
"Alasan ketiganya,itu karena gue pengen nepatin perkataan gue buat ketemu sama orang sok akrab yang ngasih gue kado natal.Ya meski gue dulu gue cuma nulis,ayo bertemu lain waktu.Tapi takutnya itu orang ngarep banget ketemu sama gue yang ganteng ini,makanya gue ikut tugas ini biar ketemu dia"ujar Leo.
Ariel langsung menoleh kearah Leo dan menatap wajah samping cowok itu
*Cks ngarep apaan?!pede banget nih bocah*
Batin Ariel spontan menjuliti Leo.
"Sorry nih ya tapi alasan kalian itu gak masuk akal tau gak,masa kalian mau ngorbanin nyawa kalian demi ngedukung orang lain yang bahkan lebih peduliin harta dibanding nyawanya sama nyawa kalian sendiri"ujar Aditya.
"Bagi lo emang mungkin alasan kita gak logis,tapi menurut kita itu logis"ujar Rion.
"Tapi Sha,kamu gak mikirin nasib orang tua kamu nanti.Pasti om sama tante Kimberly pasti sedih banget kalau terjadi sesuatu sama kamu,jadi kamu bantu kita bujuk Riri aja ya"pinta Kayla kepada Shasa.
__ADS_1
Shasa langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat
"No,sorry Kay tapi kali ini gue lebih milih berada dibekang Riri.Tapi tenang aja,gue sama Riri janji kok gak bakal marah soal ini sama Kay dan Rere.Karena diantara kita semua disini,nyawa Riri-lah yang posisinya paling diujung tanduk"ujar Shasa kepada Kayla.
"Maksudnya gimana,kenapa Shasa bilang nyawanya Riri yang paling diujung tanduk?" tanya Aurel,ia melihat kearah Shasa dan Ariel kembarannya secara bergantian.Yang lain juga begitu,ingin tahu maksud perkataan Shasa barusan.
"Itu karena posisi Riri sebagai pewaris"jawab Shasa.
"Kenapa kamu bilang gitu Sha,seakan akan papa aku sama Riri lebih mentingin harta dan kekusaannya dari pada anaknya sendiri?" tanya Aurel.
"Bener yang Rere bilang,om Wyle gak mungkin sekejam itu cuma karena karena harta"sambung Kayla.
"Dan kalaupun papa kayak gitu,aku yang bakal lindungin kamu Ri"ujar Aurel.
__ADS_1
Hahaha...Ariel langsung tertawa hambar mendengar perkataan kembarannya itu,apa katanya mau ngelindungin dirinya?dari papanya?Bulsit.
"Lo bilang apa barusan Re,lo yang bakal ngelindungin gue dari papa?gak salah dengerkan gue?lo gak lagi bercandakan? yakin bakal bisa?"tanya Ariel bertubi tubi menatap Aurel dengan tatapan yang tak bisa kembarannya itu artikan.
"Tentu aja enggak bohong,aku serius yakin bakal bisa lindungin kamu dari papa"saut Aurel tampak yakin dan percaya diri.
"Gak usah omong kosong Aurel,lo gak bakal bisa"ujar Ariel.
"Kamu gak percaya sama kembaran kamu sendiri?"tanya Aurel menatap Ariel dengan raut wajah tak percaya.
"Bukan gak percaya tapi kata kata lo tadi emang mustahil bagi gue"ujar Ariel sambil menatap dalam kembarannya itu.
"Bahkan mama yang selama ini lebih tau gimana nasib gue dibawah didikan papa aja, gak bisa nyelamatin gue dari belenggu dingin yang suaminya sendiri buat.APALAGI ELO AUREL!" sambung gadis itu kini dengan penuh penekanan disetiap katanya,serta diakhiri dengan nada bentakan pada tiga kata terakhir.
__ADS_1