
Kring....kring....suara dari jam alarm terdengar memenuhi kamar namun tak ada satupun tanda tanda dari dua gadis yang sedang tidur di atas tempat tidur didalam kamar itu terusik dan berniat bangun sedikitpun,bahkan kedua nya sama sama membenamkan diri mereka kedalam selimut.
Kring.....Kring.....Prang...jam alarm yang terus berbunyi itu seketika mati dan hancur berantakan dilantai kamar karena habis dilempar oleh Ariel yang sudah sangat merasa terganggu akibat suara jam itu,
tanpa mempedulikan jam yang hancur berantakan itu ia kembali melanjutkan tidurnya sambil tengkurap.Shasa yang tidur di sebelah Ariel perlahan membuka kedua kelopak matanya sedikit terpaksa,bukan karena keributan singkat dari sebelahnya tapi akibat gangguan cahaya matahari pagi yang cukup cerah memasuki sela sela ventilasi jendela dan balkon.
enghh...suara lengungan terdengar saat Shasa bergerak hendak berpindah posisi menjadi duduk,ia melihat ke sebelahnya terlihat sahabatnya disana dan setelah itu ia mencari keberadaan ponselnya kemudian melihat pukul berapa sekarang.
"Baru pukul tujuh"gumamnya pelan kemudian ia terdiam sejenak seperti ada yang ia lewatkan tapi apa,indra penglihatannya tertuju pada secarik kertas yang penuh akan tulisan dan ia membaca judulnya"Pesan serta hal hal apa saja yang tidak boleh dilakukan Ariel dan Shasa selama kita pergi"
"HAH JAM TUJUH,RERE SAMA KAY!"teriak nya kencang setelah mengingat akan kedua sahabatnya yang lain itu yang akan pergi pagi ini.
"Kenapa lo teriak pagi pagi gini sih sha,ganggu!"dumel Ariel kesal karena merasa terganggu,ia sudah dalam posisi duduk sekarang.
"Ini Ri,kitakan harus nganter Kay sama Rere ke bandara Ri"ujar Shasa
"AH BENER!"teriak Ariel juga ingat akan hal itu,dengan tergesa gesa ia menyibak selimut yang ia pakai kemudian turun dari atas tempat tidur lalu lari keluar dari kamar.
Shasa juga bergerak mengikuti sang sahabat
"ini jamnya Kay kenapa hancur gitu?"gumam nya pelan saat melewati serpihan jam yang berserakan dilantai,tapi tak mau ambil pusing akan hal itu Shasa lebih memilih bergegas menyusul Ariel saja.
Ariel yang tadi bergegas keluar dari kamar lalu menuruni tangga dengan setengah lari baru kemudian keluar dari rumahnya lalu berhenti di teras depan rumah
"Lo ngapain sih Ri,pake tiba tiba lari segala?" tanya Shasa datang menghampiri sang sahabat dengan masih menggunakan piyama tidur sama halnya dengan Ariel.
Dua penjaga yang berada di pos keamanan dekat pintu gerbang terheran heran melihat dua majikan muda mereka yang tampak masih dengan muka bantal khas bangun tidur berdiri terdiam seperti orang linglung di teras,hal ini membuat salah satu dari mereka inisiatif buat nyamperin mereka.
"Eh bro,itu dua majikan muda kita ngapain berdiri di teras kayak gitu?"tanya penjaga pertama kepada rekan disampingnya.
"Mana gue tau,tapi kayaknya sih baru bangun tidur"saut penjaga kedua.
"Bener juga,masih pakai piyama tidur juga"ujar penjaga satu setuju.
__ADS_1
"Coba sana samperin bro,mana tau ada perlu dua nona muda kita itu"ucap penjaga dua memberi saran kepada rekannya itu.
"Okelah,gue samperin dulu ya"ujar penjaga satu setuju dengan saran penjaga dua, penjaga itu langsung berjalan menuju ke arah teras dimana kedua majikannya berada.
"Permisi non,ada yang bisa saya bantu?"tanya penjaga itu kepada dua majikannya sesampainya ia di teras.
Dua bocah yang sempat bengong tadi jadi tersadar akibat pertanyaan yang disampaikan penjaga yang datang menghampiri mereka itu
"Pak penjaga,Kay sama Rere udah berangkat?"tanya Shasa kepada penjaga.
"Maksud nona berangkat ke bandarakan,kalau ke bandara sudah nona.Malah udah dari hampir sejam yang lalu,soalnya saya yang anter sendiri menggunakan mobil"jelas penjaga itu menjawab pertanyaan majikannya.
"Udah berangkat mereka Ri"ujar Shasa kepada Ariel yang berdiri disampingnya.
"Hm,kita telat"saut Ariel.
"Kalau boleh tau,memangnya ada nona?"tanya penjaga itu.
"Gak ada apa apa kok pak penjaga,kita cuma mau mastiin aja"jawab Shasa.
"Iya pak,semangat kerjanya"ucap Shasa
"Baik nona"ujar penjaga itu sebelum benar benar kembali ke posnya.
"Yau dah balik masuk yuk Ri"ajak Shasa kepada Ariel,langsung berbalik masuk kedalam rumah.
"Hm"saut Ariel menyusul Shasa masuk kedalam rumah.
"Nona muda berdua sudah bangun rupanya"ujar salah satu pelayan yang mereka temui didekat tangga.
"Iya bik"saut Shasa
"Tadi pagi,nona Kayla beserta nona Aurel berpesan kepada saya untuk disampaikan kepada nona berdua bahwa mereka pamit untuk ke bandara berdua saja,soalnya mereka tak bisa membangunkan nona berdua"ujar pelayan itu menyampaikan pesan dari Kayla dan Aurel kepada Shasa dan Ariel.
__ADS_1
"Makasih udah bilang bik"ucap Shasa.
Setelah selesai menyampaikan pesan yang ditinggalkan dua majikannya kepada dua majikannya yang lain,pelayan itu pamit undur diri kembali ke dapur tapi baru beberapa langkah pelayan itu kembali berbalik menuju dua majikannya yang masih berdiri didekat tangga.
"Ada perlu apalagi bik?"tanya Shasa melihat pelayan tadi kembali menghampirinya dan Ariel.
"Em Hari ini nona muda berdua tak sekolah?"tanya pelayan itu kepada majikan didepannya.
Sontak mendengar pertanyaan dari sang pelayan membuat kedua mata mereka terbelalak dan saling menatap
"ANJIR!"seru keduanya langsung berlari menaiki tangga menuju ke kamar masing masing.
Sedangkan pelayan tadi sempat kaget dengan teriakan umpatan dari kedua nona mudanya setelah itu ia menggeleng geleng kan kepalanya pelan,ternyata dibalik sifat serius majikannya itu ternyata mereka masih sama dengan remaja pada umumnya diluar sana.
~skip~
Sebuah mobil berhenti tepat didepan gerbang yang terlihat sudah ditutup.
"Kita kayaknya telat Ri"ujar Shasa melihat gerbang yang sudah tertutup rapat didepan mobilnya.
"Bukan kayaknya,emang"saut Ariel ikut menatap nanar gerbang didepan.
Tak lama berselang pintu gerbang dibuka oleh penjaga satpam sekolah dan terlihat juga salah satu guru yang menghampiri satpam itu sambil memberi isyarat untuk mereka masuk kedalam.
Shasa mengikuti arahan guru tadi menjalankan mobilnya melewati gerbang kemudian memarkirkannya diparkiran siswa khusus roda empat berjajar dengan mobil lainnya,setelah itu ia dan Ariel keluar dari dalam mobil mendekat kearah guru yang sudah menunggu mereka berdua.
"Kalian berdua udah telat mana seragam gak rapi lagi!"ujar guru tersebut mulai mengatakan kesalahan mereka,sedangkan dua bocah itu hanya bisa menunduk saja.
"Kenapa bisa telat?"tanya guru itu.
"Maaf buk kita telat bangun"jawab Shasa masih menundukkan kepalanya.
"Karena ini masih jadi yang pertama kali,Hukuman kalian berdiri ditengah lapangan sampai jam istirahat tiba dan lain kali jangan diulangi lagi"ujar guru itu memberi hukuman kepada Shasa dan Ariel.
__ADS_1
"Baik buk"ujar keduanya yang hanya bisa pasrah akan nasib sial mereka pagi ini.