The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 64


__ADS_3

Sekarang disinilah keempat gadis itu yaitu sedang duduk di sofa yang ada diruang tamu didepan mereka terlihat lima orang dewasa yaitu tiga orang laki laki dan dua orang perempuan yang merupakan pekerja baru di rumah ini,mereka baru datang ke rumah ini sesaat setelah Aurel dkk selesai makan tadi.


"Jadi mereka pekerja baru di rumah ini Ri"tanya Kayla pada Ariel sambil menatap beberapa orang yang saat ini berdiri didepan mereka.


"Hm"saut Ariel.


"Tampang mereka gak ada bedanya sama sebelumnya"komen Kayla lagi sambil menelisik semua pekerja rumah yang baru itu dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Mana ada Kay,Shasa liat mukanya beda kok dari yang dulu"ujar Shasa ikut memperhatikan pekerja baru yang berjumlah lima orang itu.


"Maksud gue tampang mereka semua kok biasa biasa aja gak ada unggulnya sama sekali"ucap Kayla.


"Mereka kerja jadi pelayan bukan buat jadi model,jadi gak perlu tampang bagus kali Kay"ujar Aurel pada Kayla.


Ariel hanya menghela nafas pelan mendengar pembicaraan yang menurutnya tidak berfaedah dari tiga orang yang duduk disampingnya sekarang,meskipun tiga orang itu berbicara dengan berbisik bisik tapi tetap saja gelagat mereka itu membuat para pekerja baru didepan mereka saat ini merasa kikuk dan gugup.


"Kalian semua mulai bekerja hari ini dan tinggal disini"ujar Ariel datar pada pekerja baru.


"Ba..baik nona"saut kelima pekerja itu,mereka terlihat sedikit takut melihat muka dingin nan datar ditambah cara omong Ariel pada mereka.


"Mari saya tunjukkan kamar kalian"ajak Ariel beranjak dari tempatnya berjalan duluan dan langsung disusun para pekerja itu dibelakangnya.


"Lah kok Riri udah pergi aja sih,gue kan belum


selesai sama tu pekerja baru"ujar Kayla sedikit protes.


"kenapa sih Kay,biarin aja kali"ucap Aurel.


"Tapi seriusan deh nih ya,kok diantara semua 3 pekerja baru yang cowok itu kok gak ada yang tampangnya lumayan sih?"tanya Kayla.


"Buat apaan sih Kay?kalau ada yang tampangnya lumayan mau lo gebet gitu?"tanya Aurel heran dengan Kayla yang sejak tadi mempertanyakan visual para pekerja baru yang menutut gadis itu pas- pasan.


"Ya kalau ada yang ganteng boleh juga sih"saut Kayla sambil tersenyum pada Aurel.

__ADS_1


"Kay mau dijadiin donor organ sama orang tua kamu?"ujar Shasa yang mengeluarkan komentar yang membuat mata Kayla terbelalak seketika.


"Ya gak lah amit amit,mulut lo Sha kalau ngomong kadang kadang"ucap Kayla pada Shasa.


"Gue setuju sih sama Shasa,kalau sampai lo seandainya bener bener punya cowok tukang kebun atau scurity.Gue jamin nama lo udah gak ada di silsilah keluarga pada hari itu juga"ujar Aurel pada Kayla.


"Jangan sampe dong,gue belum punya apa apa masa udah dihapus aja dari keluarga.


Lagian gue tadi kan cuma bercanda"ucap Kayla tiba tiba khawatir apa yang akan terjadi nanti padahal niatnya cuma bercanda doang.


"Makanya Kay jangan becanda mulu,Shasa sering denger katanya omongan itu sama dengan doa"ujar Shasa menasehati Kayla.


"Iya iya,yau dah deh gue ke kamar mau ke kamar gue aja"pamit Kayla pergi dari ruang tamu.


"Dia yang becanda malah ketakutan sendiri"komen Aurel melihat kepergian Kayla.


Sekarang diruang tamu hanya tinggal dirinya saja dan Shasa berdua diruang tamu.


"Sha gak ke kamar kamu juga kayak Kay?"tanya Aurel pada Shasa.


"Kalau gitu gue ke kamar duluan gak papakan?"tanya Aurel pada Shasa,karena ia berniat ingin ke kamarnya juga.


"Iya Re"saut Shasa.


Setelah mendapat jawaban dari Shasa baru Aurel beranjak dari sofa tempatnya duduk untuk pergi menuju ke kamarnya,kini hanya tinggal Shasa saja yang tinggal sendirian di ruang tamu.Ia hendak menunggu Ariel yang tadi pergi mengantar para pekerja baru untuk menunjukkan kamar dan juga pekerjaan apa yang akan mereka lakukan di rumah ini,Shasa menggoyang goyangkan kaki dan kepalanya untuk mengusik rasa bosan sembari menunggu Ariel kembali.


"Kemana yang lain?"


"Pergi ke kamar mereka"ujar Shasa menjawab pertanyaan Ariel yang baru saja datang.


"Udah selesai urus pekerja baru?"tanya Shasa bertanya balik ke Ariel.


"Udah"jawab Ariel singkat.

__ADS_1


"Jangan duduk dulu"cegah Shasa pada Ariel yang hendak duduk disebelahnya.


"Kenapa?"tanya Ariel


"Ikut Shasa ke garasi sekarang"ajak Shasa pada Ariel.


"Buat apa Sha ke garasi?"tanya Ariel hendak menolak.


"Gak usah banyak nanya lo ikutin gue aja"ujar Shasa


"Oke"saut Ariel akhirnya setuju mengikuti Shasa ke garasi,itu karena sahabatnya itu udah pakai kata lo-gue itu artinya sedang serius.


"Gitu dong dari tadi kek,ayo sekarang"ujar Shasa.


Shasa berjalan duluan diikuti Ariel dibelakangnya,keduanya menuju ke garasi melalui pintu akses dari dalam rumah.


"Trus buat apa kita disini?"tanya Ariel sesampainya didalam garasi.


"Bentar"ujar Shasa,gadis itu melihat sekeliling memastikan gak ada orang yang liat kemudian membuka pintu bagian kemudi mobilnya berniat mengambil sesuatu dari sana.Sedangkan Ariel hanya berdiri diam saja di dekat Shasa sambil bertanya tanya dalam hatinya apa yang sedang sahabat ini lakukan saat ini.


"Nih"Shasa menyodorkan sesuatu pada Ariel yang membuat mata gadis itu terbelalak saking kagetnya dengan apa yang ada didepannya.


"Lo dapat ini dari mana Sha?"tanya Ariel melihat kearah Shasa kemudian kearah benda yang disodorkan di depannya,gimana ia gak kaget coba kalau benda yang saat ini masih dipegang oleh Shasa itu adalah senjata api berjenis pistol.


"Gak penting gue dapet dari mana,ini buat lo simpan baik baik"jawab Shasa masih menyodorkan pistol itu dengan tangannya.


Ariel menerima senjata api berjenis pistol itu kemudian melihat bentuk dan memperhatikan tipe pistol yang baru Shasa berikan padanya.


"Lo yang rakit atau emang udah utuh sampai ke tangan lo?"tanya Ariel setelah selesai memperhatikan senjata barunya itu.


"Gue yang rakit tadi malam,gimana bagus gak?"ujar Shasa pada Ariel.


"Kalau lo yang rakit bisa gue jamin bagus,tapi buat apa lo kasih gue ini?"tanya Ariel,ia langsung menyimpan senjata itu dengan cara menyelipkannya dibalik hodi yang saat ini ia pakai.

__ADS_1


"Gak tau buat jaga jaga aja,gue kayak punya firasat aja akhir akhir ini kalau itu senjata pasti berguna"jawab Shasa memberitahu alasan kenapa ia memberikan Ariel senjata itu,Ariel mengangguk mengerti dengan jawaban sahabatnya itu.


__ADS_2