
"Lihatlah paman bahkan membelanya,padahal dia tak ada disini"protes Leo kecil.
"Paman tak membelanya Nico,tapi nona muda Ariel bukanlah gadis manja seperti yang kamu katakan tadi"ujar sang paman dengan lembut.
"Nona muda Ariel?Ariel?"ujar Leo kecil yang baru pertama kali mendengar nama itu.
"Ariel adalah nama nona muda"ucap pamannya Leo,dan itu adalah kali pertama Leo tahu kalau nama gadis yang selalu pamannya panggil dengan sebutan nona muda itu.
*Ariel nama yang indah*batin Leo kecil.
"Nico tak peduli siapa nama nona muda itu" ujar Leo kecil,bertentangan dengan apa yang ia katakan dalam batinnya.
"Dengar Nico,nona muda itu gadis yang sangat baik dan hebat.Paman harus selalu ada didekat nona muda,itu karena suatu alasan yang dimana kamu masih terlalu muda untuk memahaminya.Tapi yang jelas nona muda itu sangat memerlukan keberaan paman untuk membimbing sekaligus menjaganya"jelas pamannya Leo.
"Tapi..."
Drt...drt...drt...suara telpon berbunyi menghentikan Leo kecil yang hendak bicara.
"Nico lanjutkan buka kadonya,paman izin angkat telpon sebentar"ujar sang paman sebelum akhirnya beranjak dari dalam kamar.
Seperginya sang paman dari dalam kamarnya Leo kecil mulai membuka satu persatu hadiah dari pamannya,rata rata yang ia dapatkan adalah hadiah berupa mainan seperti mobil mobilan,robot-robotan,dan sebagainya.Sekarang hanya satu kado saja yang tersisa dan belum dibuka itu adalah kado berbungkus warna warni dari anak perempuan yang menjadi majikan pamannya,Leo kecil terlihat mulai melirik kado itu.Bocah laki laki itu mulai bimbang dan mulai merasa penasaran hadiah seperti apa yang diberikan oleh nona muda itu,dengan perlahan bocah itu mulai mengulurkan tangannya untuk meraih kado itu yang padahal tadi sudah sempat ia jauhkan darinya untuk dibuang saja.
Leo kecil mengangkat kado itu dan mulai memerhatikan bentuk dan ukuran kado itu, ukuran dari kado itu tidaklah besar malah terlihat paling kecil diantara kado yang lainnya dan berbentuk kotak.
"Bukankah nona muda itu orang kaya,kenapa kadonya kecil sekali.Bahkan aku sendiri bisa membuat kado yang lebih besar,bentuknya juga sederhana hanya berbentuk kotak.Pasti dia tak begitu kaya dan memberi kado untukku pasti hanya untuk mendapat pujian dari paman saja"cibir bocah laki laki itu.
Dengan sedikit perasaan malas,bocah sebelas tahun itu mulai merobek kertas kado yang digunakan untuk membungkus hadiah itu dan ia bisa melihat sebuah kotak dibalik pembungkus kado itu.Tutup dari kotak itu dibuka untuk melihat isi didalamnya
"apa ini,isinya kalung?apa dia pikir aku anak cewek ya dikasih kalung?"itulah komen Leo kecil setelah melihat hadiah yang diberikan oleh Ariel padanya.
Ceklek...suara pintu kamarnya dibuka dan pamannya kembali masuk kedalam,Leo kecil langsung menyembunyikan kotak tadi dibelakangnya supaya sang paman tak tau kalau ia sudah membuka kado tadi.
"Nico sudah selesai membuka kadonya?"tanya pamannya Leo.
__ADS_1
"Sudah paman"jawab Leo kecil sambil menganggukkan kepalanya,sedangkan kedua tangannya masih dibelakang punggungnya.
"Siapa yang menghubungi paman?"tanya Leo kecil.
"Itu bos paman,bos paman meminta paman untuk pergi mengurus sesuatu"jawab pamannya Leo.
"Jadi paman akan pergi lagi?tapikan paman baru kembali"ujar Leo kecil tampak sedih.
Paman Leo yang menyadari kalau keponakan kecilnya itu merasa sedih langsung tersenyum dan mengusap kepala keponakannya itu.
"Paman hanya akan pergi sebentar untuk memastikan sesuatu,nanti malam paman akan kembali dengan membawa makan malam"ujar sang paman.
"Benarkah?"tanya Leo kecil
"Tentu saja,lagi pula bukankah paman sudah berjanji akan tinggal selama seminggu?Nico pasti tau kalau paman tak pernah akan berbohong"ujar pamannya Leo.
"Baiklah paman boleh pergi,Nico ingin ayam goreng untuk nanti malam"ujar Leo kecil akhirnya memberi izin pamannya untuk pergi sekaligus memberitahu makanan apa yang ia inginkan untuk makan malam.
"Baiklah paman,Nico mengerti"saut Leo kecil.
Pamannya Leo kembali keluar dari kamar bocah itu dan juga akan pergi sebentar dari rumah tempat tinggalnya Leo.
Setelah memastikan pamannya sudah benar benar pergi,Leo kecil kembali membawa hadiah yang tadi ia sembunyikan kehadapannya lagi.Tangan kecilnya mengambil kalung tadi dari dalam kotak dan mulai memperhatikan detail
Kalung itu memiliki bandul bulat hitam dan ditengahnya ada bentuk bintang dari logam putih serta hiasan batu permata hitam serta dengan tali hitam,setelah memperhatikan detail kalung itu.Leo kecil merasa kagum dan menyukai kalung yang ia dapat dari nona muda pamannya.
"Wah kalung ini cukup keren"puji bocah itu.
"Eh ada suratnya juga"ujar Leo kecil melihat sebuah amplop surat didalam kotak.
"Apa isinya ya?"ujar bocah itu mulai mengeluarkan secarik surat dari dalam amplop berwarna biru muda,lipatan kertas dibuka dan Leo kecil mulai membaca tulisan yang ada disana.
__ADS_1
Untuk keponakannya Nic,
Yang namanya Nico
Halo salam kenal namaku Ariel,aku bisa dibilang adalah muridnya Nic.Aku baru tahu kalau Nic punya keponakan kemarin,jadi aku membelikan untuk Nico hadiah natal karena kata Nic kita itu seumuran.
Nico mau berteman denganku tidak?aku hanya punya tiga teman eh tidak empat kalau dihitung dengan Nic.Aku akan sangat senang punya teman baru kalau Nico mau jadi temanku.
Sepertinya isi suratnya sudah cukup,aku tak tahu harus menulis apa lagi,Ayo bertemu suatu saat nanti Oke!
^^^Salam kenal dan selamat natal: ^^^
^^^Ariel W.^^^
"Riel,Nico akan mengingatnya dan ayo bertemu suatu saat nanti"gumam Leo kecil setelah selesai membaca surat dari Ariel.
Bocah itu menggenggam kalung hadiah yang baru dia dapatkan itu dengan erat.
Eugh....
~Flasback off~
Lamunan Leo mengingat tentang masa lalunya langsung terputus saat ia mendengar lenguhan dan merasakan pergerakan halus dari gadis yang tertidur didalam dekapannya itu,ia bisa melihat otot otot mata gadis itu mulai bergerak dan perlahan kedua kelopak mata mata itu mulai terbuka secara perlahan lahan sepertinya sedang berusaha menyesuiakan dengan intensitas cahaya lampu dalam kamar itu.
"Kamu sudah bangun Riel?"tanya Leo membuat gadis itu langsung mendongak menatap kearahnya.
"Leo"ujar gadis itu pelan dengan suara serak entah karena baru bangun tidur atau suaranya habis akibat tadi menangis dalam waktu yang cukup lama
Eugh...Ariel melenguh sambil memegang kepalanya,ekspresi gadis itu tampak sedang menahan sakit dikepalanya.
"Riel,are you okey?"tanya Leo mengusap kepala gadis itu.
"Pusing,sakit"keluh Ariel masih memegang kepalanya sendiri.
__ADS_1