
Masih Flasback_ _
Shasa terlihat duduk tenang sambil bersandar disandaran disebuah kursi bermodel khas kursi yang biasa diduduki oleh bos bos atau orang orang penting dikantor, gadis kecil itu sibuk memainkan tablet ditangannya.
"Santai sekali princes kecil Kimberly ini,duduk dikursi kebesaranku"suara bariton seorang laki laki datang memasuki ruangan tempat gadis itu berada.
Shasa mendongak kesumber suara dan kemudian tersenyum
"Tentu saja santai,lagi pula kursi ini akan menjadi milikku suatu saat nanti.Bukan begitu tuan besar Limberly"ujar gadis itu.
Tuan Kimberly langsung tersenyum mendengar jawaban putrinya itu,laki laki itu mendekat kearah putrinya itu lalu langsung mengusap usap gemas rambut sang putri.
"Tentu sangat benar"ujar laki laki itu.
"Baiklah kalau begitu princesnya tuan Kimberly boleh duduk disana,sedangkan tuan Kimberly duduk disini saja"ujar tuan Kimberly yang langsung bergerak duduk disebuah kursi tepat didepan sang putri,berbatasan dengan meja kerjanya.
Setelah duduk,tuan Kimberly menatap Shasa putrinya dengan tatapan lembut dan hangat seorang ayah
"Dady dengar dari pak Tan,ia mengatakan kalau kamu bersama pak Can dan timnya akan mengunjungi markas salah satu gangster kecil dipinggiran kota.Apakah itu benar princes?"tanya tuan Kimberly.
"Bener sekali dad,orang orang dari kelompok kecil itu selalu mengusik ketenangan Shasa sejak beberapa hari yang lalu"jawab Shasa
"Pasti pak Tan tau itu dari pak Can-kan?"tebak gadis itu.
"Ya,pak Tan memang tahu hal itu dari pak Can"jawab tuan Kimberly.
"Sudah Shasa duga,jadi bagaimana?Dady tak ingin ikut bersenang senang?"tawar Shasa.
"Tidak untuk kali ini,Dady punya jadwal yang lebih penting untuk dilakukan selain berpesta dengan jus stowbery"tolak tuan Kimberly.
"Cks,pasti berhubungan dengan momy bukan?"ujar Shasa yang langsung bisa menebak.
"Yap,kamu benar sekali princes.Dady sudah berjanji akan mengajak momy-mu untuk menonton drama teater malam ini"jawab tuan Kimberly membenarkan tebakan putrinya itu.
"Nonton drama teater ya.Tidak usah memberi alasan seperti itu dad,jujur saja sama Shasa kalau kalian akan berkencan seperti anak muda"ujar Shasa.
"Mana ada,dady sama momy-mu memang akan pergi menonton pertunjukan drama teater kok malam ini.Momy-mu mendapatkan undangan untuk menonton dari salah satu temannya yang akan tampil disana"sanggah tuan Kimberly.
__ADS_1
"Iya iya deh,Shasa percaya aja sama Dady"ujar Shasa,gadis itu terlihat beranjak dari kursi kebesaran dadynya.
"Mau kemana?"tanya Dadynya.
"Mau kemarkas Dad,sudah sore.Shasa harus mulai persiapan pesta buat nanti malam" jawab Shasa.
"Memangnya sudah dijemput pak Can?"tanya tuan Kimberly.
"Sudah dad"jawab Shasa.
"Berhati hatilah saat pesta nanti malam, usahakan jangan sampai kulitmu terluka.
Momy-mu bisa berubah menjadi mode detektif+petugas introgasi sekaligus hakim agung kalau sampai itu terjadi,Dady juga pasti bakal kena imbas juga"ujar tuan Kimberly mengingatkan putrinya itu untuk berhati hati dalam melakukan hal yang ingin putrinya itu lakukan malam ini.
"Iya Dady-ku sayang,tanpa dady kasih tau juga Shasa udah tau duluan.Lagi pula Shasa bukan orang bodoh yang mau memancing penjinak iblis yang mengerikan kambuh"saut Shasa.
"Bagus kalau princes dady tau"ucap tuan Kimberly
"kalau begitu sana kamu perg,dady mau lanjut kerja lagi.Ganggu kamu kalau lama lama disini"suruh tuan kimberly seperti mengusir putrinya itu.
"Orang tua macam apa yang tega ngusir anaknya,cuma dady tuh"ujar Shasa sebelum akhirnya benar benar keluar dari ruangan ayahnya itu.
Duarrr....duarrr....suara petir bersautan ditengah guyuran hujan yang cukup deras jatuh membasahi salah satu sudut kota Paris, disalah satu titik wilayah kumuh yang seolah tersembunyi dari megahnya kota yang mendapat julukan kota cahaya itu.
Slash....Ukh....Dor...Dor...Dor...
Gedebuk...Buk...Buk...
Akh....
Tolong...
A-ampun...
Suara bising dari suara senjata,perkelahian, jeritan meminta ampun,serta rintihan pembantaian mengiringi suara butiran air hujan yang deras serta petir yang menyambar bersautan sautan itu.Darah terlihat menggenang disekitar sana,mengalir memasuki lubang lubang gorong selokan.
Tap....tap...tap...ditengah kegelapan dan keributan pertarungan itu terlihat salah seorang pria anggota dari sebuah gangster kecil yang baru saja dibantai oleh sekelompok orang tak dikenal,kini tengah berlari sambil terseok seok mencoba menjauh dari seorang gadis kecil yang tengah santai menenteng pisau kecil ditangan dengan tatapan sadis dan mengerikan.
__ADS_1
Jika kaki laki laki itu tidak terkena tembakan dari pinah panas sebelumnya pasti ia bisa berlari lebih cepat dari saat ini,namun apa daya kaki kanan yang sudah berlumuran darah itu bahkan hampir tak bisa digunakan lagi saat ini.
Dor...Akh...Bruk...suara sebuah tembakan yang menyasar kini menyasar kaki kiri disertai suara ringisan kesakitan dan suara tubuh laki laki itu langsung tumbang diatas tanah langsung terdengar beriringan.
"Anda mau lari kemana tuan,saya masih belum bermain dengan anda hihihi"suara gadis kecil yang tidak lain dan tidak bukan adalah Shasa dalam mode psikopatnya berjalan sambil tersenyum kearah laki laki itu.
Laki laki itu terus berusaha mundur kebelakang mrnggunakan kedua tangannya
"T-tolong,tolong ampuni saya nona,S-saya mohon"suara gemetar laki laki itu meminta ampun kepada Shasa.
"Meminta Ampun?Paman baru saja meminta ampun kepadaku?"tanya Shasa,laki laki yang sudah hampir tak berdaya itu mengangguk dengan cepat dibawah guyuran hujan.
HAHAHA...suara tawa dari gadis kecil langsung terdengar ditengah derasnya air hujan,Shasa lalu terkekeh pelan menatap laki laki dihadapannya itu.
"Ini sangat lucu sekali,anda dan teman satu kelompok anda bahkan tak pernah merasa takut saat selalu bergerak diam diam mengikuti saya.Sekarang anda memohon mohon untuk diampuni setelah mengusik saya,bukankah itu tidak far?"ujar Shasa.
"S-saya mo-mohon a-mpuni s-saya,s-saya m-asih punya o-rang tua yang harus saya r-rawat.Saya mohon,s-saya berjanji akan berhenti"ujar laki laki itu sambil berlutut dikaki Shasa.
Shasa menatap laki laki yang tengah berlutut dikakinya itu dengan raut wajah datar,ia terlihat menghembuskan nafas pelan kemudian bersemirik.
"Baiklah,saya akan mengampuni anda"ujar gadis itu,yang langsung membuat laki laki dihadapannya itu bangkit dari posisi berlutut tadi sambil terlihat melega.
Gadis kecil itu kemudian dengan perlahan menunduk dan mulai merendahkan tubuhnya dengan menggunakan kedua lutut dan ujung telapak kaki sebagai penyangga tubuhnya dijalanan,Shasa menatap laki laki itu sambil menunjukkan semiriknya.
"Tapi ada syaratnya"ujar Shasa.
Mendengar akan ada syarat tentu laki laki yang tadi mulai merasa tenang itu kembali terlihat ketakutan,belum lagi saat gadis kecil itu mengeluarkan sebuah pisau lipat kecil yang terlihat mengkilap dikegelapan saking tajamnya.
"A-apa ya-ng ingin nona la-lakukan?"tanya laki laki itu gemetaran kembali berusaha mundur kebelakang.
"Membuat tanda pengingat untuk anda"ujar Shasa menyeringai.
Srek...srek...AKH...
Tangan Shasa bergerak dengan cepat menggerakkan pisau kecil ditangannya menoreh permukaan kulit wajah laki laki itu,satu sayatan diujung mata,satu sayatan didahu dan dekat lehel,satu sayatan dipipi.
Sayatan itu tidak terlalu dalam menembus kulit tapi pasti cukup dalam untuk meninggalkan bekas,laki laki itu seketika langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Jika anda kuat pasti anda akan selamat, semua sayatan pisauku itu akan mengingatkanmu untuk tidak macam macam kedepannya jika masih selamat"ujar Shasa pelan sambil menatap tubuh tak berdaya dihadapannya itu.
"Nona Muda!"