The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 61


__ADS_3

Setelah memastikan kembali kalau kembarannya sudah tidur,Ariel langsung mengalihkan gamenya kembali ke email berkas perusahaan tadi dan dengan secepat mungkin ia memeriksa apakah berkas tersebut sudah selesai dengan baik kemudian mengirimnya ke pada papanya melalui email.


Sedangkan sisanya yang belum ia kerjakan Ariel simpan terlebih dahulu di folder dan tak lupa ia sembunyikan serta kunci,agar nanti jika ada yang menggunakan laptopnya kemudian tidak sengaja menemukannya agar tidak dapat dibuka dan dibaca isinya.


Setelah semuanya selesai Ariel beranjak dari tempatnya saat ini menuju kamar mandi untuk menggosok giginya dulu,setelah itu tak lupa ia mematikan lampu kamarnya dan menggantinya dengan menyalakan lampu tidur sebagai ganti penerangan kamarnya.


Barulah ia mengambil posisi berbaring di samping kembarannya dan sebelum benar benar akan tidur Ariel membenarkan selimut yang ia gunakan dan Aurel,barulah setelah itu Ariel memeluk kembarannya dari samping dan mulai memejamkan matanya menyusul Aurel kedalam mimpi.


Jika si kembar Aurel-Ariel sudah terlelap dalam tidur mereka maka berbeda dengan Shasa yang masih belum punya niat untuk beristirahat,gadis itu saat ini sedang berada didalam kamarnya tepatnya sedang duduk di kursi menghadap meja belajarnya dengan mata yang masih terbuka lebar tanpa terlihat ada bayangan kantuk didalamnya tapi malahan gadis itu masih terlihat sangat segar padahal hari sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih lima belas menit saat ini.


Shasa saat ini duduk di kursi menghadap meja belajarnya bukan untuk belajar atau hal hal seperti membaca buku,bukan seperti Ariel tadi lakukan yaitu mengerjakan pekerjaan perusahaan dan bukan juga sedang bermain game tapi sedang merakit senjata.


Yap!kalian gak salah baca tapi memang benar benar saat ini gadis muda itu sedang merakit senjata atau lebih tepatnya senjata berupa pistol,entah dari mana Shasa mendapatkan semua itu tapi saat ini ia sedang sangat serius merakit bagian bagian senjata berjenis senjata api itu bak seperti profesional karena tangannya terlihat sudah sangat terbiasa melakukannya.Bahkan lihat saja Shasa bahkan sangat hapal bagian apa saja yang akan disatukan dengan bagian lain tanpa kesalahan sedikitpun.


"Yes! akhirnya selesai juga"ujar Shasa berseru

__ADS_1


Sambil mengangkat senjata berjenis pistol dengan tangan kanannya,tampaknya pekerjaannya sudah selesai.Tidak hanya satu tapi terdapat dua lagi tergeletak di atas meja belajarnya dan tepat disampingnya lagi terdapat sebuah boks kotak yang tadinya digunakan untuk menyimpan bagian bagian senjata yang tadi sebelum ia rakit menjadi beberapa senjata berjenis senjata api itu.


Shasa memandangi pistol ditangannya dengan dengan mata berbinar.


"Gue gak nyangka keahlian gue gak hilang meskipun udah hampir dua bulan gak dipake"ujar Shasa pelan sambil bolak balik memperhatikan pistol ditangannya dengan seksama.


"Dengan adanya ini,gue bakal sedikit tenang karena punya pertahanan senjata kalau kalau ada keadaan terdesak"gumam Shasa pelan pada dirinya sendiri.


"Oke sekarang ini udah selesai,yang jadi masalah sekarang ini harus disimpan dimana biar jangan sampai ada orang yang nemuin"ujar Shasa kembali pada dirinya sendiri.


Ia saat ini menemukan masalah baru yaitu menentukan tempat yang cocok untuk digunakan menyimpan senjata berjenis pistol yang baru selesai ia rakit itu,gadis itu memutar-mutar posisi duduknya melihat sekeliling kamarnya guna mencari tempat yang bagus dan strategis untuk menyimpan senjata miliknya dengan aman.


"Ah!gue punya ide"seru Shasa,dengan semangat ia bangkit dari kursi tempat duduknya berjalan menuju kearah ranjang tempat tidurnya.


Ia duduk lesehan di atas lantai kemudian meraba kayu bagian bawah ranjang miliknya

__ADS_1


"Disini nih,tapi gue butuh doubletip dulu"ujar Shasa,dengan segera ia bangkit lalu membuka laci meja miliknya untuk menemukan doubletip yang ia butuhkan dan setelah menemukannya ia kembali pada posisinya tadi duduk lesehan di lantai kemudian memegang sebuah pistol dan menempatkannya di kayu alas bagian bawah tempat tidur tapi bukan dilantai ya.


Setelah menemukan posisi yang pas baru ia melekatkannya dengan doubletip agar tidak jatuh,setelah selesai ia memastikan sekali lagi kalau pistol itu sudah tertempel sempurna disana.


"Oke sekarang giliran dua lagi,itu gue taruh di mobil aja kali ya"gumam Shasa pelan.


Ia segera bangkit dari posisi lesehannya dilantai kemudian mendekat kearah meja belajarnya kembali lalu ia meraih dua sisa pistol itu dan juga beberapa cadangan kotak peluru dalam boks tempat penyimpanan bagian bagian senjata tadi,ia membalutnya dengan sebuah jaket miliknya dengan rapat.


Setelah itu ia berjalan kearah pintu kamarnya kemudian memutar anak kunci untuk membuka pintu kamarnya yang tadi memang sengaja ia kunci agar tidak ada orang yang bisa masuk secara tiba tiba kedalam kamarnya saat ia merakit senjata tadi,kalau iyakan bisa gawat nanti.


Setelah selesai membuka pintu kamarnya gadis itu gak langsung keluar tapi tak lupa ia mengambil piring kotor bekas ia pakai tadi untuk makan malam,setelah itu baru ia berjalan keluar dari kamarnya dengan kedua tangannya penuh.Dengan perlahan ia menuruni satu persatu anak tangga dengan hati hati agar barang bawaan yang ada di kedua tangannya tidak jatuh,setelah tiba dilantai bawah Shasa langsung menuju ke arah dapur terlebih dahulu kemudian meletakkan piring kotornya di atas dapur kemudian baru setelah itu ia pergi dari sana menuju pintu penghubung ke garasi yang terdapat didalam rumah sambil membawa jaket berisi pistol tadi.


Shasa ke garasi untuk menuju mobil miliknya


setelah itu mematikan alarm pengaman mobilnya baru setelah itu ia membuka pintu mobil dan ia menunduk kemudian menyelipkan kedua pistol tadi di bagian bawah tempat duduk pengemudi mobil,

__ADS_1


setelah selesai baru ia menutup kembali pintu mobilnya dan tak lupa ia mengaktifkan kembali alarm pengaman mobilnya baru pergi meninggalkan garasi rumahnya itu.


Shasa kembali ke area utama rumahnya kemudian berjalan kembali kearah dapur untuk mencuci piring dan gelas kotornya yang tadi ia letakkan di atas meja dapur,ia mencuci semua itu dengan bersih di wastafel dapur kemudian menaruhnya kembali ke rak piring.Setelah itu Shasa memutuskan untuk pergi dari sana kembali lagi ke kamarnya untuk tidur,tak lupa Shasa juga membawa segelas air putih untuk dia bawa ke kamarnya agar nanti kalau ia merasa kehausan ia tak perlu lagi repot repot untuk ke dapur lagi.


__ADS_2