The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 34


__ADS_3

Mia maju dan berdiri ke depan menghadap ke arah teman teman sekelasnya,ia menghirup dan menghelanya nafasnya pelan lalu mulai membaca bait bait puisi itu.Sedangkan teman teman sekelasnya memperhatikannya,Mia membaca puisi itu dengan penuh penghayatan dan sangat mendalami setiap kata demi kata puisi tersebut.Semua yang ada di sana ikut terhanyut olehnya


Prok...prok...prok...suara tepuk tangan penghuni kelas terdengar bergema memenuhi ruangan sedetik setelah Mia selesai membaca puisinya.


"keren cuy"


"Hua gue jadi terbawa suasana"


"gak nyangka gue Mia salah satu penghuni bar bar kelas ini jago baca puisi"


"Mia aku padamu!!!"


komentar teman teman sekelas Mia.


"Bagus sekali Mia,apa saya bilang pasti diantara kalian pasti ada yang bisa contohnya Mia"ucap bu Mirna pada murid muridnya,


"Makasih buk"ujar Mia sedikit malu malu kucing karena dipuji oleh bu mirna didepan teman sekelasnya.


"Baik Mia,silahkan duduk kembali"mempersilahkan Mia untuk kembali ke kursinya bu Mirna.


"Oke selanjutnya...."Bu Mirna melanjutkan kembali memanggil satu persatu murid yang akan maju selanjutnya.


"Baiklah yang selanjutnya Ariel,Ayo maju ke depan!"panggil Bu Mirna pada Ariel.


*shasa kayaknya udah bisa nebak akhirnya kayak apa ini mah*ujar Shasa dalam pikirannya.


"Semangat Ri"bisik Aurel pada kembarannya itu.


Ariel maju ke depan dengan membawa selembar kertas berisi teks puisi yang akan di baca dan berdiri didepan teman satu kelasnya.


"Ariel ayo mulai,tunggu apa lagi?"tanya bu Mirna,karena Ariel belum mulai juga.


"Buk saya gak bisa baca puisi"ujar Ariel pada bu Mirna.


"Gak papa dicoba dulu Ariel,tadi juga teman teman kamu yang lain juga bilang begitu tapi lihat akhirnya bisa juga.Coba kamu baca sesuai karakter kamu kalau lagi merenungkan dan memahami sesuatu Ayo!"suruh bu Mirna.


"Tapi.."

__ADS_1


"Gak ada tapi tapian Ariel,ayo mulai baca puisinya"ucap bu Mirna memotong perkataan Ariel yang hendak menolak.


"Baik buk"jawab Ariel pasrah.


Ariel pun mulai membaca kata demi kata yang tertera di sana.Semua teman teman sekelasnya beserta bu mirna gurunya menunjukkan berbagai reaksi mendengar caranya membaca puisi ada yang syok,terkaget kaget bahkan sampai ada yang secara tidak sengaja mengangakan mereka mendengar Ariel membaca puisi.Bukannya apa jika seharusnya puisi dibaca dengan penghayatan yang dalam dan indah serta gestur yang menarik maka apa yang dilakukan Ariel malah sebaliknya,ia membacakan puisi tersebut dengan nada datar tanpa ekspresi dan penghayatan sama sekali tidak ada mirip miripnya dengan orang pada umumnya dalam membaca puisi.


".....selesai,terima kasih"ujar Ariel mengakhiri pembacaan puisinya,ia menatap sekitarnya yang tampak hening dan menyergitkan alisnya bertanya ada apa.


"Eh Ariel,tadi kamu ngapain"tanya bu mirna menyadarkan diri dari keheningan kelas.


"Baca puisi"jawab Ariel singkat.


"Ya ampun Ariel tadi kamu baca puisi atau lagi lomba baca cepat sih,tanpa ekspresi dan gak ada penghayatan sama sekali kayak gitu"ujar Bu Mirna mengomentari penampilan Ariel.


"Tadi kan ibu bilang,saya cuman harus membawakannya sesuai karakter dan cara saya dalam menghayati atau memikirkan sesuatu ya kayak gitu"jawab Ariel dengan nada santai tanpa ekspresi.


"ya gak salah sih"


"kayaknya bu Mirna salah bilang hal itu ke orang kayak Ariel deh"


"Ho oh,Ariel kan orangnya emang paling minim ekspresi di sekolahan ini"


"Adik gue gini amat sih"


"salah itu guru nyuruh sahabat jelmaan gunung es gue baca puisi kayak gitu"


"Shasa udah nebak dari awal sih"


Komentar teman teman sekelas Ariel.


Hah..Bu Mirna menghela nafas berat melihat tingkah muridnya itu.


"Emang saya salah ya buk?"tanya Ariel dengan polos tanpa beban.


"Enggak kok Ariel,ibu yang salah bukan kamu.Sana kembali ke kursi mu lagi"suruh bu Mirna pada Ariel sambil tersenyum paksa,lebih baik ia menyuruh muridnya itu cepat duduk dari pada tambah membuatnya pusing.


"Oke"saut Ariel,kemudian ia kembali ketempat duduknya.

__ADS_1


Bu Mirna kembali menghela nafas melihat tingkah Ariel yang tidak peduli sama sekali,ia bersyukur untung disekolah ini murid modelan kayak Ariel cuman satu kalau gak bisa ambil surat resig dia saat ini juga.


"Selamat udah buat guru kita pusing Ri"ujar Kayla dari barisan sebelah.


Kring...kring...kring...bunyi bel tanda jam istirahat tiba


"Baiklah anak anak cukup sampai disini hari ini,kalian silahkan istirahat.Permisi"ujar Bu Mirna menutup jam pembelajarannya dan segera meninggalkan ruangan kelas.


Tanpa menunggu lama lagi semua murid kelas itu juga ikut menyusul guru mereka meninggalkan ruangan kelas untuk menikmati jam istirahat mereka.Sebagian besar sudah pasti akan langsung menuju ke Kantin untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan,sama halnya dengan kelima cewek cantik yaitu Aurel dkk yang sudah berada di kantin saat ini.


Mereka duduk satu meja dengan Miko dkk seperti perjanjian mereka tadi pagi untuk menempati meja yang sama saat di kantin.


"Sumpah gue dari tadi pengen ketawa tau gak"ucap Mia sambil cekikikan.


"Iya gue juga,bisa bisanya lo bikin Bu Mirna kayak orang frustasi gitu Ri"ucap Kayla menyetujui Mia.


"Emangnya ada apa?"tanya Leo ingin tau


"Jadi gini...."Aurel menceritakan kejadian di kelas tadi,dimana kembarannya itu membuat guru Bahasa Indonesia mereka pusing karena tingkahnya.


"Kalau gitu sih,Ariel mah gak salah juga sih"komentar Ryan setelah mendengar cerita Aurel.


"Tapi kasihan juga sama bu Mirna,pasti pusing tu sama kelakuan Ariel"ujar Miko ikut berkomentar.


"Kalau Shasa sih dari awal udah tau akhirnya bakal kayak gitu"ujar Shasa sambil menikmati makanannya.


"Kenapa ?"tanya Leo


"Soalnya dulu juga kayak gitu,waktu pelajaran satra atau sejenisnya di sekolah pasti akhirnya gak beda jauh kalau lagi praktek"jawab Shasa.


"Iya juga sih,gue masih ingat waktu itu guru yang ngajar sampai ngeluh ke Aurel"ujar Kayla.


"Ho oh,waktu itu gue sama Kayla beda kelas sama Shasa sama Riri.Guru yang ngajar mata pelajaran sastra panggil gue ke ruangannya,gue kira ada apa ternyata gara gara guru satra itu pusing soalnya Riri waktu ada pementasan drama untuk tugas.Riri dapet peran protagonis yang harunya ceria dan ramah eh malah pas latihan,Riri malah gak berekspresi sama sekali mana ngomongnya datar lagi padahal itu gurunya udah berulang kali latih dia."Aurel menceritakan kejadian yang dimaksud Kayla.


"Trus itu jadinya gimana"tanya Aditya yang penasaran akan kelanjutannya.


"Akhirnya peran Riri diganti jadi Kru di belakang panggung aja"jawab Shasa.

__ADS_1


"parah lo Riel"ujar Leo.


"Gue udah nolak,tapi masih dipaksa ya itu bukan salah gue"ujar Ariel menanggapi dengan acuh.


__ADS_2