
"Sekarang kalian pergi ke kamar masing masing,langsung istirahat jangan begadang dan juga jangan lupa gosok gigi dulu"suruh Aurel pada Shasa dan Ariel.
"Iya"jawab Ariel dan Shasa,keduanya langsung beranjak dari tempat duduk mereka masing masing berniat untuk ke kamar mereka seperti yang diperintahkan oleh Kayla dan Aurel.
"Kalian mau kemana?"tanya Kayla pada dua orang itu.
"Ke kamar"jawab keduanya kembali dengan bersamaan.
"Sini peluk dulu"ujar Kayla membentangkan kedua tangannya kearah Ariel dan Shasa,
tanpa menunggu lama lagi keduanya langsung masuk ke pelukan Kayla begitu juga dengan Aurel,ia juga ikut memeluk keduanya.
"Makanya kalian jangan gitu lagi lain kali,giliran dimarahin kalian malah nunduk kayak bocah"ujar Kayla.
"Yau dah sana lanjut ke kamarnya"suruh Kayla setelah melepas pelukan tadi.
"Shasa sama Riri,ke kamar dulu ya Re,Kay"pamit Shasa.
"Selamat istirahat"ujar Ariel,
Setelah itu keduanya langsung pergi meninggalkan ruang makan untuk pergi ke kamar mereka.
__ADS_1
"Dua bocah itu"gumam Aurel melihat kepergian Riri dan Shasa dari sana.
Ariel dan Shasa menaiki tangga satu persatu tangga secara bersamaan dan setelah sampai dilantai tempat kamar mereka berada keduanya menghentikan langkah mereka kemudian saling menatap satu sama lain
Huf...keduanya menghela nafas lega secara bersamaan,keduanya bersyukur bisa bebas dari tempat tadi dan Aurel maupun Kayla mempercayai semua jawaban dan cerita yang mereka katakan tadi.Padahal mah kita semua kecuali Aurel dan Kayla tau kan apa yang mereka lakukan tadi saat pergi keluar rumah,sepertinya keduanya cocok untuk masuk nominasi yang paling pinter berkilah.
Mendengar ada suara langkah kaki yang menaiki tangga walaupun pelan tapi telinga tajam terlatih mereka masih bisa mendengarnya,keduanya saling tatap lagi dan tanpa mengeluarkan sedikit kata pun mereka bergerak cepat masuk ke kamar masing masing.
Sedangkan diruang makan alias lebih tepatnya didekat meja makan,tersisa Aurel dan Kayla yang masih ada disana.
"Btw Re,keren juga ya kita kalau lagi mode serius tadi"ujar Kayla mengingat betapa keren dan tampak berwibawa nya dia saat menasehati dua bocah tadi,beh kalau aja tadi ada cogan atau enggak duren alias duda keren yang liat gaya ngomongnya tadi pasti dijamin mereka udah jatuh hati tuh sama dia.
Aurel hanya bisa menggelengkan kepala pasrah melihat sahabatnya yang paling tua itu sedang senyum senyum sendiri,pasti sahabatnya itu sedang berkhayal atau membayangkan hal hal yang aneh di kepalanya.Karena takut ketularan tingkah aneh Kayla,Aurel memilih untuk pergi saja dari sana dan pergi ke kamarnya saja untuk beristirahat itu lebih bermanfaat kayaknya dari pada melihat orang yang sedang senyum senyum sendiri.
"Anjir!,gue ditinggal sendirian dong"umpatnya kesal,sadar kalau ia ditinggal sendirian.
Kayla berjalan menuju kamarnya dengan masih dengan perasaan jengkel akibat Aurel meninggalkannya sendiri diruang makan tadi,sesampainya didepan pintu kamarnya ia tak langsung masuk tapi malah menjauh lagi dari sana.Ia memilih untuk memeriksa kamar Shasa dan Ariel terlebih dahulu apakah dua sahabatnya itu sudah tidur,pertama ia membuka pintu kamar Ariel terlebih dahulu dan dengan perlahan ia melangkah masuk kedalam.Begitu masuk ke dalam kamar Ariel maka hawa dingin dari dua pendingin ruangan yang terpasang didalam kamar itu langsung menusuk ke dalam lapisan kulitnya,
ia melihat keadaan si pemilik kamar yang ternyata sudah terlelap di atas ranjang tanpa menggunakan selimut dengan baik.Tapi lihatlah sahabatnya itu terlihat biasa saja tak merasa kedinginan sedikitpun,padahal hanya menggunakan baju kaos lengan pendek.
Kayla tak lama lama didalam kamar Ariel,ia hanya sebentar kemudian keluar dari sana.Ia juga tak berniat sedikitpun untuk memperbaiki letak selimut yang dipakai olah Ariel karena ia tau pasti kalau gadis itu sangat menyukai dan nyaman tidur di suhu ruangan yang dingin seperti itu.Sehabis dari kamar Ariel ia langsung bertolak ke kamar milik Shasa,tak seperti di kamar Ariel kali ini ia hanya sampai didepan pintu saja.Dari sana saja ia bisa melihat begitu banyak jenis boneka dari berbagai ukuran dan bentuk yang terdapat didalam kamar Shasa dan jangan lupa dengan dinding kamar yang di cat dengan warna warni yang cerah,jujur saja saat ini ia merasa kalau kamar itu lebih cocok untuk anak TK dari pada dihuni oleh anak SMA kayak Shasa.
__ADS_1
Ia menutup pintu kamar milik Shasa kembali,setelah selesai melihat kondisi Ariel dan Shasa di kamar masing masing baru ia masuk kedalam kamarnya sendiri untuk beristirahat.Jika kalian ada yang nanya kenapa Kayla gak memeriksa keadaan Aurel di kamarnya juga kayak yang Kayla lakukan pada Shasa dan Ariel,itu karena menurut Kayla gak perlu toh lagi pula biasanya Aurel lebih baik darinya.
Ariel membuka kedua matanya yang sudah terpejam kembali,begitu juga dengan Shasa yang ada di kamar sebelah.Jujur saja keduanya masih sama sama sadar kalau Kayla masuk ke kamar mereka berdua tapi keduanya lebih memilih untuk pura pura tidur,Keduanya langsung beranjak dari atas tempat tidur mereka masing masing.
Ariel berjalan menuju kearah lemari pakaiannya mengambil baju,celana panjang dan juga jaket miliknya dari dalam lemari kemudian langsung dengan cepat menuju kearah kamar mandi untuk mengganti pakaian yang tadi ia pakai dengan pakaian yang baru ia ambil dari dalam lemari tadi.
"Udah selesai?"tanya Shasa yang sudah duduk dipinggiran tempat tempat tidur Ariel,kepada si pemilik kamar yang baru keluar dari dalam kamar mandi dengan outfit yang sudah siap seperti hendak pergi keluar rumah.
"Udah"jawab Ariel.
"Ri,kenapa gue gak ikut aja sih sama kalian bertiga kan gak adil banget"ujar Shasa sambil cemberut.
"Kan tadi udah diomongin di markas,lo disini aja buat jaga jaga.Jangan sampai kembaran gue sama Kay tau kalau gue keluar"ucap Ariel pada Shasa yang cemberut.
"Lo perginya naik apa,naik mobil lo?"tanya Shasa.
"Enggak tapi dijemput sama dua curut didepan gerbang"jawab Ariel yang menyiapkan perlengkapannya yang hendak pergi.
"Kalau ketauan penjaga gimana,trus mereka kasih tau sama Kay sama Rere juga?"ujar Shasa.
"Gak akan,mereka bawahan gue"jawab Ariel dengan sabar menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Shasa.
__ADS_1
"Hati hati disana,di bar banyak om om hidung belang yang gak tau diri"pesan Shasa pada Ariel.
"Hm,gue pergi dulu"pamit Ariel menghilang dari pintu balkon kamar miliknya,ya gadis itu memang sengaja keluar dari rumah dengan cara lewat balkon biar gak ketahuan.Dan Shasa tenang saja melihat sahabatnya yang keluar dengan cara seperti itu,dia tidak khawatir sedikitpun sahabatnya itu terluka wong gadis itu sudah sangat terlatih.Lebih baik ia lanjut tidur saja,itu lebih baik soalnya ia juga sudah sangat mengantuk dan tak lupa sebelum tidur ia mengunci pintu kamar milik Ariel dulu biar orang gak bisa bebas masuk ke dalam.