
Keyra menggeram kesal dengan terpaksa ia bangun dari tidurnya dan bangkit dalam posisi duduk bersandar di bagian sandaran ranjang,ia dengan sangat berat membuka kedua matanya yang masih sangat mengantuk masih ingin tidur.Hal ini karena suara ponselnya yang terus saja berbunyi dari tadi,suara itu sangat mengganggu indra pendengarannya saat ia tidur tadi.
Dengan susah payah ia menjangkau ponsel pintarnya itu dengan satu tangan dari atas nakas di samping ranjangnya dan ternyata ada panggilan masuk,tanpa melihat dengan jelas siapa yang menghubunginya gadis itu menggeser icon berwarna hijau guna mengangkat panggilan itu.
"Halo,siapa?ganggu orang tidur aja!"ujarnya dengan kesal,matanya masih sangat merunduk.
"Oh donc tu penses que maman dérange, d'accord tu continues juste à dormir, désolé maman t'a dérangé"
(Oh jadi menurutmu mama mengganggu?oke kamu lanjut kan saja tidur mu,maaf mama mengganggu)tut...tut...tut...bunyi sambungan ditutup.
"Hah?"tunggu Ariel terdiam sejenak,otaknya yang masih belum mencerna sepenuhnya apa yang baru saja terjadi.Dam! mata gadis itu terbuka lebar kesadarannya juga langsung terkumpul seluruhnya,ia melihat nama kontak penelepon tadi dan melihat nama yang tertera disana membuatnya menepok kening sendiri.
"Mama"ujarnya kaget,dengan segera ia menelepon balik nomor yang tadi yang merupakan nomor dari mamanya sendiri.
""Pourquoi appelles-tu encore, n'as-tu pas dit que tu perturbais ton sommeil plus tôt ?"
(kenapa menghubungi lagi,bukannya tadi kamu bilang mama mengganggu waktu tidurmu?)
"Désolé maman, Riri pensait que celui qui m'avait contacté était un vendeur de cartes de crédit qui me contactait toujours sans arrêt pour me proposer ses services"
(Maaf mama,tadi Riri kira tadi yang menghubungi adalah sales kartu kredit yang selalu menghubungiku tanpa henti untuk menawarkan jasa mereka padaku)
"Je suis sûr que c'est juste votre excuse, vous n'avez sûrement pas vu le nom du contact qui vous a appelé, n'est-ce pas?"
(Mama yakin itu hanya alasanmu saja,pasti kamu tidak melihat siapa nama kontak yang menelepon mu kan?)
"Désolé, oui maman a raison mais c'est parce que j'ai tellement sommeil"
(Maaf,ya mama benar tapi itu karena aku sangat mengantuk)
"Est-ce que Riri a encore sommeil en ce moment ?Si oui, maman peut rappeler plus tard pour que vous puissiez d'abord continuer à dormir"
(Apa Riri masih mengantuk saat ini?kalau iya mama bisa telepon lagi nanti agar kamu bisa melanjutkan tidurmu dulu)
"Non, madame, je n'ai plus sommeil Alors qu'y a-t-il de mal à m'appeler ?"
(Tidak kok ma,aku sudah tidak mengantuk lagi sekarang.Jadi ada apa mama meneleponku?)
__ADS_1
"Avez-vous besoin d'une raison pour appeler votre propre fille maintenant ?
(Apa mama perlu alasan untuk menelepon putri sendiri sekarang?)
"Ce n'est pas comme ça, mais ne devrions-nous pas avoir une raison ou un but précis pour contacter quelqu'un ?
(Bukan seperti itu,tapi bukannya kita seharusnya memiliki alasan atau tujuan tertentu untuk menghubungi seseorang?)
"Tu ressembles beaucoup à ton papa, il ne manque à maman que toi et Rere. Tu n'as pas du tout contacté maman depuis que tu y as emménagé"
(Kamu ini memang mirip sekali seperti papamu,mama hanya rindu pada mu dan juga Rere.Kalian sama sekali tidak pernah menghubungi mama semenjak pindah ke sana)
"Je ne ressemble pas du tout à papa et la raison pour laquelle Rere et moi n'avons jamais contacté maman est à cause du décalage horaire entre l'Indonésie et la France, nous avons peur de vous déranger si nous appelons au mauvais moment"
(Aku sama sekali tidak mirip dengan papa dan alasan aku dan Rere tidak pernah menghubungi mama itu karena perbedaan waktu antara indonesia dan prancis,kami takut malah mengganggu jika salah waktu menghubungi)
"Ce doit être juste votre excuse, dites simplement que vous êtes trop occupé avec vos nouveaux amis et que maman et papa ne vous manquent pas non plus. Comment se fait-il que Shasa ait pu contacter ses parents il y a quelque temps, n'est-ce pas ?"
(Pasti hanya alasan mu saja,bilang saja kalian terlalu sibuk dengan teman teman baru kalian dan kalian juga tidak merindukan mama serta papa disini.Shasa saja bisa kok menghubungi orang tuanya beberapa waktu yang lalu,masa kalian tidak?).Suara sang mama terdengar sedikit kesal ditelinga Ariel.
(Enggak kok ma,tentu saja kami sangat merindukan mama disana dan mungkin juga papa.Dan masalah Shasa yang menghubungi orang tuanya,aku sama sekali tidak mengetahui itu).
"Est-ce vraiment comme ça?"
(Benarkah seperti itu?)
"Bien sûr"
(Tentu saja)
"Comment vas-tu là-bas, ça va ?"
(Bagaimana keadaan kalian disana,apakah baik baik saja?)
"Mon état et les autres vont bien, maman"
(Keadaanku dan yang lain baik baik saja kok ma)
__ADS_1
"Bon alors, maman est soulagée d'entendre ça"
(Bagus kalau begitu,mama lega mendengarnya)
"Hmm"
"Riri, tu ne veux pas demander quelque chose ou dire quelque chose à maman ?"
(Riri,kamu tidak ingin bertanya sesuatu atau mengatakan sesuatu pada mama gitu?)
"Que veux-tu que je te demande ?"
(Memangnya mama ingin aku bertanya apa?)
Ariel dengan polosnya malah bertanya balik pada mamanya.
"Est-ce que c'est comment tu vas maman ou quelque chose comme ça"
(Apa aja seperti kabar mama atau apapun gitu)
"Pas besoin, après tout, je sais que les nouvelles de maman seront saines si pas un de mes subordonnés ou papa ne me le dira"
(Gak usah,lagi pula aku tahu kabar mama pasti sehat jika tidak salah satu bawahan ku atau papa pasti memberitahunya padaku)
"Fondamentalement, cet enfant est comme son père, il n'y a pas de romance romantique pour être un humain"
(Dasar anak ini emang mirip seperti papanya,gak ada romantis romantisnya jadi manusia)
"Maman cherche un nouveau mari qui a une nature romantique pour qu'il puisse avoir un enfant romantique"
(Mama cari suami baru yang punya sifat romantis aja biar dapat anak yang romantis)
Ariel berujar dengan entengnya.
"Oui, ce n'est pas le cas, cher concept"
(Ya gak gitu juga sayang konsepnya)
__ADS_1