
Sudah hampir satu jam telah berlalu,Leo saat ini sedang berbaring diatas tempat tidurnya.
Didalam dekapannya ada Ariel yang tengah tertidur lelap,nafas gadis itu terdengar menderu secara beraturan.
Setelah tadi cukup lama menangis,Ariel tertidur didalam pelukan Leo mungkin karena terlalu lelah menangis.Leo tentu saja tak tega membiarkan gadis itu tertidur dalam posisi terduduk diatas lantai kamarnya itu,jadilah ia memindahkan Ariel keatas kasurnya supaya gadis itu bisa istirahat dengan nyaman.Dan saat Leo hendak melepaskan pelukannya dari gadis yang masih tengah tertidur itu malah seperti tak mau lepas darinya,berakhirlah ia harus mengambil posisi setengah berbaring dengan pundak dan kepalanya bersandar dibagian sandaran ranjang tempat tidur sambil tetap memeluk Ariel.
Leo memandangi wajah gadis yang tengah terlelap itu tidak ada wajah dingin tanpa ekspresi seperti biasanya,yang ia temukan tapi malah sebaliknya.Meskipun mata Ariel terlihat sedikit membengkak dan wajahnya memerah karena menangis tadi,tapi Leo bisa melihat wajah polos nan tenang dari gadis itu.
Leo sesekali mengusap lembut pucuk kepala Ariel supaya gadis itu bisa tidur lebih nyenyak dan bisa beristirahatkan diri serta pikirannya lebih lama,disisi lain cowok itu tengah berfikir keras bagaimana menjelaskan perihal foto- foto dan surat yang tadi gadis itu temukan serta lihat.
*Kenapa gue bisa ceroboh banget sih, ninggalin kamar dan laci tadi tanpa dikunci dulu*Leo merutuki kecerobohan dirinya sendiri.
*Tapi disisi lain ada bagusnya juga karena setelah ini gue gak perlu nyimpan rahasia itu lagi*Leo menemukan bagian fositifnya juga.
Pemuda itu merenung sambil mengingat masa lalunya dengan seseorang yang paling berharga baginya dan juga seseorang yang sangat berpengaruh bagi gadis yang ada didalam dekapannya ini juga.
~Flasback~
Seorang bocah laki laki tengah duduk disebuah kursi diteras sebuah rumah bergaya minimalis,ukuran rumah itu tidaklah kecil namun tidak juga sangat besar.
Bocah laki laki itu adalah Leo kecil,ia menggoyang goyangkan kedua kakinya yang masih menggantung dan belum bisa menyentuh lantai teras jika duduk dikursi.
Leo kecil berada disana bukan tanpa alasan,ia sedang menunggu kepulangan pamannya hari ini.Pamannya tak bekerja dinegara ini tapi dinegara lain dan terbilang sangat jarang pulang mengunjunginya,pamannya hanya datang disaat saat penting saja seperti hari natal seperti hari ini.
Leo kecil tinggal bersama pengasuh dirumah itu,ia sudah tak memili orang tua sejak ia masih sangat muda yaitu sekitaran usia satu tahun.Kedua orang tuanya meninggal dihari yang sama karena kecelakaan mobil yang dialami saat hendak mengantar ayahnya menuju bandara,Leo memang sengaja tak dibawa pada saat itu karena sedang tertidur.
Tak ada satupun diantara penumpang mobil itu yang selamat,baik kedua orang tuanya maupun supir yang bertugas mengemudikan mobil saat itu.Pamannya yang akan datang ini adalah adik dari ayahnya dan sekaligus satu satunya anggota keluarga yang dimiliki,Leo kecil memang sudah tidak memilik nenek dan kakek dari kedua pihak orang tuanya.Ibunya pun juga merupakan anak tunggal dikeluarga, sedangkan ayahnya hanya terdiri dari dua bersaudara saja.
__ADS_1
Tit...tit...tit...suara klakson mobil yang ditunggu tunggu bocah sebelas tahun itu akhirnya terdengar,senyuman langsung terukir dengan jelas dibibir Leo kecil.
Dengan cepat bocah itu dengan sedikit melompat turun dari kursi tempatnya duduk dan langsung membuka pintu pagar supaya mobil pamannya itu bisa masuk,ia menunggu mobil yang datang itu terparkir jelas digarasi depan.
Mobil berhenti dan tak lama kemudian seorang laki laki dewasa berbaju setelan lengkap keluar dari dalam mobil itu.
"Paman!"seru Leo kecil langsung berlari menghampiri laki laki dewasa yang berstatus sebagai pamannya itu.
Sang pamanpun menyambut keponakannya itu sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Leo kecil,keduanya berpelukan sebentar.
"Bagaimana kabarmu Nico?"tanya sang paman kepada keponakan kecilnya.
"Kabar Nico baik paman dan Nico senang paman pulang natal ini"ujar Leo kecil yang dulu masih menggunakan panggikan masa kecilnya yaitu Nico.
"Paman juga senang bertemu keponakan paman ini"ujar sang paman mengusap kepala Leo kecil.
"Ayo"saut Leo kecil dengan semangat karena mendengar kata hadiah.
Kedua laki laki beda usia yang berstatus paman dan keponakan itu berjalan masuk kedalam kedalam rumah,tak lupa sang paman membawa barang bawaannya ikut masuk kedalam rumah.
Disinilah saat ini Leo kecil duduk dilantai kamarnya bersama sang paman,disekitar mereka terdapat kotak kotak hadiah berbungkus kado dengan jumlah yang cukup banyak.
"Paman tak melihat satupun pekerja rumah, apa mereka sudah pulang sejak pagi?"tanya sang paman.
Leo kecil menggelengkan kepalanya pelan
"Bibi pengasuh sudah pulang sejak kemarin pagi karena hanya bisa mendapatkan jadwal kereta hari itu saja,sedangkan om satpam pulang kemarin malam karena mendapat telepon dari keluarganya yang mengatakan ibunya sakit"jelas Leo kecil pada pamannya.
__ADS_1
"Itu artinya sejak kemarin malam sampai siang ini kamu hanya tinggal sendiri disini,apa Nico tak takut?"tanya pamannya Leo.
"Nico tidak takut kok paman,Nicokan belajar beladiri dan juga anak pemberani seperti paman"jawab Leo kecil.
"Bagus itu baru keponakan paman"puji sang paman.
"Sekarang ayo buka kadomu"suruhnya pada sang keponakan.
"Wah kado Nico tahun ini sangat banyak paman"ujar Leo kecil dengan mata yang berbinar menatap semua hadiah yang ada didekatnya.
"Tapi kenapa diantara semua kado yang paman berikan,bungkus kado yang ini berbeda sendiri?"tanya Leo kecil meraih satu kado yang tampak berbeda dari yang lain,jika kado lain dibungkus dengan kertas kado yang terbilang gelap tapi yang satu itu malah dibungkus dengan kertas warna warni yang sangat cerah.
"Oh itu paman lupa mengatakannya,itu adalah kado natal dari nona muda"jawab sang paman.
"Nona muda?apa dia anak perempuan yang selalu paman jaga kemanapun pergi?"tanya Nico kecil sambil cemberut.
"Kenapa Nico cemberut begitu,bukannya senang diberikan hadiah dan membuat hadiah yang Nico dapatkan bertambah?"tanya sang paman menyadari perubahan raut wajah Leo kecil yang mendadak suram.
"Aku tak suka dengan anak perempuan yang selalu paman panggil nona muda itu,pasti dia bocah yang manja karena selalu membutuhkan paman setiap saat"jawab Nico kecil yang tentunya membuat sang paman sedikit terkejut mendengarnya.
"Kenapa Nico berkata seperti itu,Nico seharusnya tak boleh membenci nona muda"ujar pamannya Leo,membuat bocah laki laki itu semakin menunjukkan ekspresi tak suka.
"Lihatlah paman bahkan membelanya,padahal dia tak ada disini"protes Leo kecil.
"Paman tak membelanya Nico,tapi nona muda Ariel bukanlah gadis manja seperti yang kamu katakan tadi"ujar sang paman dengan lembut.
"Nona muda Ariel?Ariel?"ujar Leo kecil yang baru pertama kali mendengar nama itu.
__ADS_1
"Ariel adalah nama nona muda"ucap pamannya Leo,dan itu adalah kali pertama Leo tahu kalau nama gadis yang selalu pamannya panggil dengan sebutan nona muda itu.