
kring...kring....kring....bunyi bel istirahat akhirnya berbunyi waktunya untuk istirahat.
"Udah bel nih,Re ke kantin yuk"ajak Mia menghampiri Aurel bersama Shasa dibelakangnya.
"Oh oke"ucap Aurel menyetujui ajakan Mia,ia menyimpan buku novel bacaannya di tas.
"Ajak Kayla juga Mi,gue mau bangunin Riri dulu"pinta Aurel pada Mia.
"Siap"ucap Mia lalu menarik lengan Shasa pergi menuju ke area pojok belakang kelas tempat Kayla yang mabar game bareng murid murid cowok.
Aurel melepas earphone Ariel perlahan
"Ri bangun yuk,kita ke kantin sama yang lain"ucap Aurel sedikit menggerakkan bahu Ariel.
Ekh...lenguh Ariel yang merasa tidurnya terganggu,tak butuh waktu lama ia mengangkat kepalanya.
"Kakak ada apa?"tanya Ariel pelan,suaranya sedikit serak akibat baru bangun tidur.Ia mengerjap kan matanya beberapa kali berusaha untuk mengumpulkan semua kesadarannya.
"Udah jam istirahat,kita ke kantin sama yang lain"jawab Aurel sambil merapikan anak rambut Ariel yang sedikit berantakan menutupi muka pemiliknya.
Ariel mengangguk mengerti,tak lama Mia beserta Shasa dan Kayla datang menghampiri keduanya.
"Yau dah yuk langsung ke kantin aja"ajak Mia.
Setelah itu kelima gadis itu keluar dari ruangan kelas dan langsung menuju kantin.
~Di kantin ~
Sesampai di kantin seperti biasanya Aurel dkk memutuskan untuk duduk dimeja yang sama dengan Miko dkk,karena sesaat mereka memasuki kantin mereka langsung diajak untuk duduk di satu meja yang sama dan Aurel dkk menyetujuinya lagi pula sudah tidak ada tempat yang kosong yang cukup untuk mereka berlima tempati di tempat lain.
Tapi sebelum itu mereka sudah terlebih dahulu memesan makanan dan juga minuman untuk mereka sebelum duduk.
"Hai guys,gimana kabar kalian hari ini?"sapa Miko pada Aurel dkk yang baru datang.
"Kabar kita baik kok"jawab Shasa ramah.
__ADS_1
Tak lama berselang penjaga kantin datang mengantarkan makanan dan minuman pesanan Aurel dkk.
"Permisi ini pesanannya,silahkan"ucap ibu ibu penjaga kantin,lalu meletakkan semua pesanan mereka di atas meja kantin.
"Makasih buk"Aurel mengucapkan terima kasih pada ibu ibu penjaga kantin tadi.
Setelah menerima makanan mereka,mereka langsung mulai menyantap makanan mereka masing masing.
Ariel memakan bakso yang ia pesan dengan perlahan,saat ia memasukkan kuah bakso itu ke mulutnya keningnya sedikit mengkerut. Ariel melihat disekitar meja mencari sesuatu dan itu disadari oleh Leo yang ada disampingnya,
"Cari apa?"tanya Leo pelan.
"Kecap manis"jawab Ariel seadanya.
mendengar itu,Leo langsung mengedarkan pandangannya hingga ia menemukan keberadaan botol kecap yang ada didepan Ryan dan tanpa pikir panjang ia meraihnya
"Nih"ucap Leo menyerahkan botol kecap itu ke Ariel.
"Tanks"Ariel mengucapkan terima kasih,kemudian langsung menuangkan kecap itu ke dalam mangkoknya.
Mia yang sedang asyik makan tidak sengaja melihat kegiatan Ariel yang menambahkan cukup banyak kecap kedalam mangkoknya.
"Emang kenapa?"tanya Ariel heran apa yang salah dengan apa yang ia lakukan.
"itu kuah bakso lo gak kemanisan entar lo kasih kecap manisnya banyak amat?"tanya Mia lagi.
sedangkan teman teman mereka yang lain ikut mengalihkan pandangan mereka melihat mangkok milik Ariel setelah mendengar perkataan Mia.
"Ariel itu kuah bakso lo berubah jadi kek air kecap sih gelap amat warnanya"ucap Aditya ikutan kaget melihat wujud kuah bakso di mangkok Ariel sudah menghitam karena ditambah terlalu banyak kecap manis kedalamnya.
"Oh,kuahnya terlalu pedas"jawab Ariel,dengan santai ia menyendok kuah bakso itu ke mulutnya.
"Lah makan bakso memang harus pedes tau kalau enggak mah kurang nikmat tau"ucap Ryan.
"Riri itu gak bisa makan pedes"ucap Aurel akhirnya membuka suara,memang benar apa yang ia katakan kalau kembarannya itu memang tidak bisa makan makanan yang pedas dan selain itu pencernaan Ariel juga bisa mudah bermasalah kalau sampai Ariel makan makanan yang pedas.
__ADS_1
"Seriusan lo gak bisa makan makan yang pedas Ri?"tanya Rion pada Ariel.
"hmm"jawab Ariel hanya dengan deheman.
"Kasian,muka datar plus dingin tapi gak kuat makan pedes dasar anak kecil"ucap Leo sedikit tertawa menggoda Ariel.
Ariel yang tak terima dikatai anak kecil pun langsung mengarahkan garpu yang ada ditangannya kearah Leo seperti ingin menghabisi cowok yang ada disampingnya itu.
"eits,santai gue cuman becanda Riel"ucap Leo sesegera mungkin,bahaya juga diliat liat tuh garpu kena muka dia.
"Riri"panggil Aurel menghentikan saudarinya itu,Ariel mendengus kesal lalu menurunkan garpu yang ada ditangannya.
"Elah kalian berdua malah berantem,btw tadi pagi kok bisa berangkat bareng?"tanya Miko berniat menggoda Ariel dan Leo.
"Siapa emang yang berangkat bareng?"tanya Kayla penasaran.
"Siapa lagi kalau gak ni dua orang,Leo sama Ariel"jawab Miko
"HAH!"semua yang ada dimeja itu kaget -Miko,Ariel,Leo dan tentu saja Rion yang jelas tau sedari awal.
"Seriusan Ri?"tanya Aurel memastikan.
"Terpaksa"jawab Ariel singkat.
"Jadi gini guys,gue sama Riel itu gak ada rencana berangkat bareng.Tadi pagi itu waktu gue berangkat ke sekolah mobil gue mogok ditengah jalan,trus pas tuh gue liat yang mobil lewat kayak gue kenal jadi gue hadang eh ternyata mobilnya Riel dan akhirnya setelah berusaha sebaik mungkin bujuk ni anak gue berhasil dapat tumpangan dari Riel,gitu ceritanya"ucap Leo menjelaskan sebaik mungkin,tentu saja ia berbohong untuk itu kecuali bagian dimana ia membujuk Ariel sekuat tenaga dan sepertinya teman teman mereka percaya.
"Gitu ceritanya"ucap Shasa percaya.
"lagian ya ini itu gara Rion tau"ucap Leo.
"Lah kok gara gara gue ?!"tanya Rion tidak terima.
"tadi waktu mobil gue mogok,gue awalnya liat lo duluan nak motor,gue panggil panggil lo malah gak berhenti jadilah gue akhirnya nebeng sama Riel"ucap Leo.Ia mengingat kejadian tadi pagi di markas,pada awalnya ia meminta tebengan dari Rion karena ia tidak membawa satupun kendaraan tapi Rion malah menyuruhnya meminta tumpangan dari Ariel.
"Ya gue mana denger"ucap Rion,ia mengedipkan matanya pada Leo dan Ariel saat tidak ada yang menyadarinya.
__ADS_1
Ariel memasang muka datar melihat itu sedangkan Leo memutar matanya malas serta berekspresi jijik karena kedipan yang Rion berikan.
Mereka semua melanjutkan kegiatan makan mereka sambil mengobrol satu sama lain,sesekali mereka tertawa dengan lelucon yang Ryan berikan tak lupa si kembar tak identik Mia dan Miko yang berdebat hanya dengan hal hal kecil.