The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 68


__ADS_3

"Udahlah gak usah dipikirin,bentar lagi juga kita bakal tau siapa"ucap Rion pada Leo.


Buk..Leo gak sengaja menabrak punggung Rion karena rekannya itu mendadak berhenti tanpa aba aba.


"Lo kenapa berhenti mendadak sih?"tanya Leo sedikit kesal.


"Udah sampai"jawab Rion.


"Ooh bilang dong,jangan berhenti mendadak kayak tadi"ujar Leo


"Lo aja yang gak perhatiin jalan lo"saut Rion tak terima disalahin Leo.


Keduanya sudah sampai di depan ruangan yang ingin mereka tuju,merekapun segera membuka pintu dan langsung memasuki ruangan itu tanpa basa basi terlebih dahulu.


"Maaf nunggu la..ma"ucapan Rion sedikit terjeda karena ia sedikit terkejut saat matanya tidak sengaja menemukan seseorang yang saat ini duduk di samping Ariel,bukan terkejut karena adanya keberadaan orang lain selain Ariel di ruangan itu tapi terkejut karena identitas gadis yang bersama Ariel itu sekarang.Leo yang disebelahnya pun tidak kalah terkejutnya dengan Leo.


"Shasa?"sapa Leo dengan nada bertanya seolah olah ragu akan apa yang matanya lihat.


"Hai guys,lama gak ketemu"sapa Shasa sambil tersenyum,Tapi bukan senyum yang biasa ia tunjukkan seperti biasanya senyumnya saat ini lebih ke smirik menurut penglihatan Leo dan Rion.


"Kalian duduk,biar gue jelasin"suruh Ariel menyadarkan dua pemuda yang masih berdiri diambang pintu.


"Ah iya"ujar Leo segera sadar,ia menutup pintu ruangan terlebih dahulu baru menuju tempat duduk yang ada di dekat Ariel dan Shasa bersama dengan Rion juga.


"Jadi?"tanya Rion meminta penjelasan pada Ariel,Leo yang tentunya ingin tau juga menatap dua cewek di depannya menunggu jawaban.


"Sha,jelasin!"suruh Ariel pada Shasa,Shasa yang mendengar itu hanya bisa pasrah dan yakin ini akan terjadi karena ia tau pasti bagaimana malasnya sahabatnya yang berwajah datar itu untuk bicara panjang lebar.


"Jadi tuh gini..."Shasa mulai menjelaskan semuanya dari awal mulai dia tau tujuan sebenarnya Ariel pindah ke indonesia dan mengajak mereka sampai kejadian tadi sebelum akhirnya Ariel memutuskan untuk mengajaknya kesini,gak secara keseluruhan sih cuma garis besarnya aja.


"Gitu ceritanya guys"ujar Shasa mengakhiri penjelasannya.

__ADS_1


"Jadi sekarang apa tujuan lo bawa Shasa kesini?"tanya Rion pada Ariel


"Dia bakal terlibat mulai sekarang"jawab Ariel seadanya.


"Lo serius Ariel,libatin ni bocah ke misi kita yang bener aja?"ujar Rion tak begitu yakin kalau itu bukan ide yang bagus sama sekali menurutnya.


"Siapa yang lo bilang bocah hah?!!"saut Shasa ngegas,ia tak terima dibilang bocah.


"Lo lah siapa lagi,pakek nanya segala"jawab Rion.


Ariel bersandar di sandaran kursinya,ia memilih untuk tak terlibat dalam perdebatan dua orang yang baru mulai itu dan memilih untuk menjadi penonton saja lumayan hiburan pikirnya.


"Riel,kamu serius soal Shasa?"tanya Leo dengan berbisik,ia menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Ariel.


"Hm"saut Ariel tanpa mengalihkan pandangannya dari dua orang yang tengah berdebat dihadapannya.Btw mereka duduk melingkar ya guys di tegah mereka ada meja bulat kecil.


"Enak aja gue dipanggil anak kecil,lo gak tau gue sebenarnya siapa hah?!!"tanya Shasa ngegas.


"Emang penting gue tau lo siapa dan lo sendiri emang tau gue siapa sebenarnya? Pasti gak tau kan lo"ucap Rion bertanya balik pada Shasa sambil tersenyum remeh menatap gadis dihadapannya itu.


bagaimana bisa Shasa tau identitas dia sedangkan teman temannya disekolah saja tidak ada yang tau siapa papanya.


"Kenapa lo heran karena gue tau siapa papa lo,gue masih tau banyak hal tentang lo dan bahkan bukan cuma lo doang tentang identitas Leo juga tau"lanjut Shasa beralih menatap Leo.


Sedangkan Leo yang mendengar namanya tiba tiba disebut pun sedikit kaget


"Gue?"tanyanya pada Shasa sambil menunjuk kearah dirinya sendiri.


"Iya lo Leo Candra"ujar Shasa pada Leo.


"Lo tau dari mana nama belakang gue,

__ADS_1


perasaan gue gak pernah bilang dan disekolah aja gue cuma pake nama Leo doang?"tanya Leo sangat penasaran bagaimana sahabat Ariel itu tahu nama belakangnya.


"Soal gue juga?"tanya Rion ikut bertanya.


"Kalian gak perlu tau gue tau dari mana,tapi yang jelas itu bukan hal yang sulit bagi gue"ujar Shasa sambil tersenyum misterius.


"Nona bos,lo serius bakal libatin Shasa buat ikut dalam semua ini?"tanya Rion kembali bertanya pada Ariel tentang keikut sertaan Shasa.


"Lo masih meragukan gue?!"tanya Shasa pada Rion dengan masih sedikit ngegas.


"Enggak elah,tapi gimana kalau tuan Wyle tau tentang ini?apa gak jadi masalah nantinya?"tanya Rion,ia sangat khawatir memikirkan reaksi bos besar papanya itu.


"Itu biar jadi urusan gue"jawab Ariel pada Rion.


"Ya sudahlah,gue ikut lo aja deh.Gimana Leo?"ujar Rion meminta pendapat Leo.


"Gue mah ikut kemauannya nona muda Riel kita aja"jawab Leo.


"Nah gitu dong dari tadi,biarin gue ikut hihihi..."ucap Shasa sambil tersenyum senang diakhir,ia begitu senang karena akan benar benar terlibat pada misi Ariel jadi ia gak perlu susah susah ngawasin dari jauh.


Sedangkan Rion hanya bisa pasrah saja deh gimana kedepannya,lagi pula Leo juga udah setuju dan Ariel juga bilang kalau cewek itu yang akan mengurus ayahnya.Jadi Rion rasa gak terlalu masalah,lagi pula gak mungkin tuan Wyle nyakitin putrinya sendiri cuma gara gara Shasa yang diizinin buat gabung misi kan?.Itulah pikiran Rion sekarang,walaupun apa yang ia pikirkan sebenarnya gak sepenuhnya bener.


*Orang tua kejam itu pasti marah besar sama gue*ujar Ariel dalam hatinya saat ini.


"Tapi gue baru ngeh sekarang sama gaya bahasa lo Sha,gak biasanya lo ngomong pake lo-gue buat ngomong sama orang lain"ucap Rion baru sadar akan gaya bicara Shasa yang sangat berbeda.


"Iya gue juga baru nyadar,cara lo ngomong sama raut wajah lo beda banget dari biasanya"ujar Leo yang juga baru sadar akan hal itu.


"Lo berdua gak usah kaget buat kedepannya,


gue bakal ngomong kayak gini cuma buat urusan kayak gini aja selebihnya gue bakal ngomong kayak disekolah.Dan inget kalian harus tutup mulut soal ini termasuk sama Kay dan Rere"ujar Shasa memperingatkan kedua remaja laki laki dihadapannya dengan sangat serius.

__ADS_1


"Oke"saut Rion dan Leo sambil menganggukkan kepala tanda mereka setuju untuk tutup mulut.


"Bagus"ujar Shasa pada kedua orang itu.


__ADS_2