The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 135


__ADS_3

"Tanks"ucap Ariel langsung berbalik meninggalkan ruangan itu dan tak lupa menutup pintu ruangan itu kembali, meninggalkan Shasa dan Rion disana.


Setelah Ariel pergi dari ruangan kerja mereka, Shasa dan Rion kompak menghela nafas lega.Kedua menoleh dan saling pandang satu sama lain,Shasa menurunkan pandangannya ketangan Rion dimana masih ada beberapa permen miliknya disana.


"Balikin permen gue!"ujar Shasa kepada Rion,ia menengadahkan tangannya supaya cowok itu mengembalikannya.


"Nih,gue balikin.Gue cuma makan satu"ujar Rion mengalah menyerahkan permen itu kembali kepemiliknya,tentunya kecuali yang sudah dia makan.


"Wah permen gue balik"ujar Shasa riang,ia melompat seperti anak kecil saking senangnya.


Rion tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis dihadapannya itu yang mirip sebelas dua belas sama anak TK,ia teringat sesuatu kemudian langsung tersenyum miring.


"Sha"panggilnya menyebut nama gadis didepannya itu.


"Apa?"tanya Shasa acuh.


"Bibir lo kenyal juga ya ternyata"ujar Rion sambil tersenyum.


Shasa langsung mendongak melihat kearah Rion dan mukanya tiba tiba memanas,


Plak...Aduh...suara tamparan diiringi ringisan langsung terdengar,Shasa langsung menggeplak pundak Rion dengan kencang.


"Bangsat lo!"umpat Shasa kemudian langsung berjalan cepat kearah meja kerjanya dengan kepala yang menunduk.


"Dih malu malu dia"gumam Rion melihat reaksi Shasa.


Ya kalian gak salah baca kok,cerita Shasa tadi ada yang sengaja dihilangkan untuk keselamatan bersama dari amukan Ariel. Sebenarnya saat adegan Shasa dan Rion jatuh tadi,bibir keduanya tak sengaja bersilaturahmi satu sama lain selama beberapa saat.Hanya bertemu saja gak sampai ngapa ngapain kok,keduanya segera melepaskan acara silaturahmi bibir mereka itu segera setelah sadar.Beruntung untuk nasib mereka karena saat Ariel masuk dan gadis itu hanya melihat posisi mereka yang bertindihan tak melihat adegan beberapa detik sebelumnya.Tentu saja Shasa dan Rion tak mencetitakan bagian adegan itu karena seperti yang dibilang diawal,ini untuk keselamatan bersama khusunya Rion.


Rion mengikuti Shasa dari belakang untuk kembali kemeja kerjanya,setelah duduk kembali ia memutar kursinya mendekat kearah Zia kemudian berbisik tepat didekat telinga gadis itu.


"Itu first kiss lo ya?"bisik Rion dengan suara sedikit serak membuat Zia mendadak merinding dan spontan menggeser kursinya menjauh dari Rion.


"Bener pastikan?"tanya Rion dengan menaik turunkan alisnya menggoda Shasa.


"Lo bisa diem gak!"ujar Shasa ketus,gadis itu sepertinya sudah masuk mode galak bercampur dengan salting menjadi satu.

__ADS_1


"Hahaha...pipi lo merah Sha"ujar Rion tertawa melihat pipi Shasa yang memerah.


"Udah fiks bener ini mah,first kiss lo gue yang ambil"lanjut cowok itu,entah sadar atau enggak kalau Shasa udah pengen hilang dari bumi karena malu.


*Mama bibir Shasa udah gak perawan lagi*ujar Shasa dalam hatinya,matanya sudah mulai memanas menahan air mata yang mendesak hendak keluar.


Rion berhenti tertawa saat tak dapat respon apapun lagi dari Shasa,matanya terbelalak saat melihat mata gadis itu mulai memerah seperti orang yang menahan tangis.


"Sha lo lagi gak mau nangiskan?"tanya was was.


"Hiks...hiks...hiks...HUA...MOMY..."benar saja tangis Shasa langsung pecah setelah mendengar pertanyaan Rion itu.


Dan sudah dipastikan Rion mulai ketar ketir mendengar tangisan gadis itu,tanpa tunggu lama lagi cowok itu langsung menggeser kursinya mendekat ke Shasa dan langsung memeluk gadis itu.


Hiks...hiks...hik....


"Jangan nangis Sha,gue tadi cuma bacandain lo aja sumpah"ujar Rion ke Shasa.


"Hiks...be-becan-da a-apaan kayak gitu hiks...hik..."saut Shasa berbicara terbata bata karena tangisannya yang belum bisa berhenti.


"kalau gitu gue minta maaf"ucap Rion dengan tulus,ia masih setia memeluk Shasa yang masih sedikit menangis sambil mengusap ngusap pucuk kepala gadis itu dengan lembut supaya Shasa tenang dan bisa berhenti nangis.


"Pe-penasaran a-apa?"tanya Shasa mendongak menatap polos kearah Rion.


"Gue penasaran mana yang lebih manis permen tadi atau bibir lo?"ujar Rion dengan watadosnya.


"HUA...MOMY...RIRI...hiks...hiks..."tangis Shasa yang tadinya sudah mulai berhenti sekarang semakin menjadi,bukan hanya itu gadis itu bahkan memanggil momynya dan Ariel.


"Anjir!kok lo malah tambah nangis sih Sha?"ujar Rion langsung kembali memeluk erat gadis itu.


"Kok gu-gue dip-pang-gil anjir sih?hiks..."ujar Shasa masih sempat sempatnya protes saat Rion mengumpatinya.


"Maaf refleks itu,habisnya lo nangis lagi sih" jawab Rion.


"Gu-gue aduin ke Riri lo na-nanti"ancam Shasa membuat Rion panik.

__ADS_1


"Yah jangan aduin dong,bisa jadi kambing guling gue nanti.kalau lo masih tau,bukan cuma gue yang kena tapi lo juga.Jadi jangan ngadu ya"lanjut Rion membujuk Shasa untuk tidak mengadu ke Ariel.


"Lagian lo kok ngaduan banget sih sama si Riri,seumuran juga"ujar Rion ke Shasa.


Shasa melonggarkan pelukan Rion padanya kemudian menatap cowok yang membuatnya menangis itu dengan wajah sembab.


"Mana ada hiks gue seumuran sama Riri,hiks Riri itu satu tahun hiks lebih tua dari hiks gue"ujar Shasa kepada Rion.


"Hah masa?bukannya sepantaran ya,sama sama 18 tahun?beda beberapa bulan doang"tanya Rion yang baru tau tentang fakta itu.


Shasa menggelengkan kepalanya


"Umur gue hiks baru masuk 17 tahun hiks dua minggu sebelum hiks kita pindah hiks ke indo" jawab Shasa.


"Kalau hiks yang beda beberapa hiks bulan itu Rere-Riri sama Kay"lanjut Shasa menjelaskan kepada Rion dengan sedikit tersendat sendat.


*Aduh pantesan ini cewek cengeng kayak bocah,ternyata yang paling muda diantara sahabat sama teman sepergaulannya dong*pikir Rion.


*Mana Shasa sama gue berarti beda dua tahun,artinya gue baru aja merawanin bibir cewek yang belum punya ktp dong kalau diIndo*lanjutnya meringis dalam hati.


"Maafin gue ya Sha,gue usahain bakal gak jail kayak tadi deh suer"ujar Rion.


"Gue gak percaya sama lo,kemarin pas diatap juga janjinya gitu"ujar Shasa.


"Kali ini bener deh suer,nih ayo janji kelingking kalau gak percaya"ujar Rion menjulurkan jari kelingkingnya.


Shasa menatap jari kelingking Rion itu beberapa saat


"Oke gue maafin,tapi ada syaratnya"ujar gadis itu mengaitkan jari kelingkingnya kejari kelingking Rion.


"Apa syaratnya?"tanya Rion.


"Ganti permen gue yang tadi udah lo makan"ujar Shasa membuat Rion membatin seketika.


*Fiks ini cewek emang masih bocah,gue kira mau minta gue tanggung jawab karena udah gak sengaja ambil first kiss dia.Lah ternyata minta ganti rugi permen dia yang tadi gue makan, padahal cuman sebiji doang*dalam batin Rion.

__ADS_1


"Iya nanti gue ganti,satu plastik gue beliin sama lo"ujar Rion kepada Shasa.


"Nah gitu dong"ujar Shasa langsung tersenyum senang seperti bocah yang baru diiming imingi hadiah oleh orang tuanya.


__ADS_2