The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 140


__ADS_3

Setelah dokter selesai menjelaskan kondisi Ariel,dokter itu permisi pergi dari sana dengan diantar kembali oleh penjaga yang memanggil dokter itu tadi.


"kalian boleh masuk kalau mau,tapi jangan brisik"ujar Leo mempersilahkan Shasa dan Rion jika mau masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan Ariel.


"Kalau lo gak bolehin pun,gue bakal tetap masuk"ujar Shasa kepada Leo,setelah itu gadis itu langsung menyelonong masuk kedalam kamar.Leo dan Rionpun menyusul dibelakangnya.


Shasa memasuki kamar Leo secara perlahan supaya sahabatnya yang tengah berbaring diatas ranjang didalam kamar itu tidak merasa terganggu,gadis itu berdiri disamping tempat tidur sambil melihat kondisi Ariel sahabatnya yang terlihat sedikit pucat.


*habis nangis*batinnya setelah melihat mata sahabatnya itu yang terlihat sedikit bengkak.


"Riri habis nangis?"tanya Shasa kepada Leo dengan suara sedikit dipelankan.


"Iya Riel habis nangis"jawab Leo


"Riri nangis kenapa emang?lo apain?"tanya Rion kepada Leo.


"Gak bukan gue yang bikin nangis"bantah Leo saat Rion menyalahkannya.


"Masa?"ujar Rion tak percaya.


Shasa menunduk melihat kearah lantai kamar saat merasakan sepatunya menginjak sesuatu,ia menunduk dan meraih apa yang injak tadi serta beberapa benda lainnya yang berserakan dilantai.Itu adalah lembaran lembaran foto dan kertas yang tadi ditemukan oleh Ariel lalu tak sengaja berserakan dilantai namun belum sempat dirapikan kembali oleh Leo.


"Emang bukan Leo yang salah"ujar Shasa memandangi foto2 dan kertas yang tadinya dilantai sudah berpindah ketangannya.


"Maksud lo Sha?"tanya Rion tak paham maksud perkataan Shasa.


Namun Shasa tak menyautinya dan lebih memilih menatap Leo dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Benar kata orang,dunia ini emang sempit.


Gue selama ini selalu gak bisa nemuin informasi tentang asal usul lo Leo,sama kayak gue selalu gak bisa nemuin jejak apapun soal Nic"ujar Shasa.


"Keponakan dan paman memang sangat mirip ya"lanjut Shasa memberikan foto foto dan kertas itu kepada Leo.Rion merasa bingung suasana apa yang sedang terjadi,ia merasa ada sesuatu hal yang teman temannya tau namun ia sendiri tak tahu dan ia memilih menyimak serta mendengar supaya tau.

__ADS_1


"Lo tau tentang paman gue Sha?"tanya Leo terlihat sedikit kaget saat tau lau Shasa mengenal pamannya.


"Tentu aja tau,gue salah satu orang yang tau siapa Nic dan Nic juga tau siapa gue.Bukan cuma itu,tap gue juga tau seberapa besar pengaruh Nic bagi kehidupan Riri"saut Shasa sambil kembali memandangi sang sahabat yang tengah tertidur akibat pengaruh kandungan obat penenang dalam cairan suntikan yang diberikan dokter tadi.


"Kenapa gue gak tau kalau ada orang lain yang tau tentang posisi disamping Riel"gumam Leo.


"Itu artinya sumber informasi lo kurang"saut Shasa yang masih bisa mendengar gumaman cowok itu.


"Mungkin lo bener Sha"ujar Leo.


"Eh ini kalian berdua emang gak ada punya niat buat ceritain atau jelasin ke gue apa?gue kayak orang begok gak paham konteks pembahasan lo berdua sejak tadi"ujar Rion akhirnya bersuara,ia tadi sudah mencoba semaksimal mungkin untuk memahami pembahasan Leo dan Shasa tapi ia benar benar tak menangkap apapun.


"Rion gak tau tentang ini?"tanya Shasa kepada Leo.


"Gak,gue belum pernah cerita masalah ini ke Rion"jawab Leo.


"Malah lanjut ngobrol,pertanyaan gue disautin dong"ujar Rion.


"Jangan brisik Rion,nanti gue bakal ceritain semuanya kalau kondisi Riel udah lumayan stabil"ujar Leo kepada Rion.


"Nanti Rion,dengerin kata Leo.Jadi lo diem aja dulu gak usah ngomong"ujar Shasa kepada Rion,membuat cowok itu akhirnya diam.


"Jadi bener Nic udah gak ada?"tanya Shasa beralih kembali ke Leo.


"Ya"jawab Leo.


*Malah lanjut ngobrol mereka berdua,sialan emang.Apa susahnya sih setidaknya ceritain ke gue dikit yang mereka bahas apa,mana Shasa nyuruh gue diem lagi*dumel kesal Rion dalam hati melihat Shasa dan Leo yang sibuk mengobrol,matanya menatap malas kedua orang itu secara bergantian kemudian mendengus kesal karena merasa diabaikan.


Sedangkan disisi lain Ariel yang sedang tertidur tengah bermimpi


~mimpi Ariel~


Seorang anak perempuan berusia sekitaran sebelas tahun tengah duduk dikursi penumpang didalam sebuah mobil yang tengah melaju dijalanan kota Paris,gadis kecil itu sedang asik melihat kearah luar jendela dimana terlihat banyak hiasan untuk perayaan natal sudah terpasang.Gadis itu menoleh kearah depan tepatnya melihat kekursi pengemudi

__ADS_1


"Nic"panggil gadis kecil itu kepada laki laki yang memegang kemudi mobil itu.


"Ya nona muda"saut laki laki yang dipanggil Nic itu.


"Nic mempunyai keluarga tidak?"tanya gadis kecil itu.


"Saya punya satu nona,seorang keponakan laki laki yang seumuran dengan nona muda"jawab Nic.


"Benarkah,kenapa Nic tak pernah bilang?"ujar gadis kecil itu tampak kesal baru tahu hal itu.


"Nona muda Ariel tak pernah menanyakannya dan saya dilarang membicarakan hal pribadi tanpa diminta"jawab Nic kepada nona mudanya itu.


"Pasti papa yang memberi aturan itu,punya papa kenapa orangnya menyebalkan dan ribet sekali sih"ujar gadis kecil itu sedangkan laki laki yang bernama Nic itu hanya bisa tersenyum tipis saja,laki laki itu sudah biasa dan paham betul bagaimana nona mudanya itu tanpa segan mencibir papanya sendiri yang mana papanya nona mudanya itu adalah majikannya.


"Em Nic bentar lagikan Natal,Nic punya rencana untuk pulang menemui keponakanmu?"tanya gadis kecil itu.


"Ada nona muda,saya akan pulang jika mendapat izin dari tuan besar"jawab Nic.


"Cks orang tua menyebalkan itu lagi"cibir Gadis muda itu


"Nic pulang saja,natal itu artinya harus berkumpul dengan keluarga.Biar Riri saja yang mengurus orang tua sialan itu"lanjut gadis kecil itu kepada Nic,gadis itu tak segan berulang kali mencibir orang yang dipanggil tuan oleh Nic itu.Padahal itu adalah Papa kandungnya sendiri.


"Baik nona muda"saut Nic mengiyakan perkataan nona mudanya itu.


"Oh iya apa Nic akan membelikan hadiah untuk kepnakan yang tadi Nic katakan?"tanya gadis kecil itu.


"Tentu saja nona,saya akan membelikan Nico hadiah"ujar Nic.


"Nico?apa itu nama keponakan Nic?"tanya gadis itu.


"Benar nona,Nico adalah nama panggilan keponakan saya"jawab Nic.


"Nico ya,aku juga akan memberikan keponakan Nic hadiah"ujar Gadis kecil itu.

__ADS_1


Didunia nyata Ariel yang tengah tertidur nampak mulai dibanjiri oleh keringat,nafas gadis itu yang tadinya normal terlihat mulai tak beraturan.


__ADS_2