The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 96


__ADS_3

*Wah seru nih,jarang jarang Shasa bikin masalah sama guru*ujar Kayla dalam hatinya


*Kayaknya dua bocah bakal kena masalah deh*pikir Mia


*Semoga Riri gak merasa ketenangannya terusik,kalau enggak gawat nasib itu bapak guru*Aurel berdoa dalam hatinya.


"Tentu saja salah,lihat sekarang waktunya belajar tapi kamu dan teman sebangku mu itu malah makan dan tidur.Itu namanya tidak menghargai saya!"ujar guru matematika itu menahan emosi dengan tingkah Shasa dan Ariel.


"Terus saya harus gimana pak?"tanya Shasa pada gurunya.


"Simpan makanan mu itu dan bangunkan juga teman disebelah mu,perhatikan bapak yang sedang mengajar didepan"ujar guru matematika.


"Kalau saya gak mau gimana?"tanya Shasa dengan santainya sambil memakan snake ditangannya dan bersandar di kursinya.


Semua teman teman sekelasnya menganga dan sedikit kaget dengan pertanyaan berani dari Shasa,mereka menanti nanti bagaimana respon guru mereka saat ini.


"KALAU BEGITU KELUAR DARI JAM PELAJARAN SAYA"ujar pak guru matematika dengan keras karena sudah terpancing emosi.


"Oke"saut Shasa langsung berdiri dari kursinya.


Shasa menggoyang goyangkan pundak Ariel beberapa kali guna membangunkan sahabatnya itu,Ariel yang merasa tidurnya terganggu langsung mengangkat kepalanya dan dengan mata yang masih setengah terbuka menoleh kearah Shasa yang berdiri disebelahnya.


"Pindah keluar yuk"ajak Shasa pada Ariel,ia mengambil kipas angin mini dari atas meja.


Ariel mengangguk pelan dan langsung berusaha berdiri dari kursinya berjalan mendahului Shasa keluar dari dalam kelas dalam keadaan masih setengah sadar tanpa tau alasan kenapa sang sahabat memintanya keluar dari dalam kelas pada saat masih jam pelajaran bahkan mungkin ia masih tak sadar apa yang terjadi saat ini karena masih belum sepenuhnya bangun.


Sedangkan Shasa sebelum benar benar keluar dari kelas sempat sempatnya mengedipkan matanya kearah para sahabatnya yang lain dan berkata


"Selamat belajar matematika guys"ujar Shasa sambil tersenyum manis kepada teman sekelasnya sebelum benar benar keluar dari sana.


*Gilak kalau gue tau bakal disuruh keluar,tadi gue ikut kayak dua bocah itu aja tadi dari pada harus pusing liat angka dipapan tulis*


kesal Kayla dalam pikirannya,menyesal kenapa ia tidak ikut bertingkah seperti kedua sahabatnya Shasa dan Ariel.


Teman sekelasnya lagi lagi hanya bisa menganga saja melihat bagaimana tenangnya Shasa saat dimarahi guru matematika mereka,selain itu mereka sedikit iri pada keduanya karena gak perlu pusing belajar matematika hari ini.

__ADS_1


Sedangkan guru mereka hanya bisa mengelus dada sabar dan tak bisa berkata kata lagi melihat tingkah dua muridnya itu.


"Oke kita lanjutkan pembelajaran sekarang"ujar pak guru kembali memulai kegiatan pembelajaran.


Ariel melihat kiri kanan merasa bingung kenapa dia berada di lorong sekolah padahal tadi seingatnya ia berada didalam kelas,ia menggaruk kepalanya yang tak gatal dan juga melepas salah satu airpods di telinganya.


"Kok gue disini sih"gumam Ariel linglung.


"Kamu,yang disana!"panggil seseorang dari belakangnya,Ariel berbalik dan melihat ternyata itu salah satu guru disekolah ini.


"Kenapa masih berkeliaran diluar,ini sudah jam pembelajaran"ujar guru itu datang menghampiri Ariel.


"Saya juga gak tau kenapa saya disini"jawab Ariel pada gurunya.


"Alasan saja kamu ini,pasti kamu mau bolos kan?Ayo ngaku"ujar Guru tersebut,Ariel menggelengkan kepalanya tanda kalau ia tidak ingin membolos.


"Gak usah banyak alasan,ayo ikut ibu keruang BK"ujar guru itu hendak membawa Ariel Ke BK dengan cara menarik kerah belakang almamater sekolah Ariel.


"Buk saya gak mau bolos"ujar Ariel meronta ronta menolak untuk dibawa ke BK.


"Jangan teriak teriak,nanti teman teman kamu yang lain yang sedang belajar terganggu"omel si ibu guru kepada Shasa.


"Hehehe maafin Shasa buk"ucap Shasa.


"Buk temen Shasa mau ibuk bawa kemana?"tanya Shasa pada sang guru sambil nyengir nyengir tak jelas.


"Ibuk mau bawa teman kamu ke ruang BK karena mau bolos"jawab guru itu


"Kamu juga kenapa masih belum masuk kelas?mau bolos juga?"tanya ibu guru pada Shasa.


"Enggak buk,Shasa gak mau bolos kok"ujar Shasa menggelengkan kepalanya.


"Lalu apa yang kamu lakukan disini?"tanya sang ibu guru.


"Shasa disuruh keluar sama guru yang ngajar dikelas buk,Shasa gak dibolehin masuk sampai jam pelajaran bapak guru matematika selesai buk.Itu sahabat Shasa yang mau ibuk bawa ke BK juga sama buk"jelas Shasa pada gurunya.

__ADS_1


"Hah,emang iya?"gumam Ariel bertanya pada dirinya sendiri mendengar perkataan sahabatnya itu.


"Kamu pasti bohongin ibuk kan?,ini buktinya temen kamu gak tau tuh"ujar guru itu tak percaya dengan Shasa akibat mendengar gumaman Ariel tadi.


"Shasa gak bohong kok buk,itu sahabat Shasa emang gak tau.Soalnya gimana mau tau orang pas disuruh keluar sama pak guru Riri masih tidur,sahabat Shasa ini masih setengah sadar jalan ke luar dari kelas"jelas Shasa berusaha meyakinkan gurunya agar mempercayai ucapannya,lagi pula ia tidak berbohong kok.Sedangkan Ariel hanya diam saja karena memang tak tau apa apa dan sesekali menguap karena sebenarnya masih merasa mengantuk,membiarkan Shasa saja yang meyakinkan guru mereka.


Bu guru terdiam sejenak melihat wajah Shasa yang terlihat meyakinkan dan tak terlihat berbohong kemudian beralih ke muridnya yang satu lagi yang tadi hendak dibawa ke ruang BK siapa lagi kalau bukan Ariel,terlihat muridnya itu hanya diam saja sedikit bengong serta terlihat sesekali menguap.


"Baiklah kali ini ibu percaya sama kalian berdua"ujar guru itu akhirnya memutuskan untuk mempercayai kedua muridnya itu.


"Nah gitu dong buk,Shasa sama Riri kan jadi lega"ujar Shasa.


"Tapi meskipun kalian gak jadi ibu bawa ke BK,kalian tidak boleh berisik atau mengganggu teman teman kalian yang lain yang ada didalam kelas.Dan lain kali bersikap baik dikelas biar tidak disuruh keluar kelas sama guru"ujar ibu guru menasehati Shasa dan Ariel.


"Kalau begitu ibu permisi dulu,masih banyak kerjaan yang harus diurus"lanjut guru tersebut permisi dari sana meninggalkan Shasa dan Ariel di lorong sekolah.


"Baik buk"saut Shasa


Shasa menghela nafas pelan selepas guru itu pergi dari sana,ia kemudian melangkah ke sebelah Ariel.


"Riri kantin yuk,Shasa laper"ajak Shasa menggandeng tangan Ariel.


"Hm"saut Ariel mengikuti langkah sang sahabat yang membawanya kearah kantin.


"Eh Sha,Rere mana?"tanya Ariel baru menyadari ketidak adaan kembarannya.


"Rere sama Kay kan masih dikelas,mereka kan gak bertingkah kayak Shasa sama Riri"jawab Shasa.


"Satu lagi,Sha kenapa kita disuruh keluar kelas?"tanya Ariel lagi


"Riri emang gak tau?"tanya balik Shasa dan Ariel langsung menggeleng.


"Riri kan tadi tidur dikelas sedangkan Shasa ngemil dikelas trus ketahuan sama bapak guru,sedikit tanya jawab trus berakhir disuruh keluar"jelas Shasa pada Ariel.


"Ooh"ucap Ariel hanya beroh ria saja.

__ADS_1


__ADS_2