The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 103


__ADS_3

~Malam sudah datang~


Aurel,Ariel,Kayla,dan Shasa sedang duduk di sofa depan Tv,mereka memutuskan untuk menonton film bersama atas permintaan Kayla setelah tadi selesai makan malam.Hal ini karena menurut Kayla mereka sudah cukup lama tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini saat di rumah,karena asik dengan kesibukan sendiri sendiri.


"Gue kok tiba tiba pengen makan sesuatu ya,yang manis manis gitu"ujar Aurel kepada yang lain.


"Lo ngidam Ri?"saut Kayla asal


Plak..Aduh...suara tamparan dari diikuti suara orang kesakitan terdengar sesaat kemudian.


"Sakit Ri"ujar Kayla sambil mengusap mulutnya yang baru terkena tampolan dari Aurel.


"Rasain,makanya punya mulut jangan asal ceplas ceplos"ucap Aurel kepada Kayla.


"Mulut lo kayaknya perlu di sekolahin dulu Kay"ujar Ariel datar.


"Nanti biar Shasa yang bilang sama mamanya Kay,biar nanti Kay dimasukin sekolah tata krama bahasa"ucap Shasa.


"Jangan berani berani ya Sha,gue geprek lo nanti"ujar Kayla memperingati Shasa untuk jangan sampai berani mengatakan itu pada mamanya.


"Lagian heran gue sama lo berdua,kayak gak pernah absen kalau masalah nista menistakan gue"lanjut Kayla menoleh kearah Ariel dan Shasa bergantian.


"Mereka kan pernah bilang Kay,kalau hobi mereka itu memang buat nistain lo.Jadi lo terima aja dengan lapang dada"ujar Aurel pada Kayla,mengingat kata kata yang pernah diucapkan oleh Shasa dan Ariel dulu.


"Sialan kalian"umpat Kayla sambil misuh misuh sendiri.


"Rere emang mau makan apa?"tanya Ariel pada kembarannya tak memperdulikan Kayla yang masih misuh misuh tak jelas.


"Gak tau Ri,apa aja asal makanan manis"jawab Aurel.

__ADS_1


"Kalau gitu biar gue pergi beliin sebentar"ujar Ariel beranjak dari tempat duduknya.


"Eh gak usah Ri,udah malam nanti kamu kenapa napa lagi"ujar Aurel mencegah Ariel yang hendak pergi keluar rumah membelikan makanan untuknya.


"Gak papa kok,baru jam delapan malam"ucap Ariel melihat ke arah jam dilayar hp miliknya.


"Atau mau Shasa temenin aja gak Ri?"tanya Shasa menawarkan diri untuk ikut menemani Ariel.


"Gak usah,lagian cuma bentar"tolak Ariel,gadis itu langsung berjalan menuju kearah tangga untuk ke kamarnya mengambil hoodie dan juga kunci mobil miliknya.


Tak lama berselang Ariel sudah kembali dari kamarnya,ia terlihat menggunakan hoodie putih polos guna melapisi baju kaos yang sejak tadi ia pakai dan tangannya tengah memegang kunci mobilnya.


"Ri gue temenin aja ya"ujar Kayla menawarkan diri ikut,ia sedikit khawatir kalau sahabatnya itu pergi sendirian malam malam begini.


"Enggak lo disini aja"ujar Ariel menolak Kayla untuk ikut sama seperti Shasa tadi.


"Gue pergi dulu"lanjut Ariel pamit.


Ariel memasuki mobilnya kemudian menyalakan mobilnya lalu menjalankannya menuju ke arah pintu gerbang rumahnya.


"Jaga rumah"pesan Ariel singkat pada penjaga disana.


"Baik nona"saut penjaga itu tegas.


Mobil yang dikendarai Ariel melaju menelusuri jalanan kota yang masih terlihat ramai,gadis itu menyetir mobil sambil berfikir makanan manis apa yang akan dia beli untuk kembaran dan kedua sahabatnya.


Lima menit menelusuri jalanan,Ariel melihat sebuah tempat yang terlihat cukup ramai di pinggir jalan dan setelah ia baca papan nama yang tertera disana ternyata itu adalah tempat penjual martabak manis.


*Gue beli itu aja kali ya*pikir Ariel.

__ADS_1


Ia segera mencari tempat yang cocok dan tidak jauh dari tempat penjual martabak tadi untuk memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, setelah selesai memarkirkan mobil miliknya barulah ia segera menuju ke tempat penjual martabak itu.Sepertinya Ariel akan membutuhkan waktu lama sebelum mendapatkan martabak pesanannya karena ia harus mengantri dulu bersama pembeli lainnya yang sudah datang terlebih dahulu, jadi ia memutuskan untuk memainkan telepon genggamnya dahulu saja.


Disisi lain didalam sebuah mobil terdapat beberapa orang didalam sana.


"Turun,taruh kertas itu di mobilnya!dan jangan sampai terlihat"seseorang yang ada didalam mobil itu memberi perintah kepada yang lain.


"Baik"saut salah seorang lainnya yang ada disana,setelah itu orang itu keluar dari dalam mobilnya.


"Mari kita lihat bagaimana reaksi gadis itu,setelah melihat pesan yang kita berikan"ujar orang yang memberi perintah tadi sambil tersenyum bengis.


Sedangkan diluar sana,orang yang tadi keluar dari mobil itu berjalan mendekat kearah mobil milik Ariel dengan cara bersikap biasa saja sambil berpura pura sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon genggamnya.


Setelah hampir mendekat dengan kaca jendela depan mobil Ariel,dengan gerakan secepat mungkin orang itu menempelkan sebuah kertas yang dilipat di kaca mobil milik Ariel.Kemudian segera meninggalkan tempat itu setelah menyelesaikan tugasnya dan langsung kembali menuju mobilnya yang tadi.


"Ini mbak"ujar pedagang menyerahkan semua pesanan martabak pesanan Ariel.


"Makasih,ambil lebihnya"ucap Ariel singkat menerima pesanannya sambil menyerahkan tiga lembar uang tunai berwarna merah,


kemudian langsung beranjak meninggalkan tempat penjual martabak itu pergi menuju mobilnya.Sepertinya akan turun hujan karena titik titik hujan gerimis mulai turun menuju ke permukaan bumi.


Sesampai didekat mobil miliknya mata Ariel langsung menyergit melihat sebuah lipatan kertas yang tertempel di kaca mobilnya,ia langsung meraih kertas itu dan membawanya masuk kedalam mobil miliknya.Ariel meletakkan terlebih dahulu martabak yang ia beli dengan baik di bagian kursi samping pengemudi dengan baik setelah itu baru memeriksa kertas yang ia temukan tadi.


...MENYERAH ATAU HADAPI KAMI SAAT INI JUGA!!!...


Itulah tulisan yang tertera didalam lipatan kertas tadi,Ariel hanya menatap datar tulisan yang terpampang di kertas itu kemudian ia langsung melihat daerah disekitar tempat mobilnya yang terparkir saat ini.Dan ia langsung mengeluarkan semirik nya setelah menemukan sesuatu yang tak jauh dari posisi mobilnya dari kaca jendela.


*Mobil itu ternyata gue familiar sama plat mobilnya,keliatannya gue bakal pulang agak lama*ujar Ariel dalam pikirannya.


Tanpa tunggu lama lagi gadis itu langsung menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Tit..ia membunyikan klakson mobilnya satu kali saat tepat melewati sebuah mobil hitam yang terparkir dipinggir jalan seolah olah memberi sebuah isyarat kepada mobil yang terparkir itu dan benar saja,mobil hitam tadi langsung bergerak mengikutinya dari belakang.Ariel mengangkat sudut bibirnya sedikit saat mengetahui mobil hitam itu benar benar mengikuti mobil miliknya,tangannya mengendalikan kemudi mobil supaya tetap bergerak stabil dijalan menuju tempat yang akan dia tuju tentunya bukan kearah jalan pulang kerumahnya.


Gerimis yang turun menuju ke permukaan bumi semakin ramai.


__ADS_2