
"Gak mau,gue gak punya salah sama lo"jawab Shasa menolak untuk meminta maaf ke Rion,padahal dirinya sedang menahan ketakutan.
"Tadi lo mukul gue"ujar Rion.
"Itukan lo yang suruh"saut Shasa.
"yaudah kalau lo gak mau minta maaf kegue"ujar Rion,cowok itu segera mengambil ancang ancang untuk melempar tubuh Shasa yang ada digendongannya dari atas atap ketanah.
"Eh iya iya,gue minta maaf HUA...."teriak Shasa saat ia merasa tubuhnya hampir saja dijatuhkan oleh Rion,ia dengan sekuat tenaga berpegangan erat dan juga menutup matanya menyembunyikan kepalanya kearah dada bidang Rion.
"Takut kan lo"ujar Rion
"Gue udah minta maaf Rion,ayo cepet turunin gue"pinta Shasa memohon,namun Rion tak mengindahkannya.
"Gak ah tanggung,tinggal lempar doang"tolak Rion sepertinya masih ingin menakut nakuti Shasa.
"Jangan!"teriak Shasa semakin ketakutan
"Jangan apa?gue kok gak dengar ya,gue lempar ah"ujar Rion kembali mengambil ancang ancang.
"Ja...jangan bercanda dong,gue takut"ujar Shasa semakin lirih sambil tetap memejamkan matanya.
"Oke oke"ujar Rion membawa Shasa sedikit menjauh dari tepi atap kemudian menurunkan gadis itu dengan posisi duduk diatas lantai beton atap.
"HAHAHA....makanya jangan macem macem sama gue HAHAHA...."Rion tertawa puas setelah berhasil mengerjai Shasa,ia tak sadar gadis yang baru selesai ia jahili itu sekarang hanya diam sambil menundukkan kepalanya kearah bawah.
Hahaha....aduh...aduh...sakit perut gue,Rion memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu lama.Namun ia segera menghentikan tawanya setelah menyadari Shasa yang hanya diam diposisinya tanpa bergerak sedikitpun.
__ADS_1
"Sha lo kok diam aja sih?kapok ya gue kerjain gitu?"tanya Rion duduk didepan gadis itu,Shasa tetep tak memberi respon.
"Sha kok lo diem aja sih,kesambet ya lo?"
"Jangan diem aja dong"ujar Rion mulai panik
Hiks...hiks...hiks...samar samar suara tangis mulai terdengar.
"Loh kok lo nangis sih Sha?"tanya Rion semakin panik saat Shasa mulai menangis.
"HUA...Riri...Hiks...Hiks...Hiks..."tangis Shasa semakin kencang bahkan ia memanggil nama Ariel disela sela tangisannya membuat Rion semakin kalang kabut dibuatnya.
"Sha jangan nangis dong,Ntar gue dihajar sama Riri karena bikin lo nangis"pinta Rion mencoba meredakan tangis gadis itu.
Hiks...hiks...hiks...Shasa mengangkat kepalanya menghadap Rion sehingga cowok itu bisa melihat seluruh wajahnya yang sudah banjir air mata.Rion tiba tiba merasa bersalah setelah melihat gadis itu,wajah dan bibir gadis itu terlibat pucat dan jangan lupakan air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata gadis itu.Cepat cepat Rion membawa Shasa dalam pelukannya mengusap usap punggung gadis itu supaya berhenti menangis
"Cup cup cup,gue keterlaluan ya Sha becandanya?maafin gue ya,gak bakal gue ulang lagi kayak gitu"ujarnya dengan lembut meminta maaf pada gadis yang sedang dalam pelukannya itu.
"Maafin gue,ayo berhenti nangisnya besok gue beliin lo ice cream deh atau gue beliin boneka beruang,lo suka itukan?"ujar Rion, mendengar perkataan Rion soal boneka itu Shasa langsung melepaskan diri dari dalam pelukan Rion.
"Bener hik..lo ya,jangan bohong hik.. kalau enggak gue laporin Riri"ujar Shasa masih sedikit sesegukan akibat menangis,gadis menatap Rion memastikan kalau cowok itu tak berbohong padanya.
"Iya beneran,gue beliin yang besar buat lo.Tapi lo jangan nangis lagi trus gak ngadu ke Riri"saut Rion meyakinkan Shasa kalau dirinya tak berbohong.
"Oke"ujar Shasa setuju dengan syarat yang diajukan oleh Rion itu.
"Udah tenangkan lo,gak nangis lagi?"tanya Rion,Shasa menganggukkan kepalanya mengiyakan.
__ADS_1
Setelah itu keduanya diam tak ada percakapan lagi dan terdiam dalam pikiran masing masing,Shasa memperbaiki posisi duduknya bergeser kesamping Rion kemudian menatap kearah langit malam.
"Sha gue mau nanya sesuatu dong sama lo"ujar Rion kembali membuka percakapan, ia sama dengan Shasa yaitu sedang menatap langit malam yang sedikit berbintang.
"Mau nanya apa lo sama gue?"tanya Shasa sebagai respon ucapan Rion itu.
"Kok lo kayaknya deket sekaligus tau banget ya sama jalan pikirannya Riri?Bukan cuma itu aja tapi sebaliknya juga,Riri keliatannya juga tau banget tentang lo"tanya Rion,ia sudah lama penasaran akan hal ini namun baru sekarang pertanyaan dalam otaknya itu tersalurkan.
"Kok lo bisa berpendapat kayak gitu?" bukannya menjawab Shasa malah bertanya balik kepada Rion.
"Karena beberapa kali gue perhatiin cara lo berdua berinteraksi,Riri keliatannya terlihat lebih bebas ngomong sama lo dan gaya bicara lo sama dia juga beda pas lo ngomong sama dua sahabat lo yang lain"jawab Rion
"Kalian kayak punya dimensi sendiri untuk diri kalian berdua yang gak bisa orang lain tembus masuk gitu aja disana,bahkan termasuk Kayla sahabat kalian ataupun Aurel yang juga sahabat lo sekaligus kembarannya Riri juga gak bisa masuk kesana,itulah kenapa gue sampai berpendapat kayak gitu"lanjut Rion.
"Gitu ya menurut lo"ujar Shasa
"Gue sama Riri emang deket,sama deket juga dengan Rere dan Kay juga tentunya.Tapi seperti yang lo bilang tadi,gue sama Riri emang punya sisi pada diri kita yang gak bisa diperlihatkan kepada sembarang orang lain bahkan termasuk Kay dan Rere sekalipun tapi tentunya semua itu ada alasannya kok"lanjut Shasa,ia menoleh sebentar kearah Rion kemudian kembali menatap langit.
"Apa alasannya?"tanya Rion
"Alasannya karna mungkin kami terlahir dengan takdir yang mirip sehingga sadar ataupun enggak,gue maupun Riri bisa saling tau kondisi masing tanpa melalui kata kata sedikitpun"jawab Shasa
"Kenapa lo bilang takdir lo sama Riri mirip?"tanya Rion tak mengerti tentang hal itu.
"Karena garis takdir gue sama Riri seolah olah udah diwariskan secara turun temurun dipohon keluarga,jika orang lain bisa mengubah dan menjalani takdir tentu sesuai dengan kemauan mereka.Beda sama gue dan Shasa yang seluruhnya udah ditetapin terlihat tak bisa diubah lagi,kami berdua harus menurutinya mau ataupun enggak"jelas Shasa kepada Rio.
"Ah gue ngerti sekarang,yang lo maksud itu pasti soal posisi kalian sebagai pewaris nama dan bisnis besar keluarga kalian berduakan?" ujar Rion mengerti dengan ucapan Shasa tentang alur takdir yang gak bisa diubah itu apa.
__ADS_1
"Akhirnya lo paham juga"ucap Shasa kembali menatap Rion sebentar.
"Iya gue baru ingat selain Ariel,ternyata lo juga calon pewaris tunggal bisnis keluarga. Makanya lo bilang takdir kalian sama karena sejak lahir orang tua kalian berdua udah netapin kalian jadi apa dimasa depan nanti,yaitu sebagai penerus bisnis mereka"ujar Rion.