The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 43


__ADS_3

"Hm,oh iya obat Kayla ada di atas nakas"ujar Ariel menyauti kembarannya itu.


"Oke nanti,biar aku yang kasih ke Kay"ucap Aurel.


"Makan siang ada di atas meja,aku beli tadi"ujar Ariel lagi.


"Benarkah?bagus kalau gitu,berarti aku nanti gak perlu masak lagi.Tapi tadi aku kakak kira tadinya bakal pulang agak lama soalnya ada urusan lain,ternyata cepet"ujar Aurel pada kembarannya.


"Gak jadi urusannya,langsung pulang selesai beli obat Kay"jawab Ariel.


"Kok gak jadi?"tanya Aurel


"Gak jadi aja"jawab Ariel sekenanya.


"Yau dah sana,kamu ke kamarmu aja.Istirahat atau apa kek"suruh Aurel pada Ariel.


"Oke"jawab Ariel singkat,langsung pergi dari sana menuju ke kamarnya.


Aurel memandangi punggung saudarinya itu dengan pandangan teduh,entah perasaannya saja tapi kembarannya itu terlihat memiliki banyak pikiran.Hal ini terlihat dari raut wajah yang terlihat kelelahan dan juga dari sorot matanya yang terlihat kosong saat berbicara dengannya tadi,meskipun lawan bicaranya adalah dia tapi pikiran kembarannya terlihat sedang tidak disini.


Huh..Aurel menghela nafasnya berat,meski begitu terlihat sangat sulit bagi kembarannya itu untuk bercerita dan terbuka dengannya.


Ariel terus saja menyimpan semua masalahnya sendiri.


Aurel memilih untuk tidak memikirkan itu untuk saat ini,ia memilih memasuki kamar Kayla.Didalam kamar gadis itu segera mencari obat yang dimaksud kembarannya tadi dan ia dengan mudah langsung menemukan obat itu karena terlihat jelas di atas nakas samping tempat tidur Kayla.


"Banyak banget obatnya"gumam Aurel melihat isi kantong kresek berisi obat itu.


Ia segera memisahkan obat untuk demam Kayla sedangkan sisanya ia letakkan di paling pojok nakas untuk sementara waktu,setelah itu Aurel baru menyadari sesuatu.Ia baru ingat kalau tadi ia menitipkan untuk menjaga Kayla pada Shasa,Aurel langsung berbalik dan melihat kearah sofa dan ternyata ia menemukan Shasa yang tertidur disana,posisinya tidak jauh berbeda dengan apa yang dilihat Ariel tadi.


Aurel menggeleng melihat posisi tidur sahabatnya itu,dengan segera ia menghampiri Shasa.


"Sha..Sha...Shasa,Ayo bangun"ujar Aurel membangunkan Shasa dengan cara menggoyang goyangkan tubuh gadis itu pelan,agar cepat terbangun.

__ADS_1


"Eh Rere,Ada apa?"tanya Shasa masih setengah sadar,gadis itu mengucek ngucek matanya sendiri.


"Bangun"ujar Aurel.


"Loh kok Shasa disini sih?"tanya Shasa sedikit linglung.


"Kamu ada dikamar Kayla Sha,masa kamu lupa"jawab Aurel pada Shasa.


"Ya ampun Shasa lupa!!"ujar Shasa berseru cukup keras sambil menepuk keningnya sendiri.


"Shasa jangan keras keras ngomongnya,nanti istirahat Kay terganggu"ucap Aurel memperingati Shasa.


"Maaf Rere"ujar Shasa.


Lagi lagi Aurel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Shasa,bagaimana gadis itu bisa lupa dimana ia tertidur.


"Shasa sebaiknya kamu ke kamar saja sana,lanjut tidur lagi.Nanti pas makan siang baru turun kebawah"suruh Aurel pada Shasa.


"Iya Re"saut Shasa


gang ponselnya kemudian keluar dari kamar Kayla.


Disisi lain Ariel sedang duduk termenung di kursi meja belajarnya,ia memikirkan tentang kejadian tadi dijalan yang membuatnya membatalkan pertemuannya dengan Rion dan Leo.


~flaskback~


Ariel mengemudikan mobil miliknya dengan kecepatan sedang menelusuri jalan raya,awal-


nya semua tampak biasa biasa saja tapi itu tak berlangsung lama setelah gadis itu sadar kalau sepertinya ada yang mengikutinya.


Hal itu terlihat jelas dari kaca spionnya,awal nya ia melihat kearah kaca spion karena ingin berbelok tapi matanya langsung terfokus pada sebuah mobil jip hitam yang terus berada dibelakangnya dari tadi.


Untuk memastikan apakah dugaannya benar,

__ADS_1


Ariel sedikit melajukan kecepatannya dan ternyata mobil itu juga ikut menambah kecepatan lalu saat ia melambat mobil itu juga ikut melambat.Bahkan saat ia berhenti di Apotek untuk membeli obat mobil itu juga berhenti tak jauh dari mobilnya,tak salah lagi kalau ia memang sedang diikuti oleh seseorang.


Ariel memasuki Apotek dan langsung memesan obat yang ingin dia beli dan sembari menunggu,ia sedikit menjauh dari meja kasir kemudian segera mengambil hp disaku jaket miliknya untuk segera menghubungi Rion.


"Tut..tut..Halo"sapa Rion menjawab panggilan telepon dari seberang sana.


"Pertemuan batal"ujar Ariel langsung pada intinya.


"Lah kenapa?gue sama Leo udah mau sampai ini"ucap Rion bertanya.


"Gue diikutin dan nanti gue jelasin"jawab Ariel langsung menutup panggilan itu,ia tidak mau terlalu lama karena jangan sampai orang yang sedang mengikutinya sadar kalau dia sudah tahu sedang diikuti.


"Permisi dek,ini obat yang adek minta"ujar apoteker memanggilnya.


"Berapa semua pak?"tanya Ariel pada apoteker.


"Totalnya semuanya Rp400.000 dek"jawab Apoteker memberi tahu total harga obat yang dia beli.


"Ini"ujar Ariel langsung menyerahkan black car miliknya pada Apoteker,Apoteker itu sedikit kaget dengan black car yang disodorkan pelanggannya itu padanya dan dengan segera ia tersadar lalu langsung menerima black car itu untuk menyelesaikan pembayaran kemudian segera mengembalikan kembali kartu berharga itu kembali pada pemiliknya.


Setelah selesai,Ariel segera meraih kantong kresek berisi obat obatan yang ia beli di atas meja kasir kemudian langsung menuju ke arah mobilnya yang terparkir diluar Apotek,


Ariel memasang sabuk keamanannya kemudian segera menjalankan mobilnya kembali ke rumah.Dan ternyata mobil yang mengikutinya itu juga masih terus mengikutinya sampai akhirnya mobilnya memasuki gerbang kediamannya.


~flaskback off~


Huf Ariel menghela nafasnya,posisinya saat ini semakin berbahaya.Mengingat kejadian tadi,ia yakin kalau tuan Frank sudah berhasil mendeteksi keberadaan dan tujuannya untuk datang ke indonesia.


Dan lagi juga orang itu pasti akan semakin berhati hati untuk keluar dari tempat persembunyiannya karena takut Ariel akan menemukannya serta bisa jadi tuan Frank saat ini sedang merencanakan sesuatu untuk menghentikan langkahnya,salah satu contohnya adalah kamera tersembunyi yang ia temukan,pengintai yang menyamar sebagai salah satu pekerja di rumah dan paket berisi teror kemarin serta mobilnya yang diikuti tadi.


Ariel menyenderkan punggungnya di senderan kursi tempatnya duduk saat ini sambil memejamkan matanya beberapa saat untuk menenangkan pikirannya sejenak,


Setelah itu ia membuka matanya lagi dan kini pandangannya beralih pada laci meja belajarnya,Ariel menarik laci itu dan tangannya segera meraih sesuatu didalam sana yaitu selembar foto berukuran tidak terlalu besar dari bagian paling bawah laci meja itu.

__ADS_1


Foto ditangannya itu ia ambil saat ia masih berumur sekitar sepuluh atau sebelas tahunan,di samping Ariel kecil difoto itu berdiri seseorang dengan pakaian yang sangat tertutup.


"Riri sedang merindukannya?"


__ADS_2