
Ariel membuyarkan lamunannya tentang pembicaraan dirinya dan papanya waktu itu.
Ia kembali melihat kearah saudara kembarnya yang kelihatannya semakin nyenyak menjelajahi alam mimpinya.
"Mungkin aku harus segera mulai bergerak" gumam Ariel dalam pikirannya.
Kemudian dia memperbaiki posisi tidurnya senyaman mungkin dan perlahan matanya mulai terlelap dalam tidurnya.
Sang matahari mulai mengeluarkan cahayanya
menandakan bahwa pagi sudah tiba.
Tampak seorang gadis remaja saat ini berjalan menuruni tangga satu persatu,lalu berjalan menuju dapur.
"Selamat pagi,nona Kayla"sapa salah seorang pelayan yang bekerja di rumah itu,saat gadis itu tiba di dapur gadis itu adalah Kayla.
"Pagi juga,yang lain belum bangun bik?"ucap kayla membalas sapaan pelayan itu.
"Belum nona"jawab pelayan itu menjawab pertanyaan salah satu majikan nya itu.
mendengar jawaban dari pelayan itu Kayla hanya beroh ria saja dan Kay saat ini menuju meja makan ia mengambil beberapa potong roti yang ada dimeja lalu mulai mengoleskan selai pada roti roti itu,sedangkan pelayan tadi sudah terlebih dahulu permisi dari sana untuk melanjutkan pekerjaannya.
"good morning,riri"ucap Kayla menyapa Ariel yang baru sampai diruang makan.
"too"jawab Ariel singkat.
"Datar amat lo,masih pagi ini.Senyum sesekali itu baik lo Ri buat kesehatan sekaligus biar hidup lo gak lempeng amat"ucap Kayla pada Ariel memberikan sedikit petuah untuk sahabatnya itu.
Ariel hanya mendengarkan ocehan sahabat tertuanya itu tanpa berniat menjawab dan sekedar menanggapi,ia lebih memilih meminum susu hangat yang di sediakan pelayan.
"Mau?"kata Kayla menawarkan roti yang sudah diolesi selai coklat pada Ariel.
Ariel mengangguk mengiyakan dan tak lama kemudian Kayla memberikan roti yang dimaksud yang langsung dimakan oleh Ariel.
__ADS_1
"Kembaran lo mana,belum bangun?"tanya Kayla
"Mungkin"jawab Ariel
"Yau dah,gue mau balik ke kamar mau siap-siap buat ke sekolah,nanti tolong bangunin Shasa ya,soalnya kalau gue yang bangunin dia pasti gak mau"ucap Kayla meminta tolong ke Ariel yang ada di depannya.
"Hmm…"gumam Ariel mengiyakan.
Setelah itu Kayla berlalu dari sana kembali ke kamarnya,sedangkan Ariel sendiri setelah selesai melahap habis roti yang dibuatkan Kayla tadi dan meneguk coklat panasnya hingga habis tak tersisa dalam gelas.
Ariel beranjak dari kursinya lalu pergi kembali kelantai dua tempat dimana kamar Shasa berada,kamar tidur mereka berempat memang ada dilantai dua semua ya guys.Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung saja masuk karena ia yakin sahabatnya yang satu itu pasti belum bangun dari mimpi indahnya.
Disisi lain Aurel terbangun karena suara alarm yang berbunyi,dengan mata yang setengah tertutup tangannya perlahan mematikan alarm itu.Ia bangkit dan duduk sambil mengusap usap matanya kemudian meregangkan tubuhnya supaya tidak terlalu kaku sehabis tidur sampai akhirnya ia mengingat sesuatu lalu melihat sekelilingnya,ia tidak menemukan kembarannya di sana padahal seingatnya Ariel tidur di kamarnya tadi malam.
"Udah balik ke kamarnya kali ya"itulah isi pikirannya saat ini.
Aurel beranjak dari tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi untuk mandi sekaligus bersiap siap untuk ke sekolah.
Kembali ke kamarnya Shasa.
"Sha…shasa bangun"ucap Ariel menggerak gerakan badan Shasa,ia tengah berusaha membangunkan sahabatnya itu.
Berulang kali Ariel berusaha membangunkan shasa dengan sabar tapi tu bocah masih aja gak bergerak sedikitpun.
Ia menghela nafasnya berat lalu berhenti sebentar kemudian berpikir cara ampuh membangunkan Shasa tanpa perlu banyak mengeluarkan tenaga,sebuah ide langsung terlintas di kepala nya ia berjalan menuju laci meja belajar Shasa dan mengambil sesuatu di sana.Setelah menjalankan rencana di kepalanya dengan baik,Ariel beranjak meninggalkan ruangan itu sampai di dekat tangga ia mengambil HP miliknya dan menekan sesuatu sambil tersenyum miring.
Tak lama setelah ia mengotak atik HP miliknya,
setelah merasa beres ia bergegas menuruni tangga untuk kembali keruang makan.
Aurel sudah ada di meja makan menikmati sarapan dengan roti dan segelas susu putih yang hangat begitu juga Kayla yang sudah ada di sana kembali dengan sudah rapi menggunakan seragam sekolahnya begitu juga Aurel
"Kay!Riri sama Shasa belum turun juga?"tanya
__ADS_1
Aurel pada Kayla.
"Kalau Shasa si belum dari tadi,tapi kembaran lo tadi si udah malah udah sarapan"jawab Kayla sambil memainkan Hp miliknya.
"Terus sekarang kembaran gue mana?kok gak keliatan dari tadi"tanya Aurel lagi.
"Si Riri tadi gue suruh buat bangunin Shasa tapi sampai sekarang belum balik kesini lagi tu bocah"jelas Kayla memberi jawaban pada Aurel.
Ariel berjalan santai memasuki ruang makan kemudian duduk kembali di tempatnya tadi sebelum ke kamar Shasa.
"Shasa udah lo bangunin Ri?"tanya Kayla melihat kedatangan Ariel.
"Udah"jawab Ariel sekenanya
"Terus kok belum turun kesini?"kali ini Aurel yang bertanya.
"Bentar lagi pasti turun"jawab Ariel tampak sangat yakin sambil sedikit bersmirik.
Sedangkan Aurel dan Kayla yang mendengar jawaban itu mengangguk paham meskipun keduanya sedikit heran melihat Ariel terlihat sedikit bersmirik ya walaupun sekilas tapi keduanya masih bisa menangkap pemandangan itu.Namun keduanya berusaha agar tidak terlalu peduli dengan hal itu dan kembali fokus pada urusan masing masing.
Shasa saat ini sedang bergegas menuruni tangga,ia langsung menuju ruang makan tempat dimana ketiga sahabatnya saat ini berada.Sesampai di sana ia menghempaskan tas miliknya di atas meja dan langsung duduk di samping Kayla.
Namun ada sedikit berbeda pada Shasa dan tentu saja yang lain menyadari hal itu sejak anak itu datang ke sana,biasanya Shasa selalu tampak ceria dan bersemangat terutama kalau pagi pagi begini tapi sekarang muka anak itu malah kelihatan suram dan tak bersahabat sama sekali.
Kayla yang berada di samping Shasa memperhatikan Shasa intens sampai matanya tertuju pada sesuatu di kening Shasa.
"YA AMPUN SHA,Itu Kening Lo Kenapa Benjol Kayak Gitu?!"ucap Kayla sedikit berteriak karena melihat kening sahabatnya itu benjol dan sedikit memar di bagian kanan.
Mendengar perkataan Kayla,Aurel ikut melihat kearah Shasa memperhatikan apa yang yang Kayla maksud dan iya juga ikut terkejut.
"Sha,itu kening kamu kok bisa gitu?tanyanya ke Shasa.
"Siapa yang masuk kamar Shasa pagi ini?"tanya Shasa tanpa memperdulikan pertanyaan dari Kayla dan Aurel padanya.
__ADS_1
~Maaf gantung hehehe,ikutin terus ya ceritanya jangan lupa vote,komen atau apalah itu.Sampai jumpa di chapter selanjutnya😎😁😁👋~