The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 122


__ADS_3

Setelah Shasa pergi meninggalkan ruangan tahanan dimarkas mereka itu meninggalkan Ariel,Leo,Rion bersama tuan Lui yang sudah jadi mayat akibat pekerjaan Shasa,ketiga temannya itu sempat terdiam beberapa saat.


"Kalian bersihkan"suruh Ariel memecah keheningan yang tercipta sesaat sebelumnya,


kemudian ia bergerak hendak pergi dari ruangan itu juga.


"Tunggu Riel"pinta Leo menahan pergelangan tangan Ariel.


"Anu gue mau nanya sesuatu boleh?"lanjut Leo meminta izin ingin menyakan sesuatu kepada gadis itu,Ariel mengguk.


"Kok kamu santai banget sih tadi pas ayahnya Shasa nelpon,trus Shasa juga keliatan santai pas ngomong sama ayahnya?"tanya Leo kepada Ariel.


"Nah gue juga penasaran sama itu sejak tadi,gak takut ketahuan apa?"Rion ikut menimbrung.


"Tuan Kimberly tau"ujar Ariel singkat menjawab pertanyaan Leo dan Rion,setelah itu ia melepaskan genggaman tangan Leo dari pergelangan tangannya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


"Tuan kimberly tau?maksudnya ayahnya Shasa tau tentang kegiatan anaknya barusan?"Rion bertanya kepada Leo,ia tak begitu bisa mengartikan ucapan Ariel tadi.


"Berdasarkan jawaban Riel tadi sih iya kayaknya"saut Leo.


"Ah udah gak usah lo pikirin banget,lagian itu urusan Shasa sama bokapnya sendiri.Kok lo yang repot mikir sih?"ujar Leo kepada Rion yang masih terdiam berfikir.


"Iya juga ya,kok gue repot mikirin urusan tu cewek cerewet sih.Yuk lah kita urus mayat tuh tikus"ujar Rion.


"Kita apain ya nih mayat?"tanya Leo


"Suruh bawahan kita bakal aja gak sih nih mayat,biar gak ada sisa"ujar Rion memberi usulan kepada Leo.


"Boleh juga,lagian kalau dikubur mau dikubur gimana?trus bahaya juga kalau gak disengaja ditemuin masyarakat.Kalau dikasih kehewan buas peliharaan kita juga,bukan waktu makan mereka sekarang"Leo setuju dengan usulan rekannya itu.


"Oke fiks,kita suruh bawahan kita buat bakar"ujar Rion pada keputusan final.

__ADS_1


Keduanya pun langsung memanggil beberapa orang mereka yang berada dimarkas itu untuk mendatangi ruangan itu kemudian menyuruhnya untuk membakar mayat tuan Lui sampai hangus terbakar menjadi abu.


Ariel berjalan menjauh dari ruangan tahanan markas,ia memilih untuk mengelilingi sekitaran markas untuk mengetahui lebih banyak ditael markas itu.Sejauh ini setelah beberapa kali datang ke markas ini,dirinya sudah mengetahui beberapa ruangan atau sudut bangunan tua itu.Beberapa diantaranya seperti kamarnya dan Shasa,ruangan biasa mereka berkumpul,ruang tahanan atau ruang penyekapan tadi,ruangan latihan dan lapangan tembak,serta ruangan penyimpanan senjata.


Lama berjalan mengelilingi bangunan markas nya dan rekan rekannya itu,Ariel memutuskan kembali kekamarnya saja dengan cara mengambil jalan memutar.Tapi saat melewati lorong sempit didalam markas,Ariel merasa heran kenapa lorong itu terlihat sangat sempit dan hanya bisa dilalui satu orang dewasa saja.Kakinya melangkah kedalam lorong kecil itu dan hanya perlu sekitar sepuluh langkah untuk sampai diujung,tepat disana terdapat sebuah pintu ruangan dibagian samping dinding.


"Ruangan apa ini?"gumam Ariel bertanya pada dirinya sendiri saat menemukan sebuah ruangan dengan pintu yang sedikit berbeda dibanding pintu lainnya,pintu itu mengingatkannya akan sesuatu dan selain itu pintu ruangan dihadapannya ini berada dibagian sudut dan cukup tersembunyi tersembunyi jika tidak betul betul teliti.


Karena rasa penasarannya tiba tiba menjadi besar,Ariel tanpa ragu membuka pintu yang kebetulan tak terkunci itu dan langsung masuk kedalam ruangan itu.


"Isinya sesuai dugaan"ujar Ariel setelah melihat apa yang ada didalam ruangan itu,


gadis itu sekilas tersenyum miring sebelum akhirnya keluar meninggalkan ruangan itu sambil memikirkan sesuatu.


~skip~


"Dari mana aja Ri?"tanya Shasa saat Ariel memasuki kamar.


Shasa memutar bola matanya,kebiasaan emang sahabatnya itu orang nanya bukannya menjawab tapi malah nanya balik.


"Gue bosen dikamar jadi kesini tapi pemilik kamarnya malah gak ada,dah gue jawabkan sekarang jawab pertanyaan gue tadi"ujar Shasa kepada sahabatnya itu.


"Keliling"jawab Ariel singkat kemudian langsung masuk kekamar mandi.


"Cih punya sahabat gini amat,udah tau sahabat kesayangannya bosan malah main pergi aja.Tanya kek gue mau apa biar gak bosen"gumam Shasa saat Ariel tak punya inisiatif menanyainya hal lain,untung dia sabar punya sahabat macam Ariel kalau enggak beh bisa jadi boneka mainannya itu anak.


Dari pada memikirkan sahabatnya itu yang membuatnya tambah kesal,Shasa merebahkan dirinya diatas kasur empuk Ariel dan menyibukkan diri menyelam memeriksa beberapa pesan yang dikirim oleh orang orang koneksinya untuk apdet informasi lebih lanjut penyelidikan tentang keberadaan tuan Frank.


Ceklek...setelah dua puluh menit kemudian Ariel dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda dari saat ia masuk,sepertinya gadis itu baru selesai mandi.


"Ri dady gue tadi nelpon"ujar Shasa kembali mengajak bicara Ariel.

__ADS_1


"Udah tau"jawab Ariel singkat.


Shasa meletakkan hpnya kemudian merubah posisinya menjadi duduk menatap kearah punggung Ariel yang duduk kehadap cermin, sahabatnya itu sepertinya sedang memakai pelembab ke kulit.Terlihat dari pantulan sang sahabat didalam cermin.


"Iya gue tau kalau lo tau,kan lo yang angkat telponnya tadi.Tapi bukan itu yang pengen gue omongin"ujar Shasa


"Apa?"tanya Ariel


"Dady gue udah tau,dia tau kalau gue bantuin lo buat nyelesain tugas dari papa lo"jelas Shasa.


Ariel langsung menghentikan kegiatannya dan langsung memutar balik arah duduknya menghadap sang sahabat.


"Gimana bisa?lo kasih tau?"tanyanya kepada Shasa.


"Bukan gue tapi papa lo"jawab Shasa.


Melihat Ariel hanya diam tak memberi tanggapan,Shasa kembali melanjutkan perkataannya.


"Mereka ada pertemuan berdua trus pas pertemuan itu papa lo bilang dan ceritain ke dady gue kalau gue ikut tugas lo"jelas Shasa


"Respon dady lo?"tanya Ariel


"Respon dady gue sih gak gimana gimana,cuman awalnya mungkin dia rada kecewa aja gue gak izin atau minimal kasih tau dia dulu.Tapi dady gue gak marah kok sama gue tenang aja,malahan dady bilang siap bantu kalau kita butuh"jelas Shasa menjawab pertanyaan Ariel.


"Bagus kalau gitu"saut Ariel kembali berbalik melanjutkan aktivitasnya tadi yang sempat tertunda.


"Gitu doang respon lo?gak ada yang lain gitu?"ujar Shasa sedikit jengkel dengan tanggapan agak acuh.


"Lo mau gue kasih respon apa?"tanya Ariel menaikkan alisnya keatas menatap kearah cermin dimana sahabatnya yang berada dibelakang punggungnya itu terlihat celas disana begitu juga sebaliknya.


"Apa aja gitu,jangan cuma tiga kata doang. Padahal penjelasan gue lumayan panjang"omel Shasa

__ADS_1


"Lo tau gue"jawab Ariel singkat kemudian memutus pandangannya dari Shasa yang menatap balik dirinya melalui cermin,setelah itu hening tak ada yang memulai pembicaraan lagi fokus pada pemikiran masing masing.


__ADS_2