istri.


"Dan kamu boleh ikut keIndonesia Hera,aku tak akan melarangmu"lanjut laki laki berparas dingin dan datar itu dengan kembut kepada istrinya.


"Bagus kalau begitu,keputusan yang tepat. Dan tentu itu bukan berarti aku sudah memaafkanmu Lion" ucap Hera datar.


"Sekarang,tolong bawakan koper itu"lanjut wanita itu langsung melangkah keluar kamar dan meninggalkan suaminya terlebih dahulu.

__ADS_1


Huf...helaan nafas kembali terdengar dari laki laki dewasa penuh wibawa itu,sebesar apapun kekuasaannya dan sedingin ataupun semenakutkan apapun dirinya bagi orang orang yang pernah mengenalnya.Tapi bagi seorang Lion Wyle,kemarahan dan kekecewaan istrinya serta ancaman untuk pergi meninggalkannya adalah hal yang paling ia takutkan dan hindari.Hera istrinya itu berhati lembut dan bukan tipe wanita yang mudah marah melainkan orang yang sangat lembut serta hangat,jadi jika istrinya sampai marah dan emosi seperti tadi maka itu artinya sang istri sudah benar benar berada dipuncak emosi dan kekecewaan padanya.


__ADS_2