
"Apa ada yang harus saya lakukan bos?"tanya si bawahan,seolah olah tau kalau bosnya itu sedang merencanakan sesuatu.
"Tentu saja ada dan akan butuh beberapa orang tambahan untuk itu"ujar tuan Frank.
"Baik bos"saut si bawahan.
"Awasi gadis kecil itu dan beri gertakan kecil pada,supaya dia tidak berani bermain main denganku"ujar tuan Frank pada bawahannya itu.
"Dan ingat pastikan gadis kecil itu benar benar sendiri dulu"lanjut tuan Frank.
"Siap bos,akan segera saya lakukan"ujar si bawahan itu.
"Kalau begitu saya izin keluar dari sini"lanjut si bawahan pergi meninggalkan ruangan bosnya.
"Mari kita lihat sejauh mana keberanian gadis kecil anda tuan Wyle"ujar tuan Frank menyeringai.
"GOOD MORNING GUYS!"sapa Mia sambil berteriak memasuki kelas dengan senyum cerah.
"Brisik"
"Pagi"
"Gak kurang keras itu"
"Mia jangan teriak teriak dong"
"Tidur gue keganggu woi!"
Begitulah kira kira respon dari teman teman sekelasnya.
"Ye respon kalian hampir gak ada yang bener semua.Itu juga yang tidur,masih pagi gini udah turu aja"ujar Mia menanggapi respon dari teman teman sekelasnya,gadis itu berjalan menuju ketempat duduknya untuk meletakkan tas kemudian mendekat kearah meja keempat sahabatnya yang sejak tadi memperhatikan dirinya.
__ADS_1
"Hai guys"sapa Mia kepada keempat sahabatnya,ia duduk didekat sana entah kursi siapa ia tak peduli.
"Masih pagi lo udah bikin bising aja"ujar Kayla pada Mia.
"Kayak lo gak biasa bikin bising dikelas aja,ngomong gitu"saut Mia.
"Iya juga sih,tapi hari ini gue lagi males"ujar Kayla pada Mia,entah jawabannya nyambung atau enggak.
"Makanya gue gantiin biar gak sunyi"ucap Mia.
"Terserah lo deh"saut Kayla.
"Kalian berdua ada ada aja,masa bikin bising kelas pakai gantian segala"ujar Aurel heran dengan dua orang sahabatnya itu.
"Ckk..ckk..ckk..itu dua bocah kenapa?yang satu udah molor dan satu lagi malah sibuk ngemil coklat pagi pagi"ujar Mia menunjuk kearah Ariel dan Shasa.
"Gak usah heran sama mereka mah"ujar Kayla pada Mia.
"Gue sama Shasa tukeran tempat"jawab Aurel
"Loh kenapa?jangan bilang lo berantem sama kembaran lo.Aduh Re kalian gak boleh gitu walau pun lagi berantem apalagi kalau masalahnya cuma hal sepele,liat gue sama Miko meskipun suka debat tapi gak ada tuh istilah saling jauhan satu sama lain.Inget kalau kembar itu gak boleh berantem pamali kalau kata nenek gue"omel Mia panjang lebar pada Aurel,padahal dia belum tau pasti apa alasannya.
Aurel memutar bola matanya malas mendengar cerocosan Mia yang panjang lebar dan sok tau.
"Kenapa diem aja lo,ayo jawab apa yang bikin lo berdua berantem?"tanya Mia mendesak Aurel untuk menjawab.
"Siapa yang berantem sih,gue sama Riri gak ada berantem.Baik baik aja kayak biasa,gue sama Shasa tukeran tempat duduk itu biar gue sama Kay bisa fokus belajar sedangkan Shasa sama Riri lagi mode males belajar"jelas Aurel
"Lo gak liat itu gaya mereka sekarang ke gimana?"lanjut Aurel menunjuk kearah sang kembaran dan Shasa.
Mia melihat kearah yang ditunjuk Aurel begitu juga dengan Kay yang ikut melihat kearah sana,tepat dimeja sebelah mereka terlihat dua orang yang menjadi objek penglihatan ketiganya masih dalam posisi yang hampir sama.Yaitu Aurel yang duduk tepat didekat jendela kelas menidurkan kepalanya di atas meja beralaskan tas dan jaket miliknya ditambah tas Shasa ditumpuk menjadi satu sedangkan Shasa yang masih sibuk memakan cemilan yang ia bawa di tasnya dari rumah,bedanya kali ini Shasa sesekali menyuapkan cemilan ditangannya ke mulut Ariel dan tentunya Ariel dengan senang hati memakan cemilan itu meski dengan mata yang tertutup.Bukan hanya itu jangan lupakan posisi mereka yang dibawah dengan AC kelas dan ditambah kipas angin mini punya Shasa yang diletakkan ada di atas meja,menambah suasana nyaman tempat mereka dan apalagi matahari juga gak bersinar terlalu terik.
__ADS_1
"Gila!itu dua bocah mau sekolah atau mau piknik sih?"tanya Mia terheran heran dengan tingkah santai dua bocah itu dan satu lagi sejak kapan kipas angin mini itu ada di atas meja keduanya,perasaan terakhir kali ia melihat kearah mereka belum ada benda itu disana.
"Harap maklumi aja,mereka kalau udah mode malas belajar,mikir atau males ngelakuin apapun pasti tingkahnya rada gitu emang"ujar Aurel pada Mia.
"Tau tuh,Sebenernya gue juga padahal mau gabung tapi gak dibolehin sama Rere"ujar Kayla terlihat iri dengan kenyamanan kedua sahabat bocah nya.
"Lo ikutin Rere aja Kay,meskipun otak lo lumayan encer tapi gak bisa kayak tu dua bocah.Soalnya mau semalas apapun merhatiin pelajaran guru pasti nangkep juga,lah kita kagak bisa gitu"ujar Mia pada Aurel.
"Iya juga sih"gumam Kayla.
"Nah apa gue bilang,ikutin saran gue aja gak usah ikutin mereka"ujar Aurel.
"Selamat Pagi"sapa Pak guru memasuki ruang kelas mereka,Mia segera beranjak dari tempatnya kembali ke tempat duduknya.
"Pagi Pak"sapa balik murid murid kelas termasuk Aurel,Mia,dan Kayla.
"Buka buku matematika kalian,buka hal.45 untuk materi kita hari ini"suruh pak guru matematika kepada muridnya,seperti yang diperintahkan hampir semuanya segera membuka buku paket mereka sesuai yang diperintahkan guru matematika itu pada mereka semua.Kalau ada yang tanya kenapa gak diabsen kehadiran dulu?jawabannya itu karena ketua kelas sudah mengabsen mereka tadi sebelum pak guru masuk tepatnya saat bel masuk berbunyi tadi.
"Itu yang duduk dipojok belakang dekat jendela kenapa?"tanya pak guru menghentikan pembahasan materi yang baru saja dimulai.
Semua anggota kelas hampir serentak langsung menoleh kearah yang dimaksud guru matematika itu,Shasa menatap balik hampir semua mata yang menuju kearah mejanya dan dengan polosnya ia menunjuk kearah dirinya sendiri seolah olah bertanya apakah dia yang dimaksud oleh gurunya. Sedangkan Shasa jangan tanya lagi dia denger aja mungkin enggak,orang kedua telinganya disumpal Airpods yang memutar musik bervolume cukup kencang ke telinganya.
"Iya kamu sama satu lagi temen disebelah mu,kalian berdua ngapain?yang satu dengan santainya ngemil trus yang satu lagi malah tidur di jam pembelajaran"ujar guru tersebut pada Shasa dan Ariel juga.
"Emangnya ada yang salah ya pak?"tanya Shasa memasang tampang polosnya.
*Wah seru nih,jarang jarang Shasa bikin masalah sama guru*ujar Kayla dalam hatinya
*Kayaknya dua bocah bakal kena masalah deh*pikir Mia
*Semoga Riri gak merasa ketenangannya terusik,kalau enggak gawat nasib itu bapak guru*Aurel berdoa dalam hatinya.
__ADS_1