
"Tergantung mas dan mbaknya aja mau cari model cincin kayak gimana,buat cincin nikah kan?"lanjut pegawai itu.
"Bukan mbak!"jawab Miko dan Aurel serentak dan juga kaget setelah mendengar perkataan mbak mbak itu,keduanya saling melihat satu sama lain kemudian langsung beralih menatap mbaknya.
"Maaf mas mbak saya kira buat jadi cincin nikah,ternyata bukan"ucap mbak pegawai
"Iya mbak gak papa,lagi pula saya sama temen saya masih SMA gak mungkin mbak"ujar Miko
"Iya mas,lagi pula mas sama temennya kelihatan cocok sekali jadi pasangan muda,makanya saya mikirnya gitu"ujar pegawai itu.
"Udah mbak gak usah dibahas lagi,saya sama temen saya mau cari cincin buat hadiah ulang tahun kembaran perempuannya"ujar Aurel mengubah topik menjadi ke tujuan awal.
"Oh iya mbak,sebentar saya akan perlihatkan beberapa rekomendasi di store kami ini"saut pegawai.
Setelah itu pegawai store perhiasan itu mengeluarkan beberapa produk cincinnya di atas etalase kaca dihadapan Aurel dan Miko.
"Ini mas mbak,silahkan dilihat lihat dulu"pinta pegawai itu pada keduanya,Aurel dan Miko pun mulai melihat lihat beberapa model cincin dihadapan mereka,bukan hanya itu mereka juga melihat lihat kedalam etalase kaca.
Disisi lain Ariel sedang menggeram kesal setelah membaca dan melihat foto yang dikirimkan oleh salah satu anak buahnya yang tertera dilayar ponsel pintarnya.
"Woi! Ri,kenapa keliatan kesel gitu?"tanya Shasa menghampiri lalu duduk disebelah sahabatnya itu,saat ini keduanya sedang melihat Rion dan Leo latihan bertarung bersama para anak buah mereka di markas.
Tapi entah kenapa dari tadi Shasa memperhatikan sahabatnya yang jelmaan papan triplek dan kutub selatan ini dari tadi kelihatan kesal sambil terus melihat kearah layar ponsel ditangan,jadilah Shasa memilih menghampiri sahabatnya itu.
Tak mendapat respon dari Ariel,Shasa pun memilih mendekatkan kepalanya untuk melihat isi layar ponsel yang dipegang Ariel sampai sampai wajah sahabatnya itu terlibat tak bersahabat.Setelah mengetahui apa yang tertera disana,Shasa langsung mengangguk mengerti penyebabnya.
"Wih bukannya itu foto Rere ya,trus yang cowok pasti Miko tuh"ujarnya pada Ariel.
"Tapi mereka berdua lagi dimana tuh?"lanjut Shasa.
"Store perhiasan"jawab Ariel datar.
"Ngapain mereka disana?ah gue tau nih pasti Miko lagi beli cincin buat nembak Rere nih pasti"
"Jangan ngada ngada lo"ujar Ariel menatap tajam Shasa.
"Ah iya pasti bukan buat nembak,tapi buat ngelamar"
__ADS_1
"SHASA!"teriak Ariel dengan kerasnya sampai sampai Rion dan Leo yang tak jauh dari tempat mereka menghentikan kegiatan latihan mereka mendengar teriakan Ariel itu dan tatapan matanya semakin tajam,Shasa yang melihat itu langsung merasakan sinyal bahaya.
Sesegera mungkin Shasa membalikkan badannya hendak melarikan diri dari sahabatnya itu,namun baru saja ia berbalik dan hendak melangkah tapi kerah bajunya langsung ditarik oleh Ariel dari belakang.
"Mau kemana lo?"tanya Ariel dengan nada yang mengerikan,ia langsung menghimpit leher Shasa dengan tangan kanannya.
"Ri lepasin gue dong,tadi gue cuma bercanda doang"mohon Shasa pada Ariel.
"Tapi becanda lo gak lucu"saut Ariel.
"Ada apa nih,kok Riel tadi sampai teriak segala?"tanya Leo datang menghampiri kedua gadis itu bersama yang mengikutinya dari belakang.
"Ya ampun Ariel! itu sahabat lo nanti gak mati gak bisa nafas karena lo himpit itu lehernya"ujar Rion melihat Shasa yang sedang berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari Ariel.
"Gak bakal,ini orang nyawanya banyak"jawab Ariel dengan entengnya.
"Emang gue kucing apa,punya tujuh nyawa"ujar Shasa masih sempat sempatnya mengomentari ucapan Ariel.
"Aduh,Shasa lepasin dong"lanjutnya memohon.
"Riel lepasin itu sahabat kamu"pinta Leo pada Ariel dengan lembut.
"Ya ampun Ri,minta maaf"ujar Shasa
"Liat Shasa udah minta maaf tuh,ayo lepasin"ujar Rion membantu membujuk Ariel,ia ngeri melihat tangan Ariel yang masih menghimpit leher Shasa.
"Ogah"tolak Ariel tak peduli.
"Riel"ujar Leo lagi
"Iya iya"saut Ariel melepaskan Shasa
"Hah hah hah,un..tung leher gue masih aman"ucap Shasa meraba raba lehernya sendiri dengan nafas sedikit tersengal sengal.
"Lo ngapain sih,kok leher lo sampai dihimpit Ariel gitu?"tanya Rion pada Shasa.
"Kesel dia liat foto yang dikirim sama suruhannya,trus gue godain"jawab Shasa.
__ADS_1
"Emang foto apaan?"tanya Leo
"Foto kembarannya lagi jalan sama Miko temen lo berdua"jawab Shasa.
"Hah si Miko jalan sama Aurel,sejak kapan mereka akrab sampai bisa jalan berdua gitu?"tanya Rion heran.
"Gak tau"jawab Shasa sambil menaikkan bahunya.
Ting...suara dari notifikasi pesan dari hp Ariel terdengar,membuat mereka fokus kesitu.
Raut wajah Ariel yang tadi sudah sempat kembali normal berubah masam kembali,
ia menyerahkan ponselnya itu pada Shasa kemudian duduk di kursi.
"Gila timezone dong"komen Rion ikut melihat foto yang baru dikirim bawahannya Ariel itu.
"Sst,jangan banyak komen lo nanti senasib kayak gue tadi"ujar Shasa menghentikan Rion yang hendak berbicara lagi,Rion mengangguk mengerti.
"Muka kamu kenapa Riel,masam kayak gitu?.
Kamu tenang aja itu mereka pasti cuma jalan jalan biasa aja itu"ujar Leo pada Ariel.
"Bener tuh yang dibilang Leo Ri,lagian gue cukup tau kok siapa Miko.Dia gak bakal macam macam kalaupun emang seandainya ada niatan buat deketin Aurel.AWW!SAKIT!"Teriak Rion kesakitan setelah Shasa menginjak kakinya dengan sengaja mana kuat lagi.
"Lo apa apaan sih?!"tanya Rion pada Shasa.
"APA?!,gue udah bilang jangan ngomong aneh aneh"ujar Shasa pada Rion.
"Tapi jangan nginjak kaki gue juga dong,Sakit woi!"ucap Rion.
"Emang gue pikirin?,emang gue peduli?gak ya sorry"balas Shasa dengan nada ngeledek.
"Wah ngajak ribut ni anak"ujar Rion hendak bergerak ingin menangkap Shasa tapi dihentikan oleh ucapan Leo.
"Woi lo berdua jangan ribut dulu,ini Riel masih belum selesai marahnya kalian jangan nambah nambahin deh.Ntar dia emosi"omel Leo sambil melihat kearah dua orang itu.
"Iya sorry"ujar keduanya hampir bersamaan sambil sedikit menundukkan kepala mereka,keduanya memutuskan untuk duduk saja di kursi disana dan diam tak mengeluarkan suara lagi takut kalau Ariel emosi kembali dan Leo ikut ikutan marah.
__ADS_1
"Gitu kek dari tadi"ujar Leo pada keduanya,setelah melihat Rion dan Shasa diam serta berhenti berdebat.
Kemudian ia beralih kembali melihat kearah Ariel yang hanya diam dengan muka datar,masam menjadi satu.