The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 83


__ADS_3

"Jangan sampai ketiduran Ri,nanti malah susah dibangunin nya pas aku mau pergi entar"ujar Aurel pada Ariel,setelah itu pergi ke dalam kamar mandi di kamarnya.


"Hm"dehem Ariel tanpa membuka matanya.


Sekitar tiga puluh menit berselang Aurel menepuk nepuk pipi kembarannya dengan pelan bertujuan untuk membangunkan gadis itu


"Riri ayo bangun,aku udah mau pergi nih"ujar Aurel namun kembaran identiknya itu masih saja belum terusik,malahan gadis itu memperbaiki posisi tidurnya agar lebih nyaman.


"Yau dah kalau gitu aku langsung pergi aja ya,Miko juga gak perlu pamit dulu sama kamu"ujar Aurel hendak beranjak pergi dari sana.


"No!"saut Ariel langsung membuka matanya dan bangun dari posisinya.


"Enak aja"sambungnya turun dari atas tempat tidur milik Aurel,merapikan sedikit rambutnya yang berantakan dan mendekat kearah kembarannya.


"Gitu aja baru mau bangun kamu Ri"ujar Aurel menggelengkan kepalanya pelan.


"Yuk lah,kasian Miko udah nunggu lama diruang tamu"sambung Aurel menarik lengan tangan kembarannya itu.


"Biarin aja itu bocah lama nunggu"gumam Ariel pelan tapi masih bisa didengar oleh Aurel.


"Jangan gitu Ri,Miko punya nama loh dan bisa jadi Miko lebih tua dari kita.Jangan dipanggil bocah"ujar Aurel menasehati kembarannya.


*Tuh kan!masih baru mau pergi aja itu bocah udah menginfeksi pikiran kembaran gue sampai dibelain gitu,gimana nanti udah jalan berdua*ujar Ariel dalam pikirannya.


Miko menelan ludahnya sendiri karena gugup hal ini karena seseorang yang sejak tadi menatapnya dengan tajam,dingin,dan ditambah wajah datar tanpa ekspresi membuatnya tambah merinding.


Dan tentunya siapa lagi pelakunya kalau bukan Ariel kembaran dari Aurel,gadis yang ia minta untuk menemaninya mencari hadiah untuk Mia saudari kembarnya.Sejak gadis itu hadir diruang tamu,aura gadis itu tampak tak bersahabat sama sekali padanya,cukup berbeda dari biasanya saat ia berkunjung kesini dengan para sahabatnya yang lain.


Aurel sendiri hanya duduk manis disalah satu sofa,ketiganya memang duduk di sofa yang berbeda.Gadis itu asik memakan cemilan didalam toples memperhatikan kedua orang itu tanpa berniat ikut terlibat sedikitpun,tak peduli dengan cowok yang mengajaknya tadi pergi itu sedang menahan rasa gugup dan takut yang cukup besar terhadap kembarannya yang sedang mode siap memangsa musuh.


"Jadi?"ujar Ariel membuka obrolan dengan nada dingin.


"Ja..jadi gini Ariel,gue minta izin sama lo buat ajak Aurel pergi nemenin gue buat cari hadiah buat ulang tahun untuk Mia.Bolehkan?"ujar Miko meminta izin pada Ariel,walaupun awalnya ia sedikit terbata bata.


"Boleh"jawab Ariel.


"Beneran?makasih banyak Ri"ujar Miko senang.


"Tapi ada syaratnya"sambung Ariel.

__ADS_1


"Syarat apa?"tanya Miko.


"Syaratnya lo harus bawa kembaran gue pulang sebelum jam 8 malam tanpa ada lecet sedikitpun"jawab Ariel.


"Oke gue janji bakal antar Aurel pulang sebelum malam tanpa lecet sedikitpun"ujar Miko langsung menyetujui persyaratan Ariel,lagi pula tanpa dibilang pun dia bakal menjaga Aurel dengan baik.


"Kalau enggak?"tanya Ariel.


"Gue bakal bersedia dihukum apapun"jawab Miko dengan yakin.


"Oke gue pegang janji lo,kalau sampai terjadi sesuatu sama kembaran gue.Lo bersih dari atas dunia ini"ujar Ariel dingin dan tak lupa menampilkan semirik yang mematikan dan mampu membuat bulu kuduk Miko berdiri.


"Ri jangan sampai gitu juga kali"ujar Aurel yang tau maksud kembarannya itu.


"Iya Re,Miko ayo salaman dulu"ajak Ariel,ia menjulurkan tangannya dan langsung dibalas oleh Miko,sebelum benar benar melepaskan jabatan itu Ariel sedikit mendekat kearah Miko dan berbisik.


"Gue gak becanda akan ucapan gue tadi"bisik nya dengan pelan agar kembarannya tak mendengarnya kemudian baru melepas jabat tangan itu.


"Kalau gitu aku pergi dulu ya Ri"pamit Aurel


"Gue juga Ri"ujar Miko


Setelah kembarannya beserta Miko pergi dari sana,Ariel juga meninggalkan ruang tamu untuk pergi ke kamar Shasa.


"Shasa"sapa Ariel memasuki kamar Shasa tanpa minta izin sedikitpun pada yang punya.


"Kenapa Ri?"tanya Shasa melihat kedatangan sahabatnya itu kedalam kamarnya.


"Yuk pergi markas"ajak Ariel langsung.


"Oke,tapi izin dulu tapi sama Rere"ujar Shasa


"Sama Kay gak izin?"tanya Ariel tak mendengar nama sahabatnya yang satu itu enggak disebut.


"Gak perlu,Kay lagi mabar game online di kamarnya.Kalaupun kita izin palingan cuma gangguin dia aja"jawab Shasa.


"Ooh,berarti kita gak perlu izin sama siapapun,Rere juga lagi gak di rumah"ujar Ariel pada Shasa.


"Rere pergi kemana?sendiri?"tanya Shasa

__ADS_1


"Sama Miko,bantuin cari hadiah"jawab Ariel.


"Sejak kapan kembaran lo deket sama itu cowok?"tanya Shasa,Ariel mengangkat bahunya tanda tak tahu.


"Wah lo punya calon kakak ipar dong"ujar Shasa menggoda Ariel.


"ogah,gak sudi gue"tolak Ariel langsung tak terima


"Jangan asal ngomong lo!"seru Ariel kesal pada Shasa.


"Iya iya sorry,tapi bisa jadikan"Shasa masih saja menggoda Ariel.


"Shasa!"Ariel kembali berseru.


"Bercanda Ri"ucap Shasa.


"Tapi ada untungnya juga buat kita tau Ri,kita berarti bebas pergi keluar rumah hari ini"ujar Shasa pada Ariel.


"Ada benernya juga,tapi cuma sampai jam 8"saut Ariel setuju dengan perkataan Shasa.


"Kalau gitu kita gak perlu ngulur waktu lagi,yuk berangkat ke markas sekarang"ajak Shasa.


"Hm"saut Ariel.


Kedua orang itu langsung segera bersiap siap untuk pergi ke markas mereka untuk bertemu juga dengan dua rekan mereka yang lain yaitu Rion dan Leo.


Saat ini Miko dan Aurel dalam perjalanan menuju salah satu mall terbesar di kota tempat tinggal mereka itu menggunakan mobil Miko dan tentunya Miko lah yang menyetir.


"Rel,ternyata kembaran lo Ariel serem juga ya?"ujar Miko membuka pembicaraan dengan Aurel.


"Ya gitulah,kalau dia emang lagi mode serius kayak tadi memang hampir gak ada sama sekali yang berani sama dia"jawab Aurel menanggapi Miko.


"Sorry ya soal itu,btw lo pasti nyesel ya minta bantuan gue?"lanjut Aurel.


"Ngapain nyesel,lagian gue bisa paham kok sama sifat Ariel tadi itu pasti karena dia khawatir sama lo dan mastiin lo pergi sama orang yang bisa dia percaya"ujar Miko.


"Bagus deh kalau lo maklum"ucap Aurel.


"Ya gue maklum soalnya gue juga selalu bersifat gak jauh beda kalau ada cowok yang deketin atau ajak jalan Mia,pasti gue training singkat dulu itu cowok"ujar Miko

__ADS_1


"Hahaha...pantesan"ucap Aurel diawali dengan tawa.


__ADS_2