
Ariel mematikan hp miliknya dan menyimpan di atas nakas setelah selesai chatingan dengan Rion dan Leo,kemudian ia beranjak dari atas tempat tidurnya menuju ke arah meja belajar kemudian membuka laptop miliknya.Jari jari Ariel terlihat sangat cepat dan terbiasa mengoperasikan komputer didepannya begitu juga matanya yang tak kalah fokus pada layar monitor dihadapannya, hanya beberapa saat kemudian gadis itu mulai tenggelam dalam membaca dan mengerjakan semua laporan perusahaan yang papanya kirim melalui email untuk dia selesaikan secepat mungkin.
Mari kita tinggalkan Ariel yang fokus pada pekerjaannya sekarang kita beralih pada Aurel yang baru saja selesai berbincang dengan mamanya melalui panggilan seluler,padahal sekarang sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam sedangkan ia dan sang mama sudah mulai berbincang tadi sekitar pukul setengah enam kira kira.Gilakan? Aurel dan Hera sang mama berbincang bincang hampir tiga jam lebih dan topik pembicaraan mereka hanya berputar tentang mode serta fassion terbaru saat ini,bahkan sebenarnya keduanya masih ingin lebih lama lagi melanjutkan pembicaraan mereka.Tapi apa boleh buat karena papanya Aurel yaitu tuan Wyle barusan pulang kemudian meminta sang istri untuk pergi menemaninya pergi ke pesta yang diadakan oleh salah satu koleganya,jadilah akhirnya dengan sedikit terpaksa mama dan anak itu harus mengakhiri pembicaraan jarak jauh mereka itu.
Aurel melihat jam yang sudah hampir pukul sembilan malam itu sedikit terkejut karena menurutnya baru sebentar ia dan sang mama berbincang,ia mendengar pelan perutnya yang berbunyi akibat lapar.Gadis itu baru ingat kalau ia belum makan malam sama sekali,mana sudah pukul sembilan malam ia sudah sangat terlambat makan malam.
Dengan langkah semangat Aurel langsung beranjak dari tempat tidurnya kemudian pergi meninggalkan kamarnya untuk menuju ke lantai bawah tepatnya dapur,sesampai di dapur gadis itu langsung melihat kearah meja yang kosong tidak ada satupun makanan disana.
*Ini yang lain gak ada yang masak atau gimana ya?*tanya Aurel dalam pikirannya sambil memandang meja yang kosong didepannya.
Setelah diam berfikir beberapa saat akhirnya sesuatu terlintas dipikiran Aurel,ia langsung bergerak memeriksa ke lemari khusus yang biasanya digunakan untuk menyimpan makanan di dapur dan benar saja disana terdapat sepiring Spaghetti dan juga satu mangkok kecil berisi saus spaghetti nya.
*Pasti yang lain sisain ini buat gue,baguslah kalau gitu meskipun udah dingin karena gue kelamaan*pikir Aurel melihat spaghetti yang sudah dingin didalam piring di tangannya.
Aurel tak kehabisan akal dengan cepat ia memasukkan piring yang berisi spaghetti beserta dengan saosnya sekalian kedalam
Microwefe hanya sebentar tak perlu lama lama hanya untuk sekedar menghangatkan spaghetti itu saja dan jangan lupa piring yang digunakan sebagai wadah tempat makanan itu adalah berbahan anti panas jadi aman.
Setelah selesai kegiatan memanaskan makanannya itu,Aurel langsung mengambil posisi duduk di kursi dekat meja dapur kemudian mulai menyantap makan malamnya dengan hikmat sendirian di dapur.
Tak sampai lima belas menit Aurel sudah selesai menghabiskan makan malamnya setelah itu langsung mencuci semua bekas makannya sampai bersih agar besok tidak ada piring kotor yang menumpuk di wastafel,
__ADS_1
Kemudian setelah selesai baru ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja untuk tidur.
Aurel menaiki tangga sampai kelantai atas dimana lantai tempat kamarnya dan juga kamar kembaran serta dua sahabatnya berada,Aurel sebenarnya niat awalnya hendak ke kamarnya namun niat itu beralih setelah ia tepat berada didepan kamar Ariel.Dengan tanpa ragu ragu gadis itu mengetuk kamar kembarannya itu untuk meminta izin masuk pada si pemilik kamar yang ada didalam.
"Siapa?"tanya pemilik kamar yang tak lain adalah Ariel.
"Rere"jawab Aurel dari luar.
Beberapa saat kemudian
"Masuk aja gak dikunci"suruh Ariel dari dalam kamar memberi izin untuk masuk.
Setelah mendapat Izin dari sang kembaran barulah Aurel memutar knop pintu kemudian masuk kedalam kamar Ariel.
"Main game"jawab Ariel menatap kearah Aurel,gadis itu duduk di kursi dan tepat didepannya di atas meja belajar terdapat laptop miliknya yang menyala menampilkan sebuah game disana serta sang pemilik sendiri sedang memakai earphone yang menyumpal kedua telinganya dan Aurel pun dapat melihatnya sendiri.
"oh kirain tadi kamu udah tidur ternyata lagi main game"ujar Aurel berjalan mendekat ke tempat kembarannya.
"Ini game apa?game baru ya kok aku belum pernah liat?"komen Aurel setelah melihat game yang dimainkan Ariel,gadis itu berdiri tepat di samping Ariel yang sedang bermain game.
"Game udah lama,mungkin kamu aja baru liat"ujar Ariel.
__ADS_1
"Oh ya,aku kirain game baru soalnya baru kali ini aku liat"ucap Aurel pada Ariel,kalau dipikir pikir sih wajar saja ia baru liat karena ia bukan tipe cewek yang suka main game seperti Ariel atau apalagi Kayla yang memang hampir bisa dibilang maniac game.
"Kamu sendiri ada apa disini?"tanya Ariel mempertanyakan akan kehadiran kakak sekaligus saudari kembarnya itu di kamarnya.
"Tadinya sih mau liat Riri udah tidur atau belum sekalian nginep disini"jawab Aurel pada Ariel,Ariel yang mendengar jawaban Aurel mengangguk mengerti.
"Yau dah Rere kalau udah ngantuk tidur duluan aja,gamenya belum selesai soalnya"ujar Ariel mengatakan tidak masalah kalau Aurel untuk tidur dulu.
"Oke,Riri jangan lama lama main gamenya nanti matanya malah sakit trus kurang tidur juga"pesan Aurel yang beranjak menuju ketempat tidur Ariel.
"Iya,lagian ini juga karena besok kita masih libur kok soalnya kemarin kan kita ambil izinnya empat hari "saut Ariel pada Aurel.
"Yau dah kalau gitu aku tidur duluan ya,selamat malam Ri"ucap Aurel pamit tidur duluan,gadis itu sudah berbaring disalah satu sisi tempat tidur milik Ariel bersiap untuk tidur.
Ariel memandangi saudari kembarnya itu sebentar kemudian berbalik badan kembali menghadap kearah laptop miliknya lalu dengan diam diam ia mengusap dadanya pelan sambil menghela nafas lega.
*Untung gak ketahuan*batinnya
Tadi sebenarnya beberapa saat kedatangan Aurel ke kamarnya,Ariel sendiri sedang sibuk mengerjakan berbagai berkas perusahaan yang dikirim papanya padanya sampai suara pintu kamar diketuk terdengar di telinganya.
Ia pun langsung bertanya siapa dan ternyata itu Aurel kembarannya dan dengan secepat kilat ia langsung mengalihkan semua pekerjaan perusahaan itu kemudian mengubahnya ke game serta tak lupa juga ia memakai earphone di kedua telinganya barulah ia mengizinkan Aurel masuk.
__ADS_1
Dan untungnya kembarannya itu tidak curiga sama sekali,kalau enggak bisa panjang urusannya kalau sampai Aurel tau kalau ia sedang mengerjakan berkas perusahaan papanya.