The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 186


__ADS_3

Prok...prok...prok...suara tepuk tangan dari tuan frank langsung terdengar memenuhi ruangan itu.


"Kenapa orang bodoh itu bertepuk tangan?" Shasa bertanya dengan polosnya.


"Diem Sha,nanti itu orang ngamuk woi"ujar Rion sepelan mungkin kepada Shasa.


*Mulut Shasa kayaknya emang gak bisa dikontrol deh,kalau udah berhubungan sama sipayah frank*batin Leo.


"Sepertinya gadis kecil-mu sudah mengenalimu Astor"ujar tuan Frank yang menghiraukan perkataan Shasa.


"Sepertinya begitu tuan Frank,saya senang mengetahui kalau gadis kecil yang dulu pernah saya temui ternyata masih mengingat saya"saut Astor yang menggeser sedikit posisinya sedikit kedepan Shasa,laki laki bertopeng itu sengaja melakukan hal itu supaya nona muda Kimberly itu bisa melihat kearahnya lebih mudah.


Shasa menatap Astor dengan santai,gadis itu lalu tersenyum sebelum berkata

__ADS_1


"Haih,tak kusangka sosok laki laki yang dulu berlutut minta pengampunan dikaki-ku sekarang malah mengingkari janjinya untuk berhenti"ujar Shasa.


"Ternyata anda masih jadi pengecut sejak dulu ya tuan Astor,Kemenangan atau Kematian.Sepertinya slogan Serpent yang sangat tangguh dan menggambarkan harga diri yang tinggi,sepertinya tak berlaku untuk anda"lanjut gadis itu terus mengoceh,tak peduli jika laki laki bertopeng dihadapannya itu tengah menahan emosi mendengar semua kata kata yang diucapkan dari mulutnya.


"Jaga bicaramu gadis kecil!"ujar Astor.


"Kenapa?bukankah kata kata saya tadi benar?"tanya Shasa dengan nada tengil.


*Emang cuma Shasa doang yang masih sempat bertingkah disaat nyawa terancam* batin Ariel yang terus memantau tingkah sahabatnya itu.


"Asal anda tahu nona Shasa,saya datang kembali bukan untuk balas dendam saja. Melainkan untuk mengambil kembali harga diri saya saat dikalahkan oleh gadis kecil seperti anda"ujar Astor dengan tegas.


"Dan jangan berani berani mengucapkan slogan Serpent dengan mulut anda,anda itu iblis kecil yang menghancurkan Serpent"

__ADS_1


lanjut Astor.


"Mengambil kembali harga diri ya"Shasa tersenyum miring,gadis itu langsung menatap Astor dengan tatapan yang mematikan.


"Meski gue sendiri anda masih punya harga diri tapi baiklah,ayo lakukan"ujar Shasa.


"Hei Sha,apa yang lo pikirin?jangan aneh aneh weh"ujar Rion memperingatkan gadis itu supaya tak merencanakan hal aneh.


"Saya Shasa,nona muda dari keluarga Kimberly menantang anda tuan Astor untuk berduel hidup dan mati disini.Satu lawan Satu,bagaimana?"ujar Shasa mengucapkan tantangannya itu dengan lantang,tak peduli teman temannya yang nampak kaget dan khawatir mendengar tantangan yang baru ia ucapkan itu.


"Wah wah kau dengar Astor?gadis kecil-mu menantangmu untuk berduel,mau menerimanya? Kalau mau,saya akan menyediakan waktu dan sedikit ruang disini untuk duel kalian"ujar tuan Frank yang tampak antusias mendengar tantangan duel itu.


Astor tak menjawab menerima atau menolak tantangan duel yang diberikan oleh Shasa, gadis kecil yang selama ini ingin dia temui untuk melaksanakan rencana balas dendam dan menebus kekalahan menyedihkannya dimasa lalu.Entah kenapa tapi tiba tiba timbul sedikit keraguan dan ketakutan dihati Astor, terlebih saat mengingat seluruh kejadian mengerikan dimalam itu dimasa lalu.

__ADS_1


"Bagaimana tuan Astor?Mari berduel dengan hanya menggunakan pisau lipat,anda menang dan mendapatkan harga diri anda atau mati sebagai hadiah kekalahan"ujar Shasa berucap kembali.


"Baiklah,mari kita berduel gadis kecil"ujar Astor akhirnya menerima tantangan itu.


__ADS_2