The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 69


__ADS_3

"Oke"saut Rion dan Leo sambil menganggukkan kepala tanda mereka setuju untuk tutup mulut.


"Bagus"ujar Shasa pada kedua orang itu.


"Oh iya Riel,senjata yang kamu minta udah gue siapin di ruangan penyimpanan senjata.Mau di ambil kapan?"tanya Leo yang mengingat tentang permintaan Ariel yang ingin disediakan senjata.


"Nanti dan tapi kemarin gue suruh Rion"saut Ariel.


"Gue yang suruh Leo buat nyariin senjata yang lo minta,gue lagi sibuk banyak urusan dan kebetulan nih orang lagi punya banyak waktu luang jadi gue suruh dia aja yang urus"ujar Rion menjelaskan alasan kenapa Leo yang mencarikan senjata untuk Ariel.


Ariel mengangguk mengerti akan penjelasan itu.


"ngomong-ngomong gue mau nanya nih,ditempat ini ada arena latihan tembak gak?"tanya Shasa pada Rion dan Leo.


"Ada,emang kenapa?"tanya Rion


Mendengar jawaban Rion itu Shasa langsung tersenyum.


Dor...dor...dor...suara tembakan secara beruntun terdengar jelas di indra pendengaran,setelah mendengar jawaban Rion yang mengatakan ditempat itu terdapat arena latihan tempat tanpa menunggu lama lagi Shasa langsung mendesak ketiga orang lainnya untuk ke sana.Ia sangat ingin latihan disana karena sudah lama ia tidak menyentuh dan berlatih menggunakan senjata jenis pistol sejak pindah ke Indonesia,bukan hanya Shasa saja tapi Ariel juga ikut latihan diarena latihan tembak yang ada di dalam gedung tua tempat markas mereka.


Dor...dor...dor...suara peluru yang ditembakkan masih terdengar.


"Nice girl"gumam Rion melihat kemampuan Shasa dan Ariel yang berhasil mengenai papan sasaran tepat di titik tengah.


"Keliatannya mereka udah terlatih banget"ujar Leo berkomentar melihat aksi dua gadis itu.


"Iya,apalagi Shasa gue nyangka dibalik sifat polos yang sering dia tunjukin tapi ternyata ada sisi lain kayak gini"ujar Rion.


"Makanya bener kata orang kalau kita gak boleh menilai orang dari covernya aja"kata Leo pada Rion.

__ADS_1


"Hmm"saut Rion setuju.


Keduanya terus melihat ke depan tepatnya kearah tempat Shasa dan Ariel sambil duduk di deretan kursi yang memang disediakan dipinggir arena latihan tembak,namun tak lama setelah itu terlihat Ariel yang bergerak meninggalkan lapangan dan berjalan menuju kearah mereka.


"Udah selesai?"tanya Leo setibanya Ariel didekat mereka.


"Udah"jawab Ariel singkat,cewek itu duduk di kursi yang jaraknya dua kursi dari tempat Rion.


"Kalau gitu gue ke sana dulu ya,mau ikut latihan juga"pamit Rion dari tempat itu menuju ke dalam arena.


Setelah Rion pergi dari sana,Leo langsung berpindah tempat duduk tepat di samping Ariel sedangkan Ariel yang mengetahui itu hanya diam tak peduli karena ia lebih tertarik pada kegiatan latihan didepannya.


"Riel"panggil Leo pada Ariel namun matanya tetap menatap kearah arena.


"Hmm"saut Ariel tanpa menoleh


"Kenapa kamu yakin banget kalau Shasa bakal bisa membantu misi kita,bahkan lo sampai berani bantah larangan tuan Wyle?"tanya Leo,jujur saja ia masih sangat penasaran akan hal itu dari tadi.


"Jadi gitu"ujar Leo,ia menoleh kearah Ariel dan menatap wajah samping Ariel.Semakin lama ia memandang wajah samping gadis itu,Leo semakin kagum saja bagaimana cara tuhan menciptakan wajah yang masih terlihat sempurna dan cantik meskipun gadis itu sangat minim ekspresi sekalipun tapi tetap terlihat sangat menawan walaupun dari samping seperti ini.


"Arena tembak didepan bukan di samping"ujar Ariel datar tanpa melihat kearah Leo pun,ia tau pasti kalau cowok yang sedang duduk disampingnya itu sedang menatapnya.


"Riel,hadap sini dong bentar"pinta Leo pada Ariel,Ariel dengan malas menuruti perkataan cowok itu dan menoleh kearah Leo.


"Lo kok bisa cantik banget sih?"tanya Leo sambil tersenyum pada Ariel yang melibat kearahnya.


Ariel hanya diam tanpa mengeluarkan ekspresi mendengar pertanyaan aneh Leo itu,kini keduanya saling menatap mata satu sama lain tak terlalu lama hanya sebentar karena salah satu diantara keduanya langsung mengalihkan pandangan karena tidak tahan dengan pesona lawan tatapnya.


Jangan kalian tanya siapa karena orang itu adalah Leo,saat Ariel menatap balik matanya ia sungguh tak bisa menahan aura yang terpancar melalui bola mata gadis itu.Tiba tiba ia merasa malu sendiri,padahal tadi ia yang meminta Ariel untuk menatapnya balik.

__ADS_1


Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan memandang kearah sepatunya dan sambil memikirkan entah apa di kepalanya,ia baru tersadar dari pikirannya saat Ariel tiba tiba berdiri dari kursi disampingnya.


"Loh Riel mau kemana?"tanya Leo pada Ariel,apa gadis itu merasa risih dan tak nyaman dekatnya pikir Leo khawatir.Tapi semua pikiran negatifnya langsung terpatahkan mendengar jawaban dari Ariel.


"Mereka sudah selesai latihan"jawab Ariel berjalan menuju kearah pintu masuk arena tempat saat ini Shasa dan Rion yang baru selesai latihan berada.


"Huf...kirain"Leo menghela nafasnya lega mengetahui isi pikirannya salah,ia juga segera beranjak dari sana langsung menyusul Ariel untuk ke tempat temannya yang lain.


"Lumayan juga nih tempat latihan"komentar Shasa,tangannya sambil ngelap keringatnya yang keluar karena kelelahan menggunakan senjata berjenis pistol itu.


"Jelaslah orang arena latihan itu ada di markas ini ya udah jelas pasti bagus lah"ujar Rion dengan bangga memuji markas miliknya ini.


"Iyain ajalah biar cepet"ujar Shasa yang sedang malas untuk berdebat lagi.


"Sha ayo pulang"ajak Ariel langsung tanpa basa basi begitu sampai didekat Shasa dan Rion.


"Sabar napa Ri,gue masih capek ini minimal tunggu gue selesai lap keringat napa"ujar Shasa pada Ariel.


"Hmm"saut Ariel.


"Huh gini amat punya sahabat,untung kenal lama"dumel Shasa pelan.


"Lo ngomong?"tanya Ariel melihat gerakan mulut Shasa.


"Enggak kok,gue lagi baca mantra biar penunggu tempat ini gak ngusik"jawab Shasa.


"Sha jangan ngomongin soal penunggu dong,gue jadi merinding"ujar Leo.


"Kenapa lo merinding?"tanya Shasa pada Leo.

__ADS_1


"Ya jelaslah kita merinding,orang lo ngomongin makhluk tak kasat mata"bukan Leo yang menjawab melainkan Rion yang juga tiba tiba merinding.


"Makhluk tak kasat mata apaan?orang yang gue maksud penunggu nih tempat itu nyamuk,kalian aja yang pikirannya langsung kearah mistis"ujar Shasa pada keduanya.


__ADS_2