The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 102


__ADS_3

"Tapi gak ada bedanya Re,orang Ariel kalaupun hadir disekolah tapi tetep gak masuk kelas juga"ucap Mia mengomentari perkataan Aurel itu.


"Ya yang penting berangkat sekolah,trus kalau papa atau mama nanti tanya ada yang pernah gak masuk sekolah tanpa alasan jadi gampang jawabnya gue jawabnya"ujar Aurel.


Kelima siswi SMA itu memutuskan untuk melanjutkan percakapan mereka sambil jalan menuju ke parkiran sekolah mereka,karena kalau tetap ngobrol di kelas takutnya kembaran Mia alias si Miko lama nungguin dia di parkiran.


"oh ternyata cuma mastiin biar gak ribet pas ditanya ortu toh"ujar Kayla pada Aurel.


"Iya lah emang kalian pikir emangnya alasannya kenapa?"tanya Aurel


"Ya kita kirain lo mastiin Ariel biar gak malas berangkat ke sekolah karena lo gak mau dia jadi anak yang males trus berpengaruh buat masa depan dia nanti,eh taunya cuma biar gak ribet pas ditanyain ortu"ujar Mia pada Aurel.


"Ya enggak lah!lagian buat apa juga gue khawatir sama masa depan Riri orang udah pasti masa depannya bagus dan cerah,


kembaran gue ini walaupun gak sekolah sekalipun tetep aja otaknya udah encer dari lahir.Cuma cukup diajarin sama papa kita soal bisnis aja gak perlu belajar yang lain,


dijamin seumur hidup udah bisa hidup enak dia"ujar Aurel langsung merangkul kembarannya dengan ekspresi bangga pada saudarinya itu.


"Yap"saut Ariel memberi respon pada kalimat panjang yang diucapkan sang kakak.


"kok lo keliatannya bangga punya kembaran kek Riri,trus keliatan percaya banget sama kemampuan Riri"ujar Mia kepada Aurel.


"Jelaslah! punya kembaran kek Riri itu salah satu keberuntungan terbesar dalam hidup gue yang pernah gue dapat,meski dingin datar kek triplek tapi kembaran gue ini punya kemampuan yang sempurna dan bisa ngelakuin apapun tanpa kesulitan sedikitpun dan yang paling jelas selalu ada pas gue butuhin"jelas Aurel,ia mengusap pucuk kepala Ariel yang masih berada dalam rangkulannya itu dengan lembut.


Sedangkan Ariel tersenyum bahagia dalam hatinya,ia merasa sangat senang dipuji seperti itu oleh kembarannya.Namun meski begitu pada saat yang bersamaan di satu bagian sisi hati kecilnya yang lainnya tidak begitu.Shasa yang berjalan tepat di samping Ariel diam diam melihat ke arah sahabatnya itu seolah olah paham apa yang sedang dipikirkan sang sahabat dan Ariel yang tak sengaja menoleh kearahnya membalas tatapannya itu,ia mengangguk samar diiringi senyuman tipis pada Ariel.


"Guys gue duluan ya,itu si Miko udah nungguin didalam mobilnya"ujar Mia membuat aksi saling tatap mereka itu berhenti.

__ADS_1


"Iya,sampai jumpa besok"saut Aurel.


"Bai Mia"ucap Shasa melambaikan tangannya pada Mia.


Mia membalas melambaikan tangannya kearah Shasa sambil setengah berlari pergi menuju ke arah mobil milik kembarannya yang berada didekat gerbang masuk sekolah,


Setelah itu gadis itu terlihat memasuki mobil Miko dan tak lama berselang mobil yang di kendarai si kembar Miko-Mia melaju keluar dari gerbang sekolah.


"Kita juga balik yuk"ajak Kayla ketiga sahabatnya,setelah itu keempat gadis remaja itu berjalan ke arah tempat dimana mobil yang mereka gunakan untuk ke sekolah terparkir kemudian segera pulang ke rumah mereka.


~skip~


Ariel saat ini sedang berada didalam kamarnya tepatnya di atas tempat tidurnya,sepulang sekolah tadi ia memang memutuskan untuk berdiam diri di kamarnya saja.Gadis itu sedang memegang ponsel genggam miliknya,ia sedang menimbang nimbang apakah ia akan menelpon papanya atau tidak.Ariel memiliki sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan papanya tapi sudah hampir sepuluh menit ia membuka menu kontak pada hp miliknya itu,ia masih ragu untuk menekan menu panggilan pada no.papanya itu.


Huf...Ariel menghirup kemudian membuang nafasnya perlahan setelah itu mengumpulkan keyakinannya dan akhirnya menekan icon memanggil pada layar hpnya,ia akhirnya menghubungi sang papa.


"Halo pa,apa saya mengganggu waktu anda?"balas Ariel kemudian memastikan terlebih dahulu apakah ia mengganggu waktu papanya.


"Tidak untuk saat ini,ada perlu apa?"saut papanya bertanya tujuannya menelpon.


"Ada yang ingin saya bicarakan,saya ingin minta tolong pada papa tentang sesuatu"ujar Ariel dengan nada datarnya tapi tetap berusaha berbicara sopan supaya tidak menimbulkan keributan dan emosi antara dirinya dengan sang papa nantinya.


"Apa itu cepat sampaikan!saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu"ucap tuan Wyle


"Bisakah papa mengatur supaya kembaran saya dan juga Kayla untuk beberapa hari kembali ke francis dulu,misi yang sedang saya selesaikan mengharuskan untuk pergi ke tempat tempat yang berada dipinggir kota.


Saya dan yang lainnya tidak bisa bebas dan leluasa bergerak jika keduanya ada disini, sepertinya papa paham bukan bagaimana protektifnya Rere sekarang padaku"jelas Ariel memberi tahu tujuan utama kenapa ia menelpon papanya.

__ADS_1


"Bisa,tapi kenapa hanya kembaran mu dan Kayla?bagaimana dengan putri keluarga kimberly?"tanya tuan Wyle pada putrinya.


"Ah itu"saut Ariel tak bisa menjawab dengan cepat,sial! Bisa bisanya ia melupakan hal itu.


"Apa anak itu berguna?"tanya tuan Wyle


"Hah"ujar Ariel tak paham


"Apa anak dari keluarga kimberly itu bisa membantu dalam misi mu?"lanjut tuan Wyle mengajukan pertanyaan.


"Bagaimana papa bisa...."


"Tentu saja saya tau"belum lagi selesai Ariel berbicara tapi sudah dipotong terlebih dahulu oleh sang papa.


"nona muda,apakah anda pikir saya akan membiarkanmu lepas bertindak begitu saja tanpa pengawasan disana?tentu saja tidak,saya tau kalau kamu melibatkan anak keluarga Kimberly itu tanpa seizin saya"lanjut tuan Wyle.


"Maafkan saya"ujar Ariel meminta maaf pada papanya,dalam hatinya ia merutuki dirinya sendiri kenapa bisa kecolongan.


"Untuk kali ini dimaafkan,lagi pula sepertinya sahabatmu itu cukup berguna dalam pekerjaanmu.Untuk permintaanmu tadi akan segera saya urus! Tut...tut.."suara panggilan yang ditutup sepihak oleh papanya tanpa basa basi sedikitpun.


Hah...Ariel kembali membuang nafasnya dengan berat,ia sedikit lega kali ini tak perlu bersitegang dengan papanya untuk perlu mendapat izin supaya Shasa bisa terlibat dalam misinya dan ditambah masalah kembarannya serta Kayla juga sepertinya bakal diurus sepenuhnya oleh sang papa.


Tak sampai dua menit setelah selesai berbicara melalui panggilan telepon dengan sang papa,ponsel genggam Ariel berbunyi menandakan ada telepon masuk.Dan yang menghubunginya itu adalah Rion,dengan malas ia langsung mengangkat panggilan itu.


"Halo Ri,tuan Lui udah selesai diintrogasi.Kapan lo sama Shasa bisa kesini?"ujar Rion dari seberang sana,sepertinya rekannya itu berada di markas saat ini.


"Besok"jawab Ariel singkat dan langsung menutup telepon itu tanpa kata kata lain lagi.

__ADS_1


Ya mengingat kejadian tadi sebelum Rion menelpon,sepertinya kita semua tau dari mana gadis remaja itu mewarisi kebiasaannya itu.


__ADS_2