
"Maaf ya Shasa gak bisa main lagi,soalnya Shasa gak mau diseret pulang sama momy"ucap Shasa meminta maaf kepada tuan Lui yang sudah kehilangan nyawanya dan terlihat darah segar yang sudah mengucur deras keluar dari bekas hujaman pisau Shasa.
Shasa segera membersihkan semua darah yang menemper dipisau yang dia gunakan dengan tisu kemudian membereskannya kembali kedalam tas tempat penyimpanannya kembali,terakhir ia melepas kedua sarung tangannya dan meletakkan diatas meja kayu itu biar orang orang suruhan mereka yang mebersihkannya.Setelah merasa sudah tidak ada lagi yang ketinggalan,Shasa langsung menenteng tas kecil miliknya keluar meninggalkan sisi ruangan bekas arena bermainnya itu dengan pakaian yang sudah berlumuran darah dari tuan Lui.
"Panggilannya masih aktif?"tanya Shasa ke Ariel.
"Hm"jawab Ariel langsung menyerahkan hp milik sahabatnya itu kepemiliknya.
"Lo berdua bersihkan itu"suruh Shasa kepada Rion dan Leo sambil menunjuk kearah mayat tuan Lui,kedua pemuda itu langsung mengannguk tanpa suara.
"Halo Dady"ucap Shasa dengan semangat menyapa ayahnya itu melalui telepon.
"Halo putri kecil ayah,bagaimana kabarmu?"saut tuan Kimberly dari seberang sana.
"Sangat sangat baik,bagaimana kabar dengan dady dan momy juga?"balas Shasa.
"Bagaimana kabarmu tidak baik,habis main boneka dan kabar dady sama momy mu juga baik"ujar tuan Kimberly.
"Hehehe"cengir Shasa,dengan masih memegang hp miliknya gadis itu memberi isyarat kepada ketiga rekannya untuk pergi duluan dari sana hendak kembali kekamarnya.
"Untung saja tadi momy mu tidak jadi ikut berbicara denganmu karena ada urusan mendadak,kalau tidak bisa kena jewer telingamu itu"ujar tuan Kimberly kepada sang putri.
"Benarkah bagus kalau begitu dan dady juga jangan sampai keceplosan atau ember,biar momy gak usah tau"pinta Shasa kepada dadynya.
"Baiklah beres itu mah,tapi dady heran kamu itu mewarisi hoby ekstrim mu itu dari siapa sih?"tanya tuan Kimberly.
Shasa memutarkan bola matanya malas mendengar pertanyaan dadynya itu barusan,ini dadynya pura pura gak tau atau gimana sih?
"Ya menurut dady sendiri dari siapa?momy gak mungkin orang dia perempuan manis berhati lembut"ujar Shasa.
"Kayaknya dari Dady ya?hehehe"saut tuan kimberly.
__ADS_1
"Itu anda sudah tau tuan kimberly yang paling terhormat"ujar Shasa sedikit merasa geram dengan tingkah orang tuanya itu.
"Ya mau gimana lagi,dady aja mewarisi hoby itu dari mendiang kakekmu.Trus ternyata turun putrinya dady juga"ujar tuan kimberly
"Semua kebiasaan aneh Shasa memang warisan dari dady semua,gak ada tuh dari momy"ujar Shasa.
"Itu sih dady akuin soalnya gen keluarga papa emang sekuat itu,jadi maklumin aja"ucap tuan Kimberly.
"Emang harus dimaklumi mau gak mau udah terlanjur juga"ucap Shasa,ceklek...suara pintu kamar Shasa baru saja ia buka dan gadis itu langsung masuk kedalam.
"Anak dady lagi dimana?kok kayak ada bunyi pintu gitu?"tanya tuan kimberly kepada putrinya.
"Shasa baru nyampe kamar dad"jawab Shasa
"Ngomong ngomong ada apa dady menghubungi Shasa?"Shasa bertanya tujuan orang tuanya itu menghubunginya.
"Dady menghubungimu karena rindu sekaligus ingin menanyakan kabar putri kecil dady dan sekalian dady ingin memastikan sesuatu ke kamu"jawab tuan kimberly.
"Dady memang mau mastiin apa ke Shasa?"tanya Shasa kepada dadynya itu.
"Ooh pasti soal tugasnya Riri trus Shasa yang mutusin gabung buat banyuinkn?"tanya Shasa langsung bisa menebak apa yang tuan Wyle bicarakan dipertemuan dengan dadynya.
"Nah itu,bener begitu?"saut tuan Kimberly bertanya memastikan apakah itu benar.
"soal itu memang bener Dad,Shasa memang mutusin buat gabung bantuin Riri buat nyelesain tugasnya"jawab Shasa mengiyakan.
"Shasa gak tega kalau Riri harus ngurus semua itu sendiri apalagi sasaran tugasnya kali ini kayaknya gak main main,itung itung buat kurangin beban berat yang dia pikul juga.Gak papakan Dad?"lanjut Shasa.
"Dady sih sebenarnya gak ada masalah sama sekali,lagian itu urusan kamu pribadi dan juga atas kemauan sendiri juga.Trus pemgalamannya juga bakal bermanfaat buat kamu sendiri kedepannya"saut tuan Kimberly
"yang dady permasalahin itu,kok Shasa gak ada izin atau minimal kasih tau dady lah biar dady gak kaget denger dari orang lain"lanjut tuan Kimberly ke sang putri.
__ADS_1
"Maaf dad,soal itu Shasa gak kepikiran"ucap Shasa.
"Gak kepikiran atau emang gak punya niat kasih tau dady?"tanya tuan Kimberly.
"Dua duanya sih hehehe"jawab Shasa.
"Tuhkan,kamu ini"ujar tuan Kimberly.
"Yau dah dady cuma mau ngomongin itu aja,dady tutup teleponnya ya?"ujar tuan Kimberly izin mengakhiri pembicaraan.
"Cepet banget sih"protes Shasa
"Sebenarnya dady masih mau ngobrol sama kamu,tapi momy mu udah kirim pesan buat minta dijemput.Dan tentunya sebagai suami yang baik,dady harus bergerak cepat menjemput momy mu"jelas tuan Kimberly.
"Suami yang baik atau dady takut momy ngambek kalau dady jemputnya telat?"tanya Shasa
"Sekalian itu"jawab dadynya Shasa.
"Hilih"komen Shasa.
"Gak papakan dady tutup,lagian kamu juga harus cepet bersih bersih.Yakin dady mah pakaian kamu masih penuh darah boneka kamu yang tadikan?belum dibersihin?"ujar tuan Kimberly.
"Iya juga sih,yau dah deh bai dad,sampai jumpa lagi"ucap Shasa mengakhiri pembicaraan.
"Bai,sampai jumpa lagi putri kecilnya dady tut...tut..."balas tuan Kimberly kemudian mengakhiri panggilan telepon itu.
Ting...baru saja Shasa hendak meletakkan hp miliknya tapi satu pesan dari dady nya langsung masuk.
*Dady:dady lupa bilang nanti kalau putrinya dady butuh bantuan bilang aja sama dady ya,pasti dadymu yang kece ini bantuin👍😎.
^^^ Shasa:^^^
__ADS_1
^^^ oke dad😎*^^^
Itu adalah isi pesan yang dikirim dadynya kepada Shasa,setelah membaca dan membalasnya Shasa meletakkan hp miliknya diatas kasur tempat tidurnya kemudian ia bergerak memasuki kamar mandi yang memang sudah tersedia didalam kamarnya itu.Ia harus segera membersihkan dirinya dari semua darah yang menempel padanya,lagi pula ia tak mau bau amis yang sangat menyengat dari darah tuan Lui semakin menyebar didalam kamarnya.Shasa menyiram kepala dan seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir dengan Shower,setelah itu tak lupa ia juga keramas dan menggunakan sabun yang memiliki aroma wangi yang sangat menyeruak supaya bau amis dari darah tak tercium atau menempel lagi padanya.Setelah hampir empat puluh lima menit membersihkan dirinya,akhirnya Shasa sudah keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan pakaian lengkap yang bersih serta rambut basah yang dibalut handuk.