The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 97


__ADS_3

"Riri kan tadi tidur dikelas sedangkan Shasa ngemil dikelas trus ketahuan sama bapak guru,sedikit tanya jawab trus berakhir disuruh keluar"jelas Shasa pada Ariel.


"Ooh"ucap Ariel hanya beroh ria saja.


Keduanya pun sampai di kantin dan tanpa menunggu lama lagi,Shasa langsung pergi memesan makanan untuknya dan Ariel.


"Shasa pergi pesen makanan dulu ya,Riri mau makan apa?"tanya Shasa pada Ariel.


"Samain aja,Sha tapi kita makannya di rooftoof sekolah aja ya"ujat Ariel.


"Loh emangnya kenapa Ri?"tanya Shasa


"Nanti berurusan sama guru lagi"jawab Ariel.


"Ooh,oke deh.Nih pegang kipas gue dulu"ujar Shasa menitipkan kipas kecil miliknya baru kemudian pergi memesan makanan ke penjual kantin,sedangkan Ariel sendiri memilih untuk duduk disalah satu kursi di kantin sambil menunggu Shasa kembali.


Tak butuh waktu lama bagi Shasa untuk membeli makanan untuknya dan Ariel karena kondisi kantin sekolah yang masih sangat sepi karena semua murid masih berada dikelas masing masing dan belum waktunya juga untuk jam istirahat,buktinya hanya butuh sepuluh menit bagi Shasa datang kembali ke tempat Ariel dengan membawa sebuah nampan berisi dua mangkok bakso dan dua gelas jus jeruk dan satu botol air putih mineral kemasan.


"Yuk ke rooftoof Ri,Shasa udah selesai beli makanannya"ajak Shasa pada Ariel.


"Hm"saut Ariel berdehem tanda mengiyakan ajakan sang sahabat,ia mengambil alih nampan yang dibawa Shasa dan Shasa memegang botol air mineral tadi serta kipas angin kecil miliknya.Kemudian keduanya langsung menuju ke arah rooftoof sekolah.


Shasa membuka pintu rooftoof sekolah dengan mudah karena memang tidak dikunci oleh pihak sekolah mereka,dengan perlahan Ariel meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja yang ada di rooftoof itu begitu juga dengan Shasa yang meletakkan botol air mineral dan kipas kecil miliknya.


Shasa dan Ariel duduk di kursi kemudian mulai menikmati makanan mereka yang berupa bakso yang tadi dibeli di kantin sekolah ditemani es jeruk yang menyegarkan,keduanya tampak fokus menikmati dan menghabiskan makanan dihadapan masing masing dengan tenang tanpa berbicara sedikitpun.

__ADS_1


"Asik juga ternyata disini Ri,pantesan Riri sering ngilang kesini"ujar Shasa menikmati angin sepoi sepoi yang berhembus di rooftoof.


"Kalau Shasa tau dari sejak awal disini asik,Shasa bakal ikut Riri kesini aja dari pada cuma diem di kantin aja pas jam istirahat"lanjut Shasa.


Keduanya saat ini berdiri menghadap pembatas pagar besi setinggi dada mereka,memperhatikan suasana sekolah yang sudah beberapa bulan mereka tempati ini dari atas.


"Sha lo kangen prancis gak?"tanya Ariel


"Kenapa Riri tiba tiba ngajuin pertanyaan random kayak gitu?"tanya Shasa heran dengan pertanyaan tiba tiba dari Ariel.


"Kangen gak?"tanya Ariel lagi


"Kalau Riri tanya kangen atau enggak ya udah pasti Shasa kangen lah,disana kan tempat kelahiran Shasa sama Riri dan yang lain juga"jawab Shasa.


"Kalau Riri sendiri gimana?"tanya Shasa balik bertanya.


"Habis lulus SMA nanti,Riri udah mulai pegang bisnis om Wyle kan?"tanya Shasa.


"Ya begitulah,lo juga kan?"jawab Ariel


"Ya Shasa juga"balas Shasa.


"Shasa iri deh sama Kay sama Rere"ujar Shasa


"Kenapa?"tanya Ariel.

__ADS_1


"Mereka lulus SMA pasti dibolehin ambil kuliah sesuai bidang yang mereka pengen atau seenggaknya pasti mereka gak terlalu ditekan dan ada kelonggaran buat ngambil jurusan sesuai keinginan orang tua,sedangkan kita pasti gak jauh jauh dari yang namanya manajemen bisnis ya kan Ri?" ujar Shasa terdengar sedikit sendu.


"Hm,mereka punya orang lain buat ambil alih beban bisnis keluarga"kata Ariel


"Kay masih punya kakak cowok yang kuliah di amerika buat ngurus rumah sakit milik keluarga mereka ditambah dia yang punya fobia yang cukup berat sama darah,pasti gak mungkin bakal dipaksa punya profesi turunan keluarganya yaitu dokter palingan bakal ambil bidang IT kayak hoby dia.Kalau Rere udah pasti bakal ambil alih bisnis fassion tante Hera dan kita semua juga tau kalau Rere gak punya masalah akan hal itu karena dia memang suka dan tertarik sama fassion dari dulu,sedangkan lo secara otomatis bakal mewarisi kerajaan bisnis punya om Wyle suka atau enggak harus mau.Gue sendiri udah jelas dan pasti bakal ngewarisin bisnis perhotelan punya keluarga,soalnya gue anak satu satunya tunggal udah gak punya saudara,punya sepupu aja enggak karena mommy sama dady sama sama anak tunggal juga di keluarga mereka."ujar Shasa panjang lebar menjabarkan bagaimana nantinya ia dan ketiga sahabatnya mungkin lakukan suatu saat nanti,bisa kalian lihat gaya bicaranya sudah berubah itu artinya dia sangat serius akan hal ini.


"Nasib kita emang udah berat dari lahir tapi lo masih mending punya orang tua keras dan pemaksa,malah mereka kayaknya lumayan pengertian"komen Ariel mendengar perkataan panjang Shasa.


"Iya juga sih beda sama papa lo ya,papa lo mah jelmaan diktator berwajah dingin.Udah kejam,pemaksa,punya harga diri sama ego setinggi langit ketujuh,gak punya rasa kasihan dan belas kasih,udah gitu keras kepala lagi"ujar Shasa menjabarkan bagaimana sifat ayah sang sahabat.


"Beruntung papa gue gak bisa denger apa yang lo bilang barusan,kalau enggak.."ucap Ariel.


"Kalau papa lo denger pasti bisa bisa gue yang bakal jadi target buronan papa lo selanjutnya kan"ujar Shasa yang sudah mengetahui kelanjutan omongan sahabatnya itu.


"Tuh tau"kata Ariel.


"lo pernah punya cita cita Ri?atau setidaknya pernah mikir pengen jadi apa lo suatu saat nanti gitu?"tanya Shasa mendongak ke arah langit biru yang cerah tak berawan.


"Enggak,gak guna dan gak ada artinya juga"jawab Ariel dengan simpelnya.


"Lo pernah"ujar Ariel membalikkan pertanyaan itu pada Shasa.


"Pernah tapi itu dulu sebelum gue benar benar sadar kalau kedua orang tua gue cuma punya gue satu satunya yang mereka harapin buat lanjutin kerja keras mereka sejak muda"balas Shasa.


"Apa itu?"tanya Ariel.

__ADS_1


"Dulu gue pengen jadi guru TK,soalnya dulu pas awal masuk sekolah.Pendapat pertama gue tentang seorang guru itu yaitu seseorang yang ramah,sabar,murah senyum trus pasti asik aja gitu berurusan sama anak kecil tiap hari,pasti hidup kita gak bakal bosan"ujar Shasa memberi tau cita citanya waktu ia masih kecil kepada Ariel.


"Tapi seperti yang gue bilang tadi,itu sebelum gue paham betul sama keadaan dan posisi gue di keluarga bagi orang tua gue"lanjut Shasa.


__ADS_2