
Kayla menerima suapan Aurel dengan senang hati tanpa penolakan sedikitpun,gadis itu memang bukan tipe orang yang akan rewel dan susah disuruh makan atau minum obat saat sakit.Biasanya saat sakit seperti saat ini ia akan lebih banyak tidur bahkan bisa seharian penuh,karena menurutnya tidur itu salah satu obat ampuh dan lagi orang orang disekitarnya juga tidak akan ada juga yang mengganggunya.
"Nah udah habis,sekarang minum dulu"ujar Aurel meletakkan mangkok bubur yang sudah kosong itu kembali di atas nampan kemudian mengambil gelas yang berisi air putih dan meminumkannya pada Kayla.
"Makasih"ucap Kayla parau.
"Sama sama,lagian kayak sama siapa aja pake makasih segala" ujar Aurel.
"Eh ini posisi kamu mau diubah ketiduran lagi atau gini aja?"tanya Aurel pada Kayla.
"Gini aja"jawab Kayla.
Setelah merasa udah gak ada yang diperlukan oleh Kayla,sekarang giliran gadis itu yang mulai menyantap sarapannya yaitu roti bakar yang dibuatkan oleh Shasa untuknya.
"Kalian gak sekolah?"tanya Kayla.
"Enggak,kita gak masuk soalnya mau jagain kamu"jawab Aurel sambil mengunyah roti bakar ditangannya,Kayla mengangguk pelan tanda mengerti.
"mereka sekarang dimana?"tanya Kayla lagi,yang gadis itu maksud adalah Shasa dan Ariel.
"Riri lagi keluar beli obat buat kamu,kalau Shasa tuh duduk di sofa kamu main hp"jawab Aurel menunjuk kearah sofa kecil disudut kamar dekat pintu balkon kamar Kayla.
Kayla melihat kearah sofa kamarnya itu,ternyata benar kalau Shasa sedang setengah berbaring disana bersandar dipinggiran sofa sambil matanya fokus pada layar hp miliknya.
__ADS_1
Setelah itu sudah tidak ada percakapan lagi,ketiga gadis yang ada didalam kamar itu sedang diam dan sibuk dengan pikiran masing masing.
Mata Kayla terasa berat,sepertinya ia mulai mengantuk dan ingin tidur.Aurel yang masih duduk disampingnya menyadari hal itu.
"Kay,kalau kamu ngantuk tidur aja lagi"ujar Aurel pada Kayla.
"Baiklah"ucap Kayla,gadis itu mulai bergerak dari posisinya berusaha untuk mengubah posisinya menjadi berbaring dan Aurel yang menyadari hal itu dengan sigap membantu sahabatnya itu untuk berbaring.
"pelan pelan"ujarnya memperbaiki letak selimut Kayla.
Tak butuh waktu bagi Kayla untuk bisa tertidur lagi.
Setelah memastikan bahwa Kayla sudah tertidur,Aurel bangkit dari tempat duduknya meraih nampan yang ada di atas meja lalu menghapiri Shasa yang fokus menonton sebuah film kartun dilayar hpnya.
"Sha"panggil Aurel dengan suara yang tidak terlalu keras,agar tidur Kayla tidak terganggu.
"Kamu disini dulu ya jagain Kay,aku mau balik ke kamar dulu.Mau mandi sama ganti baju,soalnya tadi belum jadi mandi"ujar Aurel pada Shasa.
Shasa memperhatikan Aurel,benar saja sahabatnya itu masih memakai piyama tidurnya.Bahkan Shasa baru sadar sekarang kalau tadi pas ia memanggil Aurel ke kamar gadis itu,Aurel baru hendak mandi dan masih menggunakan piyama tidur.
"Iya Re tenang aja,Biar Shasa aja yang jagain Kayla.Mendingan Rere pergi mandi aja"ujar Shasa mengiyakan ucapan Aurel.
"Baik kalau gitu aku ke kamar dulu dan satu lagi kamu kalau nonton kartun pakai Headset aja,biar suaranya gak mengganggu Kay yang lagi tidur"ujar Aurel pada Shasa.
__ADS_1
"Iya kak"jawab Shasa.
Setelah itu Aurel pergi keluar kamar sambil membawa nampan ditangannya yang berisi mangkok dan piring tempat bubur dan sarapannya tadi.Aurel menuruni tangga untuk pergi ke dapur terlebih dahulu mengantar nampan yang ia bawa,ia meletakkannya di wastafel dapur kemudian menghidupkan kran air dan mulai mencuci semuanya hingga bersih dan setelah itu ia keringkan lalu menaruhnya ke rak tempat simpan di piring.
Aurel dan sahabat sahabatnya memang harus melakukan semua pekerjaan rumah mereka sendiri untuk sementara waktu,
Semenjak saudari kembarnya memberhentikan semua pekerja yang ada di rumah itu mulai dari pembantu sampai dengan penjaga rumah semuanya diberhentikan oleh Ariel begitu saja beberapa hari yang lalu.Dan ia tidak tahu alasannya karena saat ia tanya,Ariel hanya bilang kalau gadis hendak mengganti semuanya dengan pekerja yang lebih kompeten.Padahal menurut Aurel sendiri selama tinggal disini belum pernah sekalipun ada pekerja yang melakukan kesalahan,malahan semua pekerja terlihat sudah sangat terlatih.
Setelah selesai mencuci peralatan makan yang kotor,Aurel mengeringkan tangannya kemudian meninggalkan dapur pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti baju.
Ariel saat ini sedang mengemudikan mobilnya untuk pulang kerumahnya,mobilnya memasuki gerbang tempat tinggalnya.Pintu gerbang pagar kediamannya dan para sahabatnya itu merupakan gerbang otomatis dimana pintu gerbang bisa terbuka sendiri dengan cara menekan remot kontrol,yang memang sengaja Ariel bawa tadi saat pergi agar tidak kerepotan membuka pagar saat ia kembali.
Mobilnya langsung memasuki garasi dan terparkir disana,setelah itu Ariel keluar dari pintu pengemudi dengan tangannya menenteng sebuah kantong kresek berisi obat demam untuk Kayla dan beberapa jenis obat obatan lain yang memang sengaja ia beli untuk mengisi kotak P3K di rumah itu,ia membeli semuanya di Apotek saat jalan pulang.Selain itu juga ada kantong kresek berisi makanan untuk ia dan yang lain makan siang nanti.
Ia mengambil kunci cadangan rumah di saku jaketnya lalu memasukkannya kedalam lubang kunci kemudian membuka pintu rumah dan langsung masuk kedalam rumah.
Suasana lantai bawah terlihat sangat sunyi saat Ariel memasuki rumah,semuanya pasti sedang dilantai atas saat ini.Ariel memutuskan untuk kelantai atas dengan menaiki tangga tapi sebelum itu ia meletakkan dulu makanan yang iya beli keatas meja makan,sesampai dilantai atas Ariel berjalan menuju ke kamar Kayla mengantar obat yang ia beli.
Dengan perlahan ia memasuki kamar Kayla,ia mendapati Kayla yang sedang tidur di atas tempat tidur bukan hanya itu,ia juga mendapati Shasa yang sudah terlelap di sofa kecil di dalam kamar itu.Menurut tebakannya sepertinya sahabatnya itu pasti ketiduran saat sedang menonton kartun di hp,dapat terlihat dari hp gadis itu yang masih menyala memutar film kartun tergeletak dipangkuan sahabatnya itu selain itu terdapat headset yang tersumpal dikedua telinganya.
Akhirnya Ariel memutuskan untuk meletakkan kantong kresek yang ia bawa di atas nakas kemudian keluar dari dalam kamar itu.
"Kamu udah pulang Ri?"tanya Aurel yang melihat Ariel yang baru keluar dari kamar Kayla.
__ADS_1
"Hm,oh iya obat Kayla ada di atas nakas"ujar Ariel menyauti kembarannya itu.
"Oke nanti,biar aku yang kasih ke Kay"ucap Aurel.