
*Wah ini om om kayaknya layak dimutilasi nih*pikir Leo sambil menatap tajam kearah itu om om.
*Bisa bisanya gue digodain om om,emang dikira gue Kayla apa?yang demen sama om om*dumel Ariel dalam hatinya.
"Eh om!,jangan berani berani ya lo godain cewek gue.Gua hajar lo mampus entar"ujar Leo kesal.
"Anak ingusan,siapa kamu berani larang larang saya HAH?!!"ujar om om dengan nada meremehkan.
"Bukan siapa siapa?tapi gue cuma bisa bikin hidup lo gak tenang!Buk..."ujar Leo langsung menonjok muka orang itu dengan keras dan belum cukup sampai disitu Leo juga menendang tulang kering om om itu sehingga orang itu mengaduh kesakitan dilantai bar.
"Aakhh...SIALAN!"umpat orang itu sambil berteriak kesakitan.
Para pengunjung bar yang ada disekitar tempat itu beberapa memperhatikan keributan kecil yang ditimbulkan oleh Leo dan om om yang berusaha menggoda Ariel tadi,
Ariel yang berada dibelakang punggung Leo tampak sangat menahan diri agar tidak emosi,karena jangan sampe emosinya lepas itu bisa mengacaukan semuanya.
"Misi..misi...tolong kasih jalan...Anak muda mau lewat"suara seseorang dari belakang kerumunan yang mengelilingi dekat meja tempat Leo dan Ariel,Para pengunjung langsung memberi orang itu jalan menuju ketengah tengah.
"Kalian bawa ini orang pergi dari sini!"suruh orang itu pada beberapa orang yang ia bawa datang bersamanya.
"Siap bos"jawab orang bawaannya itu.
"Buat yang lain harap bubar dan kembali kegiatan kalian masing masing,soalnya ini bukan tontonan.Selamat menikmati malam kalian"ujar orang itu kepada para pengunjung.
Setelah kerumunan pengunjung itu sudah tidak ada dan semuanya kembali pada dunia mereka masing masing,orang itu berbalik kearah Leo dan Ariel.
"Lo berdua gak papakan?"tanya Orang itu pada Leo dan Ariel.
"Gak"jawab keduanya singkat sambil menatap datar muka orang itu.
"Muka lo berdua bisa santai aja gak liatin gue,ngeri ngeri sedep gue diliatin gitu"ujar orang itu,ia langsung duduk diikuti Leo dan Ariel.
"Padahal gue cuma telat bentar aja tapi lo berdua udah terlibat keributan kayak tadi,untung gue datang tepat waktu kalau gak bisa kena masalah yang lebih besar kalian"ujar orang itu terlihat bangga pada dirinya.
__ADS_1
"Telat bentar ya tapi kok telatnya palingan cuma hampir satu jam aja kan tuan Rion"ujar Leo.
"Hehehe"cengir orang itu yang ternyata adalah Rion yang baru saja datang.
"Nyengir lo!"ucap Leo kesal
"Sorry ya guys gue telat,gue terpaksa harus nangkap itu tikus yang ngintilin mobil gue dulu.Soalnya mereka gak mau lepasin gue dari pengawasan mereka"ujar Rion meminta maaf.
"Trus itu tikus lo taruh dimana?"tanya Ariel ikut dalam pembicaraan.
"Tentu aja ditempat yang tepat tentunya"
Jawab Rion dengan senyum yang penuh maksud,Ariel dan Leo mengangguk paham dengan tempat yang dimaksud Rion itu.
"Ngomong ngomong itu tadi kenapa lo berdua bisa ribut sama itu om om tadi?"tanya Rion
"Itu orang tiba tiba datang habis itu duduk di samping Riel,trus godain ditambah mau meluk Riel sembarangan lagi.Kan gue langsung naik darah liatnya,mana udah didorong sama Riel sampai jatuh kelantai tapi masih kekeh aja itu orang godain Riel jadi gue tonjok aja mukanya"jelas Leo pada Rion,wajah
nya tampak kesal mengingat kejadian tadi.
"Trus gimana sama target kita,udah ketemu belum?"tanya Rion menukar topik pembicaraan ke tujuan mereka datang ke bar ini.
"Target udah dipastikan ada disini kok,cuma kita harus nunggu orang itu turun dari salah satu lantai bar ini"ujar Leo menjawab pertanyaan Rion.
"Lo berdua tau dari mana?"tanya Rion lagi
"Informan dadakan"jawab Leo.
"Informan dadakan?siapa?aman gak?"tanya Rion beruntun.
"Gak penting dan aman kok"saut Leo.
"Bagus deh"ucap Rion.
__ADS_1
"Btw nona bos kita ini gak mau ngomong sesuatu gitu,diem diem bae dari tadi kayak orang yang gak diajak ngomong aja?"ujar Rion yang ditujukan pada Ariel.
Ariel memilih tidak menanggapi perkataan Rion padanya,ia kembali memasang air phone
yang tadi sempat ia lepas karena keributan tadi pada telinganya dan Leo yang peka langsung menghubungkan kembali musik melalui koneksi bluetooth di hp miliknya.
"Gue malah dikacangin"ujar Rion.
"Udah lo diem aja deh bro dari pada Riel kesel nanti sama lo,lagian kayak lo gak tau aja sifat Riel kayak apa"ujar Leo menyuruh Rion untuk berhenti bicara dan memaklumi sifat Ariel.
"Iya deh,untung gue orangnya terlahir tampan dan tidak sombong jadi gue sabar dan ngalah"ucap Rion.
"Kagak ada hubungannya"ujar Leo pada Rion.
"SSG alias suka suka gue lah"saut Rion.
Ketiganya hening tidak ada pembicaraan,Leo menyandarkan kepala Ariel dipundaknya saat gadis itu memejamkan matanya untuk mendengar musik yang berputar melalui air phone yang dipasang di telinga gadis itu dan Ariel sendiri hanya diam menurut saja saat Leo menggiring kepalanya untuk disandarkan dipundak cowok itu lagi pula cukup nyaman baginya.
Sedangkan Rion ya jangan tanya lagi reaksi cowok itu saat melihat adegan itu,ia hanya bisa menghela nafas dan mengelus dadanya pelan agar bisa bersabar melihat itu,jujur saja dia bukannya cemburu atau gimana tapi dua makhluk itu harusnya gak buat dia berasa jadi obat nyamuk dadakan disini dong.
*Sabar Rion,orang sabar tambah ganteng dan jadi incaran cewek cakep biasanya.Dan itu si Leo bisa bisanya cari kesempatan dalam kesempitan*ujar Rion dalam hatinya.
Dari pada tambah merasa jadi obat nyamuk,Rion memilih mengalihkan pandangannya menatap sekeliling area bar.Bar ini cukup ramai dan tampak banyak orang yang menari dilantai dansa sambil diiringi dengan musik yang dimainkan oleh DJ didepan,Rion sebenarnya ingin bergabung dengan kerumunan orang yang sedang menari nari disana tapi ada misi yang harus ia lakukan disini.Matanya masih terus memperhatikan sekeliling area bar itu dan tiba tiba netra matanya menangkap seseorang yang wajahnya tampak familiar di otaknya.
"Itu orangnya udah keluar"ujarnya,Leo dan Ariel langsung secara sigap langsung melihat kearah pandangan Rion itu.
"Ayo kita mulai bekerja"ajak Ariel pada Rion dan Leo sambil tersenyum licik.
"Siap nona bos"saut Rion dan Leo sambil bersmirik.
Ketiganya langsung beranjak dari tempat mereka bergerak langsung kearah target yang sejak tadi mereka tunggu.
"Tuan Lui?"
__ADS_1
"Ya saya sendiri"
"Bisa minta waktunya sebentar?"