The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 191


__ADS_3

Ariel mencengkram lengan tuan Frank yang kini mencekal lehernya dengan cukup kuat sehingga membuatnya sedikit kesulitan bernafas,nona muda Wyle itu juga terlihat menahan kesakitan akibat luka dan kakinya yang terkilir namun dipaksa oleh tuan Frank untuk berdiri.Sebenarnya bisa saja Ariel mencoba melawan,tapi ada sebuah pistol yang sudah siap siaga mengeluarkan timah panas keperutnya jika sampai ia bergerak gegabah sedikit saja.Dan lagi jangan lupakan rantai yang masih setia membatasi pergerakan bebas kedua kaki dan kedua tangannya juga,Ariel tidak mau mati hanya karena itu saja.


Tak menghiraukan dan tak peduli sama sekali dengan kondisi gadis muda yang tengah setengah ia seret itu,tuan Frank terus melangkah dengan cepat membawa anak musuh utamanya itu.Bahkan laki laki paruh baya itu tidak memelankan langkahnya sama sekali saat menaiki anak tangga menuju ke deck kapal paling atas,tuan Frank yakin kalau musuhnya itu ada disana dan juga ia sudah tak melihat anak buahnya dilingkungan deck dalam kapal lagi.


Siut...siutt...suara hembusan angin lautan terdengar tipis melewati pendengaran,cahaya rembulan langsung menyambut Ariel beserta tuan Frank dibagian paling atas deck kapal paling belakang.Tak peduli dengan beberapa mayat yang bergelimpangan disana,tuan Frank terus berjalan membawa Ariel tepat diujung paling sudut belakang kapal.Terlihat pagar pembatas setinggi pinggang orang dewasa melingkari kapal itu,namun ada yang sedikit berbeda dengan pagar pembatas itu.Tepat dibagian ujung kira kira kelebaran satu meter,tidak ada pagar sedikitpun disana atau terputus.Hanya satu kali dorongan saja dari pinggir maka tamatlah sudah,dan posisi Ariel dan tuan Frank kira kira hanya tiga langkah kecil dari sana.


"Bukan cuma anda saya nona muda yang menyiapkan rencana kedua,saya juga.Rencana kedua anda mengirim sinyal bantuan maka saya sedikit berbeda,yaitu membawa setidaknya satu orang pada kematian bahkan jika itu harus membuat saya kehilangan nyawa juga"ucap tuan Frank.


"Kau sudah menentukan keputusanmu tadi nona muda,sekarang mari kita lihat apa pilihan papa anda"ujar tuan Frank sedikit berbisik.


"Putrinya atau harga dirinya dan nama besar keluarganya"lanjut tuan Frank.


DOR...DOR...DOR..tuan frank menembakkan beberapa peluru kearah udara.


"WYLE DATANGLAH,LIHAT NASIB PEWARISMU!"


teriak tuan Frank dengan keras supaya memancing orang orang berdatangan kesana termasuk papa dari gadis yang menjadi tawanannya itu.


Tap...tap...tap...derap langkah kaki yang banyak mulai terdengar dan semakin mendekat.


Buk...buk...buk...tuan Frank kembali menghadiahkan pukulan bertubi tubi ditubuh Ariel saat mendengar ramai derap langkah kaki itu hampir tiba.


Ukhuk..ukhuk..ukhuk..


Ariel terbatuk batuk setelah menerima pukulan itu dan terlihat darah keluar dari mulutnya,kondisi gadis itu terlihat mengenaskan namun ia masih tetap memiliki kesadarannya meski mungkin untuk saat ini saja.

__ADS_1


"Riri Sayang"itu suara Hera sang mama datang memanggil nama Ariel,wanita itu tidak datang sendiri tapi juga bersama suami dan juga teman teman serta para bawahan suaminya.


"Hei lepaskan putriku,bajingan sialan"teriak Hera yang histeris saat menyadari kondisi putrinya yang tak baik baik saja.


"Frank,lepaskan Pewarisku!"ujar Tuan Wyle dengan nada dingin mirip perintah.


"Frank,lepaskan nona muda kami atau kau kutembak"itu suara tuan Rarendra ayahnya Rion sambil menodongkan senjatanya menuju kearah tuan Frank,bukan hanya dia tapi juga para bawahan yang lain.


Tuan Frank tersenyum sinis mendengar perkatan orang orang didepannya itu.


"Untuk apa saya menuruti perintah anda Wyle,eh mungkin tuan Wyle ya?"tuan Frank berujar dengan ada mengejek kepada tuan Wyle.


"Dan Rarendra,anda tembak saja.Nona muda anda sudah siap dijadikan tameng oleh saya, benarkan gadis nona muda"ujar tuan Frank sambil mengangkat dagu Ariel sebentar,lalu laki laki paruh bayah itu melihat kearah tuan Wyle lagi.


"Apa maksud anda Frank?lepaskan pewariku sekarang juga.Jangan bertele tele"ujar tuan Wyle kembali.


Namun tuan Frank seakan tuli dan tak mendengarkan perkataan tuan Wyle itu,laki laki itu malah lanjut bicara


"Korban pertama ada Sisulung keluarga Nicolas dan istrinya,korban kedua adalah bungsu Nicolas bersaudara yaitu Jerry Nicolas,atau putrimu ini lebih mengenalnya sebagai Nic pengawal kesayangannya,Dan korban ketiga..."tuan Frank menjeda kalimatnya dan secara bersamaan menodongkan senjata tepat dikepala Ariel.


Tindakan itu tentu langsung membuat suasana langsung semakin menegang, Nyonya Wyle bahkan langsung menangis melihat senjata yang tengah ditodongakan kepada putrinya itu.


HAHAHA...Suara tawa tuan Frank terdengar menggelegar.


"Apa Yang Lucu Dengan Itu,KEPARAT?!"Teriak tuan Kimberly kesal.

__ADS_1


"Halo tuan Kimberly,putri sedang berduel dengan pimpinan kelompok yang membantu saya.Dari pada ikut campur,lebih baik anda berdoa untuk keselamatannya.Karena kondisi terakhir yang saya tahu,pipinya meneteskan darah segar"ujar tuan Frank tenang kepada tuan Kimberly dan istri,yang langsung terlihat khawatir kepada putrinya.


"Ah adik anda juga tampak lemas sekali tuan muda Wyast,sepertinya fobianya kambuh.Mereka berada dideck ruangan


bawah kapal"kali ini tuan Frank berbicara kepada Robert kakaknya Kayla.


Mendengar hal itu tanpa pikir panjang kakaknya Kayla langsung berbalik dan berlari menuju tempat sang adik.Bukan apa apa,tapi Robert tau pasti bagaimana kondisi adiknya itu jika fobia itu kambuh.


"Satu pilihan tuan Wyle,nyawa putri anda melayang atau sujud dikaki saya sekarang juga"ujar tuan Frank penuh semirik.


"Pilihan Macam Apa Itu,Kau ingin Merendahkan Harga Diriku!"sergah tuan Wyle


"Memang itu tujuannya,jadi bagaimana?apa pilihan anda?Harga diri keluarga Wyle yang terhormat atau nyawa putri anda?"tanya tuan Frank.


"Lion,ayo selamatkan putri kita"bujuk Hera kepada suaminya dengan penuh air mata.


"Tapi Hera,harga diri keluarga Wyle tak boleh jatuh hanya karena orang seperti bajingan itu"ujar tuan Wyle dingin.


"Maksud kamu,kamu akan membiarkan putri kita mati begitu?"tanya Hera yang kesal me dengar perkataan suaminya.


"Bukan begitu,tapi ini menyangkut harga diri keluarga Wyle"ujar Lion kepada istrinya,sikap arogan laki laki itu tetap mendominasi meski rasa khawatir akan kehilangan putrinya ada.


Hera menatap suaminya dengan tatapan tak percaya,tuan Kimberly dan istrinya juga begitu.Ketiganya terlihat tak percaya dengan jalan pikiran laki laki dingin nan arogan itu,apa laki laki itu baru saja memilih harga diri dan kehormatan keluarga dan dirinya dibanding putrinya yang merupakan darah dagingnya sendiri.


Tes...tetes air mata jatuh dipunggung tangan Ariel yang dari tadi mencengkram lengan tuan Frank,itu adalah air mata gadis itu.Padahal sejak tadi Ariel tak mengeluarkan setitikpun air matanya saat kesakitan akan serangan pukulan dari tuan Frank,tapi kini mendengar perkataan papanya itu mampu membuat air mata serta kekuatan dan kepercayaan dirinya luruh seketika.

__ADS_1


__ADS_2