The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 63


__ADS_3

*lo gak lemah Re cuma lo emang gak di takdirin buat berada dalam tekanan dan bahaya,karena itu takdir gue dari dulu dan akan selalu begitu*ujar Ariel dalam pikirannya sambil memandang sendu wajah saudari kembarnya yang kembali terlelap dalam pelukannya.


Ariel sendiri juga perlahan ikut terlelap menyusul kembarannya itu,padahal tadinya ia sendiri tidak berniat untuk tidur lagi.Tapi matanya mulai memberat saat asyik memeluk saudari kembarannya yang terlelap di pelukannya itu.


Sekarang kita ke salah satu kamar utama lagi di rumah ini yaitu kamar milik Kayla,jika tadi si putri kembar keluarga Wyle memutuskan untuk melanjutkan tidur mereka lagi maka hampir sama dengan gadis pemilik kamar itu yang saat ini masih terlelap dalam alam mimpi.Tapi Kayla tidak terlelap di atas kasurnya yang hangat dan nyaman melainkan ia sedang berada di kursi gaming nya dengan masih memakai berbagai macam peralatan pendukung untuk bermain game online,gadis itu tidur dengan menelungkup kan kepalanya di atas meja dan tepat di dekat kepalanya terdapat komputer yang masih menyala.


Sudah fiks ini kalau gadis itu pasti tidak sengaja tertidur saat main game dan bisa dipastikan ia pasti bergadang tadi malam.


Ekh...Kayla melenguh pelan dengan perlahan ia mengangkat kepalanya dari atas meja,mata nya masih terlihat sulit untuk terbuka.


"Aduh"keluhnya sambil memegangi kepalanya yang saat ini terasa pusing dengan salah satu tangannya,ini pasti akibat ia bergadang terlalu malam ditambah ia sendiri belum terlalu fit akibat demam kemarin.


Dengan tangannya yang lain ia melepas semua perangkat yang ada di kepalanya dan tak lupa untuk mematikan komputer yang masih menyala dihadapannya,baru setelah itu dengan perlahan ia bangkit dari tempatnya saat ini berjalan perlahan menuju kearah tempat tidurnya.


"Hujan,gue tidur aja kali ya biar pusing kepala gue hilang.Kalau gak bisa dimarahin sama yang lain nanti"gumam Kayla sekilas melihat hujan yang turun dari balik jendela dan juga jam yang menunjukkan kalau masih pagi.


Kayla langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur dan membalutnya dengan selimut kemudian baru melanjutkan tidurnya lagi.


Sekarang keempat gadis remaja penghuni rumah itu tambah terlelap dalam tidur mereka


dan hujan diluar juga turun semakin lebat saja.

__ADS_1


Baru sekitaran jam sebelas pagi alias menjelang siang keempat gadis itu baru bangun dari tidur mereka yang nyenyak,saat ini keempatnya duduk dimeja makan dengan masing masing satu mangkok mie rebus dihadapan mereka yang sudah sangat siap sedia untuk mereka santap.


"Hmm...enak juga ternyata makan mie rebus hujan hujan gini"ujar Kayla setelah menyuapkan satu sendok ke mulutnya.


"Iya enak"ucap Shasa ikut berkomentar.


"Kenapa kita dulu gak kepikiran kayak gini ya waktu di prancis pas lagi musim dingin?"ujar Aurel bertanya pada dirinya.


"Iya juga ya,kenapa kita gak kepikiran?"saut Kayla setuju pada ucapan Aurel.


"Shasa juga gak kepikiran dulu"ujar Shasa ikut menyauti.


"Emang dulu boleh kita makan mie instan kayak gini?"ucap Ariel mengajukan pertanyaan pada tiga orang itu,hal ini membuat ketiga gadis itu langsung diam sejenak.


"Kalau papa sama mama gue tau kalau anaknya makan mie instan kayak gini,wah bisa dikasih konsultasi kesehatan gizi nih gue selama satu minggu"ujar Kayla,mengingat bagaimana ketatnya orang tuanya mengawasi jaminan kesehatan semua makanan yang ia konsumsi dulu.Apalagi fakta kalau sang ayah adalah orang kesehatan.


"Shasa dulu jangankan masak mie instan di mansion,pernah liat bungkusnya aja enggak"


Ucap Shasa.


"Kita juga sama kan Ri,kalau sampai ada yang namanya mie instan di mansion bisa bisa semua pelayan dipecat karena itu"ujar Ariel.

__ADS_1


"Huf.."tanpa janjian keempatnya menghela nafas hampir bersamaan,ketiganya baru sadar kalau dulu saat masih tinggal dengan orang tua mereka dan masih sepenuhnya dalam pengawasan orang tua keempatnya memang cukup dibatasi akan hal hal sepele semacam larangan untuk makan makanan instan atau cepat saji lainnya.


"Bisa bisanya kita dulu gak pernah rasain kenikmatan yang namanya mie instan"ujar Kayla merenungi masa lalunya di prancis.


"Iya untung sekarang kita bisa ngerasain ini makanan,kalau enggak rugi berat kita"ucap Aurel.


"Beruntung kita gak terlalu diawasi lagi"ujar Shasa sambil melihat sekitarnya seperti seolah olah memastikan tidak ada orang suruhan orang tuanya disana.


"Lanjut makannya,soalnya suatu saat nanti kalau udah balik prancis jangan harap kita bisa nyentuh makanan ini lagi"ucap Ariel datar pada sahabat dan juga kembarannya,


sedangkan yang lain mengangguk dan memutuskan melanjutkan kegiatan mereka untuk memakan mie instan rebus dihadapan mereka dengan hening.


Keempatnya melahap mie rebus itu sambil merenung,kalau mereka pikir pikir kehidupan mereka emang cukup menyedihkan.


Meskipun mereka terlahir dari keluarga yang terbilang sangat kaya raya,keluarga lengkap,


dan sangat terpandang tapi bukan berarti mereka memiliki kehidupan yang bebas dan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan dengan semau mereka.


Mereka berempat terlahir sebagai anak yang ditakdirkan sebagai penerus bisnis keluarga mereka mau ataupun tidak mau tapi harus.


Shasa yang akan mewarisi bisnis lestoran dan hotel berbintang sekaligus ternama milik sang papa,Aurel yang akan mewarisi bisnis fassion ibunya,Ariel yang akan mewarisi kerajaan bisnis sang papa,serta Kayla yang meskipun terlahir menjadi anak kedua dan masih memiliki satu kakak laki laki tapi itu bukan alasan baginya untuk terlepas dari kewajiban untuk ikut mengemban beban berat mengurus yayasan dan rumah sakit keluarganya.

__ADS_1


Hal itu semuanya membuat mereka sejak lahir seolah olah sudah ditentukan akan seperti apa masa depan mereka nantinya tanpa mereka sendiri tidak boleh bebas ingin menentukan cita cita yang benar benar diri mereka inginkan,ibaratnya mereka terlahir dengan berbagai keuntungan berupa kekayaan,kehormatan keluarga,dan jabatan tapi tidak memiliki kuasa apapun untuk diri mereka sendiri karena semuanya sudah ditentukan oleh orang tua mereka.Mulai dari dimana mereka akan bersekolah,apa yang akan mereka pelajari nantinya,keahlian apa yang wajib mereka kuasai,dan bahkan dengan siapa mereka boleh bergaul dalam kehidupan sehari hari semuanya sudah ditentukan.


Bahkan keempatnya tidak bisa memungkiri sedikitpun kalau persahabatan mereka itu dimulai dari kedua orang tua mereka masing masing yang ingin menambah relasi yang jauh lebih luas lagi dengan orang orang yang satu atau hampir satu jajaran dengan cara membuat mereka semua akrab satu sama lain seperti saat ini hingga bersahabat satu sama lain,itu semua juga berawal dari kepentingan bisnis.


__ADS_2