The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 174


__ADS_3

"Bukankah itu titik koordinat Tuan"ujar tuan Rarendra setelah mereka menemukan sesuatu didalam sistem navigasi pelacak yang telah diprogram oleh seseorang didalam sana.


"Tunggu,titiknya merahnya menyala.Titik itu kemungkinan.."Tuan Kimberly menunda perkataannya dengan melihat kearah Tuan Wyle dan tuan Rarendra secara bergantian.


"Tempat mereka berada"ujar Tuan Wyle datar.


~Back to tempat Ariel dll ditawan~


Ocehan suara misterius itu sejak tadi tidak pernah berhenti,entah sudah berapa lama tapi Ariel mulai bosan dengan mendengar suara mulut besar milik tuan Frank itu.Seiring dengan ocehan orang itu,Ariel perlahan menggerakkan lidahnya dari posisinya berada terus bergerak perlahan mencapai gigi geraham bagian samping dalam sebelah kanan.


*Baguslah,benda kecil itu masih tertempel sempurna disana*batin gadis itu bahagia, Ariel menggerakkan lidahnya dan menempatkannya ketempat semula,gadis itu kini merasa sedikit tenang.Cip pelacak yang sebelumnya sengaja dipasang oleh Leo digiginya itu masih berada ditempat awapnya dipasang,benda kecil itu adalah kunci utama pembebasannya dan teman temannya yang lain.


Leo memperhatikan pergerakan kecil nan halus dari gadis itu sejak tadi,ia terus menatap kearah Ariel sampai gadis itu melihat kearahnya.Akhirnya setelah beberapa saat Ariel benar benar melihat kearahnya,Leo langsung menaikkan satu alisnya seolah sedang bertanya sesuatu dan Ariel yang dapat langsung pahampun langsung mengerjapkan kelopak matanya perlahan sebanyak dua kali sebagai jawaban.


*Bagus*batin Leo setelah mendapatkan jawaban itu,keduanya kembali mrndengarkan ocehan tuan Frank yang tidak ada habisnya sejak tadi.


"Leo Leo Leo,ternyata kau pemuda yang sangat bodoh.Sudah bagus dahulu namamu sudah sempat saya coret dari daftar target, tapi dengan bodohnya kau malah memilih terlibat berurusan dengan saya yang bahkan kedua orang tua dan pamanmu sendiri tidak bisa hadapi"


"Kau membantu gadis dan serta papanya yang telah menjadi penyebab kematian pamanmu serta orang tuamu,tanpa ingin belajar dari masalalu.Bukankah kau sangat bodoh hahaha"


Hahaha....suara tawa dari Leo langsung menggelegar seiring dengan pemilik suara misterius itu selesai bicara.


"hus,kenapa Leo ketawa?"tanya Miko sambil berbisik kepada teman temannya yang ada disisi yang sama dengannya.


"Entahlah,tapi mungkin ada yang lucu menurut dia"jawab Ryan.


"Tapi masalahnya enggak ada yang lucu dengan perkataan pemilik suara itu"saut Mia.


"Heh bocah!apa yang lucu?!"


"Tentu saja yang lucu itu anda tuan Frank" jawab Leo dengan santai.

__ADS_1


"Ternyata kau sudah mengetahui siapa diriku bocah"


"Tentu saja,siapa lagi orang yang repot repot mengurung kami kecuali anda"ujar Leo sambil menatap kearah salah satu kamera disana.


"Tadi anda bilang saya bodoh?haih tapi saya tidak bodoh anda harus tahu itu.Dan berhenti mengatakan kalau Riel dan papanya adalah penyebab kematian orang tua dan paman saya karena itu tidak benar,menurut saya itu adalah takdir yang tidak bisa dihindari dan juga sebuah resiko dari pekerjaan yang mereka jalani selama hidup mereka"lanjut Leo dengan sangat tegas.


"Pemikiranmu sangat naif anak muda,tapi ya memang anak seusia kalian memang masih naif dalam berfikir tentang apapun"


"Baiklah saya sudah cukup lama mengoceh, jadi mari istirahat sebentar.Dan selama waktu itu berlalu,saya akan memberikan kalian semua sebuah pilihan yang bisa memberikan kebebasan untuk kalian semua"


"Kebebasan?pilihan apa itu?"tanya Aditya dengan cepat saat mendengar kata kebebasan.


"Benar,cepat katakan"pinta Ryan.


"Sepertinya sisi berenam nampak sangat antusias ya,tapi sayangnya hasil dari pilihan ini sangat ditentukan oleh sisi lain yang berempat.Namun kalian bisa membujuk mereka,terutama nona Aurel dan Kayla yang pasti sangat berpengaruh"


"Udah deh gak usah banyak bacot,cepet kasih tahu pilihan apa yang lo maksud?!"pinta Mia yang sudah tidak sabar.


"Pilihan kedua?"tanya Miko


"Pilihan keduanya,kalian hanya tinggal pasrah saja dan menunggu akhir hidup kalian.Karena saya akan menghabisi kalian nanti hahaha..."


Keenam orang yang berada disisi yang sama itupun langsung terlihat kaget dan mulai ketakutan dengan apa yang baru saja mereka dengar,berbeda dengan penghuni sisi lain sel yang nampak memberikan respon biasa saja.


"Ketakutan bukan?sekarang silahkan berdiskusi dan pilihan kalian akan menentukan nasib akhir kalian nanti,bai bai"


"Ah dan ya satu lagi,jangan berusaha mencari cara kabur.Kalian sedang berada didalam kapal ditengah laut,sekali kalian berusaha kabur maka saat itu juga tubuh kalian menjadi penghuni lautan"


"Silahkan berdiskusi anak anakku"


"Cks,sejak kapan kita jadi anaknya"oceh Rion dengan julid.

__ADS_1


Sekarang suasana dalam dua sel itu hening, keenam orang yang berada disisi sel yang sama itu mulai menatap kearah sel yang berada disisi depan mereka.Keenam pasang mata itu terlihat lebih terpusat kepada Ariel yang akan menjadi poin utama dalam diskusi yang dimaksud oleh tuan Frank,Ariel menyadari hal itu langsung menatap balik keenam orang itu secara bergantian dengan tatapan datar.


Hingga akhirnya tatapannya beradu dengan tatapan milik kembatannya.


"Riri ay..."


"Aku tidak akan sudi menandatanganinya"ujar Ariel dengan tegas.


"Jangan dipotong dulu,dengar sampai selesai apa yang aku katakan"pinta Aurel.


"Tak perlu sampai selesai,aku tahu apa yang ingin kamu katakan"ujar Ariel.


"Jawabanku,aku tidak mau melakukannya" lanjut Ariel dengan suara tegas dan datar.


"Ayolah Riri jangan menjadi egois dan serakah,pikirkan keselamatan yang lain"pinta Aurel sambil menatap kembarannya itu dengan serius.


"Aku tidak egois Rere,tapi itu adalah hak milikku dan tidak ada yang berhak mewarisinya kecuali aku didunia ini"ujar Ariel.


"Nyawa mereka?kau berbicara dengan nyawa mereka?kamu gak tau dengan menyuruh kembaranmu ini untuk menyerahkan semha haknya kepada bedebah sialan itu,itu saja artinya kau memintaku untuk menyerahkan nyawaku sendiri"ujar Ariel datar.


"Kenapa bisa begitu?perusahaan ya perusahaan dan nyawa mu adalah nyawamu, itu tidak sama Riri"ujar Aurel.


"Ayolah Ariel,kumohon lakukan apa yang orang itu minta.Aku masih ingin hidup"pinta Aditya.


"Benar,gue juga masih pengen hidup.Gue itu satu satunya anak ortu gue,kalau gue mati pasti ortu gue juga bakal hancur"ujar Ryan.


"Ayo dong Ri,mau aja kenapa.Lagian masa lo ngorbanin nyawa kembaran lo sendiri demi harta"kali ini Miko yang berbicara.


"Riri turutin aja permintaan orang itu,kamu gak kasihan sama Shasa.Dia pasti ketakutan sekarang,kasian juga sama om sama tante Kimberly yang bisa saja kehilangan anak satu satunya mereka"Kayla yang sejak tadi diam juga ikut bicara untuk membujuk sahabatnya itu.


"MULUT LO SEMUA BISA DIEM GAK?!"

__ADS_1


__ADS_2