
Rion berjalan kembali mendekat sambil menenteng barang bawaan Ariel yang ia temui didalam mobil gadis itu,ia memasukkannya kedalam mobil tepatnya di kursi belakang.Setelah itu ia mengetuk kaca mobil sebelah Leo duduk meminta kaca itu dibuka.
"Antar Ariel pulang"suruh Rion pada Ariel.
"Ri,mobil sama hp lo termasuk keadaan disini biar gue yang urus"ujar Rion kali ini pada Ariel.
"Trus semua barang barang lo juga udah gue masukin ke kursi belakang tapi hp lo biar sama gue dulu buat dibenerin,kalau udah selesai baru gue balikin"lanjut Rion kepada Ariel.
"Ya"saut Ariel mengiyakan.
Merasa sudah tidak ada lagi yang harus diurus disana,Leo menjalankan mobilnya meninggalkan lokasi tempat mereka saat ini untuk pergi mengantar Ariel pulang.
Selama diperjalanan keduanya hening tak ada satupun yang berbicara,sebenarnya Leo ingin mengajak gadis disebelahnya berbicara dan bertanya soal apa yang sebenarnya yang terjadi tadi sampai sampai akhirnya begini.Tapi semua itu ia urungkan saat melihat sepertinya Ariel sendiri masih syok akan kejadian tadi,gadis itu juga terlihat sangat lemas terlihat dari bibirnya yang sangat pucat.
"Leo!"panggil Ariel pelan
"Ada apa Riel,kamu butuh sesuatu?"saut Leo segera bertanya apakah ada yang dibutuhkan gadis itu.
"Gue beneran udah bunuh enam orang tadi?"tanya Ariel tanpa melihat ke Leo,tatapan gadis itu lurus ke depan.
"Iya"jawab Leo
__ADS_1
"Kenapa memangnya?"tanya Leo
"Gak papa cuma mastiin aja,gue kira tadi cuma mimpi"ujar Ariel.
"Gak usah pikirin atau kalau perlu jangan ingat kejadian tadi,anggap itu cuma mimpi.Lagi kamu gak salah kok,bukannya kamu hanya membela diri saja"ucap Leo menenangkan Ariel dengan kata katanya.
"hm"saut Ariel berdehem.
Di kediaman Aurel dkk,kembaran dan kedua sahabat Ariel masih menunggu kepulangan gadis itu dengan harap harap cemas, walaupun layar tv didepan ketiga gadis itu masih menyala dan menayangkan film yang tapi pikiran mereka hampir sepenuhnya tertuju pada Ariel yang masih belum pulang.
Kecemasan mereka akhirnya hilang setelah ketiganya mendengar derap suara langkah kaki memasuki rumah dan mendekat ke arah sofa,ketiga gadis itu kompak berdiri melihat siapa yang datang dan ternyata benar itu Ariel sesuai harapan mereka.
"Maaf lama,mobil gue tadi mogok"ujar Ariel meminta maaf akan keterlambatannya kepada kembaran dan dua sahabatnya,tepat saat ia sudah ada dihadapan ketiganya.
"Ya ampun Ri,aku khawatir banget sama kamu tau gak"ujar Aurel masih sambil memeluk Ariel.
"Sorry"ucap Ariel.
"Kenapa lo lama banget sih baliknya?asal lo tau kembaran lo khawatir banget sama lo tau gak"ujar Kayla setelah mereka semua melepaskan pelukannya.
"Mobil gue mogok trus hujan,nunggu orang bengkel datang dulu"jelas Ariel sesingkat mungkin.
__ADS_1
"Ini makanannya,gue beli martabak tapi panasin dulu udah dingin"lanjut Ariel menyerahkan kantong plastik berisi dua kotak martabak yang ia beli kepada Kayla.
"Rambut Riri pasti basah kena air hujan kan?"tanya Shasa
"Iya Sha"jawab Ariel.
"Riri mendingan mandi dulu sana trus keringin rambutnya,nanti kamu demam.Kalau udah selesai baru turun lagi kesini buat makan martabaknya bareng bareng"suruh Aurel kepada kembarannya.
"Iya,tapi gue gak turun lagi.Mau lanjut tidur aja capek"ujar Ariel.
"Yau dah sana ke kamar,jangan lupa mandi dulu baru tidur"pesan Kayla pada Ariel.
Ariel mengangguk pelan kemudian berjalan menuju kearah tangga menjauh dari area sofa.
"Riri juga mau ke kamar aja"ujar Shasa beberapa saat setelah Ariel pergi dari sana.
"Loh makan martabaknya gak jadi Sha?"tanya Kayla.
"Enggak Kay,Riri udah ngantuk"jawab Shasa,kemudian langsung beranjak juga dari sana.
"Trus kalau mereka gak jadi makan ini martabak,berarti kita berdua doang dong yang makan?"tanya Kayla pada Aurel.
__ADS_1
"Ya trus siapa lagi menurut lo Kay,yuk panasin martabaknya dulu di dapur biar enak pas makannya"ajak Aurel menarik salah satu lengan Kayla menuju ke arah dapur guna memanaskan kembali martabak yang dibeli Ariel supaya enak dimakan.