The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 143


__ADS_3

Tuan Wyle tersenyum tipis melihat respon dari bocah kecil keponakan kesayangan dari salah satu mendiang bawahan kepercayaan nya itu,awalnya laki laki itu kira akan sulit menjelaskan situasi karena yang akan ia ajak bicara adalah anak anak.Tapi sepertinya perkiraannya salah besar,Keponakan Nic itu terlihat memiliki pemikiran yang lebih dewasa dan tenang dibanding anak anak seumurannya.


*Dengan begini akan mudah untuk menepati janjiku*batin tuan Wyle


Leo kecil langsung masuk kedalam kamarnya, ia segera mengambil tas sekolahnya dan mengeluarkan semua buku dan peralatan sekolah yang ada didalamnya kecuali satu buku catatan kecil pribadinya serta sebuah pulpen,Leo kecil membuka lemarinya dan mengambil beberapa pakaian kemudian dilipat kecil disusun rapi kedalam tas kemudian ponsel genggam miliknya dan tak lupa paspor untuk jaga jaga.Ia menutup tas itu setelah merasa tak ada yang tertinggal kemudian melangkah keluar dari dalam kamar tapi baru saja satu langkah kakinya keluar dari kamarnya ia langsung berbalik masuk kembali kedalam kamar,Leo kecil menghampiri meja belajarnya mengambil dua buah surat dan satu kalung dari dalam sana.


"Hampir aja aku lupa"gumam Leo kecil tersenyum kecil dan langsung memasukkan ketiga benda itu kedalam tasnya kemudian langsung berlari meninggalkan kamarnya menuju keruang tamu lagi.


Tak...tak...tak...suara langkah Leo kecil berlari kecil kembali menuju ruang tamu dengan membawa tas ransel sekolahnya untuk digunakan menjadi tempat beberapa baju dan peralatan miliknya


"Saya sudah siap tuan"ujar Leo kecil kepada tuan Wyle.


"Ayo ikut saya"ajak tuan Wyle mulai melangkah menuju pintu keluar,tapi suara Leo kecil membuat langkahnya terhenti.


"Tunggu,saya harus pamit dengan bibik pengasuh dan om penjaga"ujar Leo kecil.


"Tidak perlu,saya sudah mengatakan kamu akan saya bawa untuk sementara waktu"saut tuan Wyle tanpa berbalik kebelakang, kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


Setelah mendengar perkataan tuan Wyle itu, Leo kecil langsung mengikuti laki laki itu dari belakang.Kedua laki laki berbeda usia itu memasuki sebuah mobil berwarna hitam kemudian mobil berwarna hitam itu mulai membawa keduanya menjauh dan meninggalkan rumah tempat tinggal Leo.


"Kita akan keluar negri,kamu bawa paspor?" tanya tuan Wyle kepada Leo kecil yang duduk disebelahnya,memecah keheningan.


"Bawa tuan"jawab Leo kecil sambil mengangguk.


"Bagus"ucap tuan Wyle singkat

__ADS_1


Setelah itu tidak ada percakapan lagi.


Leo dengan sedikit takut takut sesekali melirik majikan dari pamannya itu,tangan mungilnya memutar mutar ujung tali tas ransel yang ia pakai dipunggungnya sambil memikirkan sesuatu.


*Tuan Wyle itu majikannya paman,bukankah berarti nona muda Riel itu adalah putrinya*pikir bocah itu.


"Apa yang kamu pikirkan?"tanya tuan Wyle yang sejak tadi menyadari perilaku bocah disebelahnya itu.


"Tuan itukan majikannya paman,itu artinya Nona muda Ariel itu putri tuan Ya?"tanya Leo kecil memberanikan diri untuk bertanya.


"Dari mana bocah sepertimu tau tentang putriku?"saut tuan Wyle terdengar lebih datar dan dingin dari sebelumnya,membuat Leo kecil mendadak keringat dingin.


"Em itu anu,nona muda mengirimkan hadiah untukku saat natal tahun lalu dan juga menulis surat memperkenalkan dirinya"jelas Leo kecil sambil menunduk takut.


"Jangan menangis didepan makam paman mu,tunjukkan kalau kau keponakannya yang kuat dan tak cengeng"ujar laki laki dewasa berperawakan datar dan dingin itu kepada Leo kecil yang terlihat mulai mengeluarkan air mata sesampai didepan makam sang paman.


Leo kecil sontak langsung menghapus air mata yang tadinya sudah keluar dengan tangannya dan dengan usaha keras akhirnya Leo kecil mampu menahan air matanya supaya tak mengalir keluar,anak kecil itu mengangkat kedua tangannya dan menggenggam setelah itu mulai berdo'a untuk pamannya.


Setelah berada cukup lama disana tuan Wyle membawa Leo kecil kesebuah rumah dan disana tuan Wyle mengajaknya untuk berbicara dengan serius mengenai masa depan.


"Nico dengarkan perkataan saya baik baik tanpa terlewat sedikitpun,saya hanya berbicara satu kali"ujar tuan Wyle


"Baik tuan"saut Leo kecil.


"Besok kamu akan diantar pulang kembali keIndonesia dan kembali kerumahmu oleh orang kepercayaan saya"tuan Wyle menjeda sejenak memastikan apakah bocah laki laki itu mendengarkannya dengan baik dan ternyata Leo kecil sangat serius mendengar.

__ADS_1


"Setelah itu hiduplah dengan menggunakan nama aslimu yaitu Leo bukan Nico lagi dan sesekali jangan berani menggunakan atau menyebut nama itu tanpa izin karena itu akan membahayakan keselamatanmu,Semua biaya hidupmu mulai sekarang saya yang akan menanggungnya,nanti disana saya juga akan mengirim seseorang untuk melatih dan mendidikmu supaya menjadi kuat,setelah itu semua perintah dan komunikasi akan saya sampaikan melalui orang yang akan melatihmu itu"jelas tuan Wyle panjang lebar.


"Kamu Paham?!"tanya tuan Wyle pada Leo kecil.


"Paham tuan"jawab Leo kecil dengan tegas.


"Bagus"ucap tuan Wyle.


"Satu lagi,jangan pernah menaruh kepercayaan berlebih terhadap siapapun kecuali saya bahkan jika itu yang mengaku sebagai orang kepercayaan saya sendiripun.


Jangan ceritakan semua identitas dan masalalu juga terhadap siapapun,jangan gegabah sedikitpun untuk kedepannya"lanjut tuan Wyle.


"Baik tuan"saut Leo kecil.


"Sekarang masuk kedalam kamarmu yang tadi,istirahatlah"suruh tuan Wyle kepada Leo kecil,anak itu menganggukkan kepala kemudian langsung berjalan menuju kedalam kamar.


~Flasback off~


"Setelah itu aku kembali kenegara ini diantar oleh salah satu kepercayaan papa kamu Riel, sejak saat itu aku hidup sebagai Leo dan beberapa hari setelahnya seseorang yang ditugaskan oleh tuan Wyle papa kamu beneran datang menemui aku.Orang itu adalah ayahnya Rion"ujar Leo mengkhiri ceritanya.


Setelah itu hening,tak ada satupun yang mau mulai berbicara ataupun berkomentar. Keempat remaja itu seakan sibuk dalam pikirannya masing masing,Leo memberanikan diri menoleh kearah Ariel.Gadis itu sejak pertengahan sudah menundukkan kepala menatap kerah bawah,Leo tau kalau Ariel tengah berusaha menahan tangis agar tak pecah.Itu terlihat dari tangan gadis itu yang terus menggenggam selimut dengan kencang,tetesan air terlihat mulai menetes dipermukaan selimut itu.


Leo menarik tangan Ariel perlahan dan membawa gadis itu kembali kedalam pelukannya,tubuh gadis itu bergetar menahan supaya suara tangis tak terdengar oleh siapapun.Ariel tengah menangis dalam diam, sedangkan Rion dan Shasa dengan perlahan beranjak dari tempat mereka memilih untuk memberikan waktu untuk keduanya.


Baik Rion dan Shasa sama sama menyadari kalau kedua sahabat mereka itu tengah tidak dalam keadaan baik baik saja,Ariel yang baru saja mendapat luka baru sedangkan Rion yang baru saja membuka luka lama kembali.

__ADS_1


__ADS_2