
"Ngomong-ngomong Ri,lo gak takut dibilang kanibal?"tanya Kayla pada Ariel.
"Kok dibilang kanibal Kay?"tanya Shasa.
"Soalnya masa es kok makan es,itukan namanya kanibal soalnya satu bangsa"jawab Kayla.
Ariel tak mempedulikan hal itu sama sekali dan masih tetap fokus menikmati ice cream ditangannya aja*Bodo amat gue kanibal atau enggak*ujarnya dalam hati.
"Udahlah kalau gitu gue duluan ke kamar ya,mau mandi gerah"ujar Aurel pamit ingin ke kamarnya.
"Gue juga ah,soalnya belum mandi sore gue"saut Kayla yang juga hendak ke kamar.
"Yau dah Kay sama Rere ke kamar aja duluan,Shasa sama Riri masih makan ice cream nih"ujar Shasa kepada Aurel dan Kayla,sedangkan Ariel hanya mengangguk mengiyakan ucapan Shasa.
Setelah mendapat persetujuan dari kedua gadis lainnya,Aurel dan Kayla langsung pergi menuju kamar mereka masing masing.
Shasa memastikan Aurel dan Kayla sudah menjauh dari ruang makan,ia kemudian melihat kearah Ariel dan sahabatnya itu langsung menyadari hal itu.
"Apa?"tanya Ariel pada Shasa.
"Nanti Shasa nginep dikamar Riri ya"ujar Shasa pada Ariel,memberi tahu kalau ia ingin tidur dikamar sahabatnya itu malam ini.
"Kenapa?"tanya Ariel menanyakan alasan sahabatnya itu ingin menginap di kamarnya.
"Gak ada alasan apa apa kok,cuma Shasa pengen tidur sama Riri aja"jawab Shasa.
Ariel menatap mata sahabatnya dalam,ia tau kalau sahabatnya itu pasti punya alasan tapi kali ini gak berhubungan dengan misi mereka. Hal ini dapat terlihat dari ekspresi dan cara bicara gadis itu saat ini.
__ADS_1
"Gimana Ri,bolehkan Shasa nginep dikamar Riri malam ini?"tanya Shasa memastikan.
"Hm,boleh"jawab Ariel memberi izin.
Lagi pula tanpa sahabatnya itu minta izin sekalipun,ia pasti akan memperbolehkannya saja.
"Makasih Ri"ucap Shasa
"Kalau gitu Shasa mau ke kamar Shasa dulu ya,nanti kalau udah mau tidur baru Shasa datang ke kamarnya Riri"ujar Shasa beranjak dari tempat duduknya.
"Ya"saut Ariel singkat.
Setelah itu Shasa langsung pergi meninggalkan meja makan dan jadinya kini hanya tersisa Ariel saja dimeja makan sendirian.
Ariel melihat ke atas meja,disana terdapat bekas sisa bungkus makanan yang tadi Kay makan dan masih banyak juga terdapat kantong makanan yang masih belum tersentuh alias belum dimakan sama sekali.
Ia membawa kantong plastik berisi sampah tadi dan juga kantong kantong plastik yang berisi makanan yang belum dimakan menuju ke dapur,sesampai di dapur ia langsung memasukkan plastik yang berisi sampah kedalam tong sampah yang ada di dapur.
"Nona muda"terdengar suara salah satu pelayan datang menghampiri Ariel dari arah belakang gadis itu.
Ariel berbalik ke arah tempat pelayannya berdiri saat ini
"Nona butuh sesuatu?"tanya pelayan itu pada majikan mudanya.
Dengan tak banyak bicara Ariel langsung menyerahkan beberapa kantong plastik berisi makanan tadi kepada pelayan itu dan dengan sedikit ragu ragu dicampur bingung pelayan itu langsung menerimanya.
"Gak usah masak itu aja makan malamnya pindahin ketempat lain biar mudah di panasin sama yang lain nanti pas mereka mau makan dan itu juga ada untuk anda sama yang lainnya"ujar Ariel berbicara tanpa titik koma sama sekali plus dengan intonasi sangat datar andalannya.
__ADS_1
Setelah itu Gadis remaja itu langsung beranjak dari sana tanpa menunggu respon pelayan tadi dan tak peduli apakah pelayan itu paham apa yang tadi ia ucapakan.*Bodo amat*pikir Ariel tak peduli akan hal itu.
Sepeninggal majikan mudanya dari dapur itu,pelayan tadi hanya diam sambil berfikir keras untuk memahami apa yang majikannya tadi ucapkan karena takut kalau ia salah tanggap nantinya,butuh waktu berfikir sampai beberapa menit sampai pelayan itu bisa memahami apa yang Ariel tadi.
*Gini banget punya majikan*keluh pelayan itu dalam hatinya,meratapi nasibnya yang punya majikan jelmaan gunung es.
Pelayan tersebut bergerak memindahkan semua makanan yang ada didalam kantong plastik yang sekarang sudah ia pegang ke mangkok lain agar nanti lebih mudah untuk dipanaskan nantinya jika para majikannya mau makan,seperti yang diperintahkan oleh majikannya tadi.
Setelah selesai pelayan itu menyimpan sebagian makanan tadi kedalam lemari tempat biasanya menyimpan makanan untuk majikannya,sedangkan sisanya pelayan itu letakkan di atas meja dapur untuk rekan rekannya sesama pekerja di rumah itu makan nantinya.
Ariel memasuki kamar tidurnya kemudian menutup pintu kembali,ia melepaskan jaket yang tadi ia kenakan kemudian membuka lemari dan mengambil baju ganti dan juga handuk yang baru.Setelah itu Ariel langsung menuju kearah kamar mandi dan masuk kedalam sana untuk membersihkan diri dari keringat beserta debu yang ia dapat dari luar tadi,dan juga untuk mengganti baju dengan baju yang bersih.
Ariel keluar dari kamar mandi sambil mengusap usap rambutnya yang basah karena habis keramas,tadinya ia tak berniat untuk keramat tapi ia merasa sangat kegerahan makanya ia akhirnya keramas saja.
Ariel duduk didepan kaca menyisir rambutnya yang sudah hampir kering dan juga ia tak lupa menggunakan lation pelembab pada kulitnya, setelah itu ia menuju kearah tempat tidurnya dan duduk duduk disana.
Ia meraih remot AC di atas nakas dan memencet tombol pada remot itu untuk mengatur suhu kamarnya agar menjadi lebih dingin lagi,entah udara jakarta yang memang panas hari ini atau dasarnya Ariel yang memang cukup sensitif akan panas.
Setelah merasa suhu kamarnya cukup nyaman untuknya,barulah Ariel membaringkan tubuhnya terlentang guna merilekskan badannya yang kelelahan seharian ini.Gadis itu memulai kebiasaanya menatap langit langit kamarnya sambil berbicara pada dirinya sendiri di dalam hatinya.
*Kenapa tiap hari hidup gue capek banget sih?nanti kalau misi gue selesai,apa gue pergi liburan ke suatu tempat aja ya hitung hitung refresing.Tapi perginya kayaknya lebih enak sendiri deh yang lain gak usah ikut,sesekali gue mau liburan gak papa kali.Tapi papa kasih izin gak ya?itu orang emang selalu menjadi hambatan kebebasan gue,untung papa kandung.Tapi masa bodo lah soal itu dipikiran nanti aja gimana ngurus itu orang tua,yang penting liburannya jadi*ujar Ariel panjang lebar dalam pikirannya sendiri.
Hah Ariel menghela nafas pelan kemudian lanjut bergelut dalam pikirannya sendiri.
*Liburan kemana ya?tapi tempat yang sepi dimana ya?ke swiss enak kali ya,sepi tuh negara cocok buat gue yang gak mau liat banyak makhluk yang namanya manusia.
Minimal satu bulanan disana,trus balik pasti otak gua jernih lagi tuh*pikir Ariel mulai merencanakan tempat ia berlibur suatu saat nanti.
__ADS_1
Ya beginilah emang si Ariel,meskipun ia tak mau banyak bicara sekaligus malas kalau dengan orang lain.Tapi kalau didalam pikirannya sendiri gadis itu bisa berbicara sepanjang panjangnya tanpa beban dan rasa malas,soalnya mulut dia gak perlu gerak sama sekali dan yang pasti gak ada yang denger.