
"Gitu kek dari tadi"ujar Leo pada keduanya,setelah melihat Rion dan Shasa diam serta berhenti berdebat.
Kemudian ia beralih kembali melihat kearah Ariel yang hanya diam dengan muka datar,masam menjadi satu.
"Riel kamu kenapa emangnya,kayak gak suka gitu kalau kembaran kamu jalan sama Miko?"
Tanya Leo pada Ariel dengan lembut.
"Kalau itu bocah ada niatan deketin kembaran gue gimana?"saut Ariel dengan nada datar andalannya.
"Ya seharusnya gak masalah dong,lagi pula Aurel dan kita semua itu udah remaja juga.Jadi kalau Miko memang ada rencana buat deketin kembaran kamu lebih dari sebagai teman atau sahabat itu hal yang wajar"jawab Leo.
"Gue setuju tuh sama pendapat Leo"ujar Rion
mendukung pendapatnya Leo.
"Maksud kalian Riri harus bisa maklum dan rela gitu kalau seandainya Miko berhasil deketin Rere lebih dari sahabat dan bahkan kalau mereka pacaran sekalipun?"tanya
Shasa pada dua cowok itu.
"Iya"saut Leo dan Rion bersamaan.
"Seharusnya sih gitu,itupun kalau Aurel emang mau sama Miko dan kalau Miko sendiri emang punya niat gitu"lanjut Leo.
"Dan yang jadi pertanyaan itu,emang bener kayak gitu?"ujar Rion menambahkan.
"Kalau Miko punya niat jahat?"tanya Ariel.
"Berarti itu tugas kamu sebagai kembarannya sama kita sebagai sahabatnya buat mencegah hal itu"jawab Leo.
Prok...prok...prok...suara tepuk tangan terdengar cukup nyaring dari Shasa.
"Gila lo berdua cocok juga jadi penasehat ternyata,cukup bijak sana soalnya"ujar Shasa memuji Rion dan Leo.
"Jelaslah"komen Rion.
"Jadi intinya wajar kamu memiliki kekhawatiran akan Aurel apalagi dia itukan kembaran kamu,jadi kalian pasti punya ikatan batin yang sangat kuat dan keinginan untuk saling menjaga satu sama lain.Tapi jangan pernah jadikan itu berlebihan karena bisa membuat kembaran kamu merasa terkekang dan terbatasi dan itu bisa menimbulkan masalah lain nantinya"jelas Leo dengan sangat bijak pada Ariel.
"Sekarang kamu paham kan?"tanya Leo pada Ariel sambil mengusap pucuk kepala gadis itu dengan lembut.
"Ya"saut Ariel singkat,tapi dalam hatinya
__ADS_1
Ariel membenarkan semua perkataan rekan rekannya itu,Ariel menjadi tampak lebih tenang apalagi saat Leo mengusap pucuk kepalanya dengan lembut itu membuatnya tersenyum dalam hatinya meskipun jika terlihat dari luar wajahnya sama sekali tak menampilkan ekspresi.
"Oke karena keliatannya masalah Ariel sudah selesai,mari sekarang kita keruangan pertemuan buat membahas misi penting kita"
Ajak Rion pada tiga orang rekan rekannya itu.
"Setuju,yuk lah gue juga masih penasaran nungguin lo bertiga ceritain hasil operasi pas di Bar gimana lengkapnya"ujar Shasa.
"Tapi emang lo berdua udah selesai latihan?"lanjut Shasa kali ini bertanya.
"Udah dari tadi itu mah"jawab Rion.
Ketiganya pun beranjak dari tempat latihan pertarungan pergi keruangan tempat keempatnya biasanya berkumpul dan membicarakan serta membahas rencana rencana soal misi mereka.
"Sekarang ceritain soal misi kalian di bar"pinta Shasa pada Ariel,Rion,dan Leo.
"Biar gue yang ceritain biar gak ribet"ujar Rion mengajukan diri untuk bercerita soal bar dan Leo serta Ariel langsung mengangguk menyetujui.
~flaskback~
"Itu orangnya udah keluar"ujarnya,Leo dan Ariel langsung secara sigap langsung melihat kearah pandangan Rion itu.
"Ayo kita mulai bekerja"ajak Ariel pada Rion dan Leo sambil tersenyum licik.
"Siap nona bos"saut Rion dan Leo sambil bersmirik.
Ketiganya langsung beranjak dari tempat mereka bergerak langsung kearah target yang sejak tadi mereka tunggu.
"Tuan Lui?"tanya Rion basa basi.
"Ya saya sendiri"jawab pria dewasa itu
"Bisa minta waktunya sebentar?"tanya Rion.
"Untuk apa hah?"tanya tuan Lui sedikit tak peduli dan masih menikmati musik yang dimainkan dj bar tak lupa dengan wanita wanita bar yang sejak tadi berada didekatnya.
*Sungguh memuakkan*ujar ketiga remaja itu saat melihatnya tentunya dalam hati.
"Untuk membicarakan hal penting dan mungkin uang juga"jawab Rion berusaha sesantai mungkin.
"Uang?"ujar tuan Lui langsung berhenti menari setelah mendengar ada kata uang yang diucapkan oleh tiga remaja yang menghampirinya itu,sepertinya pria itu tipe mata duitan.
__ADS_1
"Jangan disini,ayo ikuti saya"pintanya kemudian langsung berjalan duluan dan Ariel,Leo,dan Rion tentunya mengikuti dari belakang dengan waspada memperhatikan sekitar mereka siapa tau ini jebakan.
Tuan Lui membawa mereka kesebuah ruangan yang masih ada didalam bar itu,kemudian ia duduk disebuah sofa kecil hanya muat satu orang sedangkan Leo,Ariel,Rion memilih untuk berdiri saja.
"Apa yang kalian inginkan dari sampai sampai remaja seperti kalian rela datang ketempat seperti ini?"tanya tuan Lui dengan tenang sambil menghisap tembakau ditangannya.
"Tak banyak hanya soal tuan frank saja,itu cukup"jawab Leo.
Tuan Lui tersenyum mendengar perkataan yang baru salah satu anak muda yang berdiri didepannya itu lontarkan padanya,ia paham sekarang.
"Pasti kalian orang suruhan dari tuan Wyle kan"tebaknya langsung dan kelihatannya jawabannya iya saat melihat reaksi yang dikeluarkan oleh ketiga remaja itu khusunya dua remaja laki laki karena satu satunya remaja perempuan disana itu tampak tak bereaksi apapun hanya datar saja.
*Dia tau*
*kok ini orang tau sih?*
*Lah kok bisa?*
Batin Ariel,Leo,Rion.
"HAHAHA...pasti tebakan saya benar"ujar tuan Lui tertawa keras.
"Kalian pasti bertanya tanya saat ini dari mana saya tahu tapi itu tak penting sekarang"ujar tuan Lui seperti bisa menebak isi pikiran tiga remaja itu.
"Saya bakal kasih kalian informasi apapun yang kalian butuhkan,tapi tentunya gak gratis.Kalian bertiga pasti paham yang saya maksud"lanjut tuan Lui berbicara
"Berapa yang anda inginkan?"tanya Leo mulai berbicara,ia dan dua rekannya paham apa yang dimaksud pria itu sudah jelas adalah uang.
"4M saja,bagi kalian itu pasti tidak banyak"ujar tuan Lui langsung tanpa ragu menyebutkan nominal uang yang ia inginkan.
"Tak masalah saat ini juga kami berikan,asal saat ini juga anda berikan semua informasi yang anda punya tentang tuan Frank pada kami"ujar Rion,ia langsung mengambil selembar kertas cek kosong dari dalam sakunya dan sebuah pulpen kemudian mengisi nominal pada cek itu lalu langsung menyerahkan kertas cek itu pada tuan Lui.
Tentunya pria itu langsung menerima cek dengan nominal besar itu dengan mata berbinar.
"Uang sudah beres,sekarang giliran anda yang memberi kami semua informasi yang anda punya"ujar Rion.
"Tentu saja,saya akan mengatakan semuanya"ujar tuan Lui.
"Tuan Frank saya sempat bekerja sama dengannya beberapa kali bahkan jauh sebelum saat ini"tuan Lui mulai menjelaskan.
"Kerja sama kami adalah saya dia bayar untuk mengumpulkan dan berbagai macam informasi penting salah satunya adalah untuk mencari kelompok bayaran yang dapat dia gunakan menyokong aksi pengkhianatan nya pada bosnya tuan Wyle"lanjut tuan Lui.
__ADS_1